[19] Audition Theater Club

12.4K 1.8K 468
                                        

Formulir klub teater laris seperti kacang goreng membuat mereka kebanjiran anggota baru. Namun para senior di klub tahu orang-orang ini hanya datang untuk daging setelah berita tentang pria tertampan se-Universitas bergabung di klub menyebar secepat angin. Fakta ini terbukti dari banyaknya anggota baru perempuan, beberapa dari mereka bahkan cukup liar dengan menanyakan kebenaran informasi tentang San Lang ikut bergabung langsung pada senior penjaga stand perekrutan. Hal ini jelas mengungkat niat mereka sebenarnya dan para senior jelas tidak menyukai tipikal anggota seperti itu.

Jadi sebagai solusi, para senior klub teater memutuskan mengadakan sebuah audisi dan hanya menerima anggota yang benar-benar berbakat. Tidak terkecuali Xie Lian dan San Lang.

Pemberitahuan itu dikirim via wechat dan Xie Lian baru menerima pesan tersebut begitu mereka berdua tiba di rumah. Keduanya saat itu bersantai di ruang keluarga di lantai dua, Xie Lian sibuk memilah buku-buku yang akan ia gunakan untuk kuliahnya.

"Klub teater akan mengadakan audisi untuk menentukan anggota baru. Apa selalu seperti ini?" Xie Lian bertanya begitu selesai membaca pesan di ponsel pintarnya.

San Lang meletakan majalah yang dia baca ke meja di samping sofa, dia menjelaskan dengan malas. "Kurasa tidak, namun tahun ini tampaknya mereka mendapat anggota lebih banyak dari sebelumnya jadi mereka memangkas jumlah anggota dengan audisi ini."

Wajah Xie Lian memperlihatkan sedikit garis-garis gelap, "Aku harap audisinya tidak sulit."

San Lang yang berbaring di sofa bersuara, "Aku dengar klub teater Universitas cukup populer. Mereka bahkan pernah mewakili China untuk kompetisi skala dunia. Walau disebut klub, kenyataannya mereka seperti sebuah organisasi yang tertata. Mereka membagi anggota dalam beberapa divisi, dari divisi desain panggung, divisi pemain, divisi make up artist hingga divisi story writer. Anggota mereka kebanyakan punya lebih dari satu kelebihan."

"Aku hanya bisa berakting." Xie Lian menimpali dengan suram.

Alis San Lang terangkat, dia menggeser tubuh hingga berbaring miring menghadap Xie Lian. "Benarkah? Aku pikir gege seorang yang multi-talenta."

Xie Lian tertawa, "Kenapa kamu berpikir demikian?"

"Gege terlihat seperti seorang intelek namun kamu bisa mengerjakan segala pekerjaan rumah dengan baik. Kamu rajin, cerdas dan kuat." San Lang menyebutkan semua kelebihannya tanpa setitikpun keraguan. Xie Lian yang mendengar itu merasa bahagia namun juga sedikit malu.

"Kamu terlalu melebihkan."

"Itu sungguhan." San Lang menimpali, "Apa gege bisa bermain musik?"

Xie Lian berpikir sejenak, "Aku pernah menguasai beberapa alat musik, dulu ayahku memberikanku sebuah quqin dan melatihku cara memainkannya, tapi karena kejadian itu sudah lama, aku pikir kemampuanku sudah berkarat."

Guqin/quqin

"Lalu bagaimana jika kamu mencobanya sekarang?" San Lang bertanya dengan mata cerah.

Xie Lian terkejut, "Tapi quqin-nya.."

Belum selesai dia berbicara, San Lang sudah bangkit dari sofa dan berlari menuju lantai satu dan kembali lima menit kemudian dengan sebuah quqin kayu. San Lang menempatkan diri di samping Xie Lian dengan meletakan badan quqin di atas meja, dia berkata dengan ceria seperti anak-anak, "Coba mainkan untukku ge."

Xie Lian tidak menjawab, dia tampak takjub, "San Lang bahkan punya quqin?"

"Aku punya tapi aku tidak bisa memainkannya."

[BL] [END] A Guy With Cold Face (Heavenly Official Blessing FF Modern AU)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang