[31.2] May I Confess Bagian 2

10.6K 1.7K 549
                                        

Suasana hati Xie Lian mendung ketika keduanya keluar dari restoran dan melanjutkan perjalanan menuju mansion. San Lang tidak bisa membantu tapi tertegun, ini pertama kalinya dia melihat Xie Lian marah sampai urat nadi di keningnya menyembul.

Memikirkan Xie Lian yang bersikeras membayarkan makanan untuknya, membuat San Lang sedih sekaligus senang.

Apa Xie Lian belum terbuka padanya?

Tidak bisakah pemuda itu membiarkan tuan kaya ini memanjakannya?

San Lang menghela napas tanpa daya. Dia kemudian berbicara, untuk mengatasi suasana suram diantara mereka. "Pemuda tinggi tadi adalah ketua dewan mahasiswa, sedangkan pria yang dia panggil 'istri' aku dengar adalah wakilnya."

"Dia menyebalkan." Xie Lian mendengus.

San Lang mengeluarkan suara 'pfft' dan tertawa terbahak-bahak. Baru ketika tawanya mereda, dia menjelaskan. "Dia berasal dari fakultas Ekonomi, hanya saja dia berada di jurusan manajemen keuangan. Namanya Wei Wuxian." Diam beberapa saat, San Lang bertanya dengan alis terangkat. "Apa gege tahu perusahaan Yunmeng Jiang di Beijing?"

"Perusahaan yang bergerak di bidang pengiriman dan logistik?"

"Benar!" San Lang mengangguk, dia tersenyum miring, "Wei Wuxian itu putera direktur Yunmeng Jiang."

Mata Xie Lian melebar, "Itu perusahaan besar! Tapi bukankah keluarga pendiri mereka bermarga Jiang? Bagaimana bisa 'penipu' itu memiliki marga Wei?"

"Dia anak angkat." Kata San Lang, "Orangtua Wei Wuxian dulunya orang kepercayaan direktur Jiang, setelah orangtua kandungnya meninggal, Jiang Fengmian membawa anak nakal itu ke keluarga mereka dan resmi mengangkatnya menjadi putera mereka."

Xie Lian menatap San Lang penuh kekaguman. "San Lang benar-benar berpengetahuan luas."

"Aku adalah pria yang hidup ribuan tahun."

Xie Lian, "......."

"Aku bercanda." San Lang tersenyum. "Hualian telah menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan Yunmeng selama lebih dari sepuluh tahun. Wajar jika aku tahu sedikit tentang mereka."

Andai San Lang tidak meneruskan kata-katanya. Xie Lian hampir saja menelan bulat-bulat ucapannya. Orang itu membuat lelucon dengan wajah sekeras batu, orang yang berhasil termakan leluconnya pasti memiliki selera humor buruk.

Dia tiba-tiba teringat dengan San Lang yang memanggilnya kekasih sebanyak dua kali hari ini. Memikirkan hal itu juga merupakan lelucon, Xie Lian tidak bisa tidak mendesah sedih. Dia berkata suram, "Lain kali berhentilah juga bercanda tentang aku adalah kekasihmu. Kamu bisa membangun kesalahpahaman banyak orang."

Bibir San Lang melengkung, dia melirik di balik kaca spion. "Apa kamu tidak menyukainya?"

Xie Lian tersedak, "Bukan seperti itu."

"Kalau begitu artinya kamu menyukainya."

"........." Xie Lian menghela napas, menyesuaikan kembali ekspresinya dan berkata dengan tenang dan lembut. "Aku hanya takut candaanmu membuat orang salah paham tentang kita, itu juga akan merepotkanmu."

Untuk beberapa lama San Lang tidak menjawab, mobil telah berhenti di depan mansion. Ketika Xie Lian mengulurkan tangan untuk membuka pintu, San Lang tiba-tiba berkata.

"Siapa yang mengatakan aku bercanda?"

Tangan Xie Lian terhenti di udara, dia menoleh dan matanya bertemu dengan wajah tampan San Lang. Ekspresi pemuda itu dingin, dia berbicara dengan suara berat dan dalam. Xie Lian tidak tahu sejak kapan tapi jantungnya berdebar kencang.

[BL] [END] A Guy With Cold Face (Heavenly Official Blessing FF Modern AU)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang