Pemuda itu sangat tampan dengan rahang tegas dan kulit seputih salju namun tidak pucat. Rambutnya hitam berkilauan dengan poni menjuntai menutupi mata kanannya. Auranya misterius namun disisi lain juga nampak lembut. Benar-benar semurni giok.
Xie L...
Satu minggu setelah perang, keadaan ibukota mulai membaik, para pedagang yang terhenti di perbatasan sudah bisa memasuki kota dan bekerja. Walaupun masih dihantui kekhawatiran, sedikitnya orang-orang Xian Le bisa sedikit bernapas apalagi mendengar kabar bahwa Kaisar yang sekarang berjanji untuk mengembalikan nama Xian Le kembali.
Tapi angin baik tidak sampai di Istana. Para pelayan mengantre membawa handuk dan air hangat. Sudah satu minggu, tapi keadaan Xie Lian tidak mengalami kemajuan sedikitpun, bahkan semakin buruk. Saat dia sedikit bergerak, dia akan batuk-batuk sangat keras seakan jantungnya akan keluar kapan saja.
Wajahnya sangat putih tanpa darah, ditambah rambutnya yang juga putih. Dia terlihat sangat rapuh dan lemah. Hua Cheng menghabiskan waktunya menemani istrinya, ketika Xie Lian mulai batuk lagi. Hua Cheng akan mengusap punggungnya dengan lembut dan memberinya air hangat.
Tapi keesokan harinya, sesuatu yang buruk terjadi. Setiap Xie Lian menelan air dan makanan ringan. Dia akan memuntahkan segalanya. Tabib-tabib ahli di seluruh dataran sudah dipanggil, namun mereka hanya bisa menggigit bibir hampir menyerah.
Hua Cheng tidak tahan lagi, dia memukul salah seorang tabib dan berteriak marah, "Kerja kalian tidak becus! Apa kalian masih berani memanggil diri kalian tabib?! Kenapa istriku tidak juga membaik?"
Para tabib itu segera bersujud ketakutan, salah satu dari mereka menjawab dengan suara bergetar, "Maaf yang mulia. Penyakit pangeran putera mahkota sangat parah, tapi saya mencurigai ini bukan sesuatu yang kebetulan."
Mendengar itu, mata Hua Cheng menyempit, "Apa maksudmu?"
Tabib itu menjawab penuh keyakinan, "Saya menemukan bahwa organ internal pangeran putera mahkota mengalami kerusakan dan kerusakan itu semakin parah hari demi hari. Kerusakan organ internal cukup sering terjadi diantara para praktisi dan ada cara menyembuhkannya dengan mentransfer energi spiritual berserta memberi pasien ramuan ajaib. Kami sudah melakukan segalanya Yang Mulia, kami juga memberikan ramuan ajaib kelas atas pada Pangeran Putera Mahkota. Normalnya, dengan ramuan itu, setidaknya akan menyembuhkan organ internal meskipun sedikit. Tapi anehnya, organ internal pangeran putera mahkota tidak membaik namun justru memburuk."
Tabib lainnya menambahkan, "Benar Yang Mulia, kami telah melakukan penelitian dan kami yakin bahwa Pangeran Putera Mahkota sudah diracuni."
Hua Cheng mengepalkan tangan, "Lalu katakan padaku, racun macam apa itu? Dan bagaimana menyembuhkannya?"
Para tabib itu saling pandang kemudian mereka menggeleng bersamaan, "Soal itu, kami tidak tahu Yang Mulia. Tapi satu hal yang kami ketahui, racun itu bukan dibuat seorang apoteker."
"Lalu?"
Tabib itu menunduk lalu melanjutkan, "Ini dibuat penyihir, menggunakan teknik kutukan."
Mata Hua Cheng memompa, dia tiba-tiba teringat laporan yang mengatakan tentang penjara dingin, "Jangan-jangan.."
He Xuan melangkah masuk, dia mendengar semuanya dan meyakinkan Hua Cheng, "Tidak salah lagi, aku rasa ini perbuatannya. Apalagi aku mendengar Yu Wen memang bekerja sama dengan beberapa penyihir untuk teknik hipnotis. Tidak aneh kenapa bisnis perdangan manusia dibawah komandonya sangat lancar."
Napas Hua Cheng menjadi berat, matanya dingin, "Aku akan menemuinya."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.