Pada dasarnya kamu itu manis cuma dibutuhi pelengkap nya saja yg akan membuat kamu bisa benar-benar terlihat sempurna manisnya, yaitu aku.
-----------
*******
"Woy Nay jangan lari-lari!!"
"Bentar Ta!!" Gadis dengan bola mata bulat, bulu mata lentik. Senyum lebarnya yang mengalahkan sinar mentari itu terus berlari. Rambutnya dikuncir satu dengan jepitan hello kitty. Wajahnya secerah rembulan hingga membuat beberapa pasang kaum adam meneguk ludahnya masing-masing.
Tak munafik meski badannya mungil gadis itu punya senyuman yang mampu menyihir siapa saja.
"GUE TENDANG BENERAN NIH LO KALO GAK BERENTI?? SATU!" dibelakangnya sudah ada gadis lain yang memasang wajah garang siap menerkam siapa saja. Kalau melihat itu para kaum adam yang tadinya ingin tepe tepe jadi moon-door.
"Ntar Ta! Bentar!" gadis dengan nametag Nayya Sheila Navellyn itu sesekali menegok kebelakang memperhatikan tingkah sahabatnya yang membuatnya tertawa lepas.
"Ngerjain Tata emang enak," gumam Nayya.
"WOY! ANJIR EMANG NIH BOCAH!" beberapa detik gadis dengan sepatu sekolah yang sudah ada ditangannya itu baru menyadari bahwa sahabatnya bisa saja dalam bahaya kali ini.
"NAY!! AWAS!! WOY ANJIR! NAYY DENGERIN GUE!"
"Wlekk," Nayya menjulurkan lidah tak percaya. Dia kemudian memekik kaget saat tubuhnya menabrak dada bidang seseorang.
"Bunda!" latah Nayya spontan begitu saja saat hampir saja tubuhnya jatuh ke lantai.
Beberapa detik tatapan mereka beradu.
Mata sedingin es itu akhirnya membuat Nayya mengerjap ngerjap.
"Bego!" suara berat dan dalam laki-laki itu membuat Nayya merasa bulu kuduk nya merinding.
"Ganteng," ceplos Nayya begitu saja. Senyum manisnya kemudian terbit. "Hai?" sapanya tanpa dosa.
Tanpa basa basi cowok dengan seragam sekolah yang dikeluarkan juga kancing dua teratas nya dibuka itu kemudian melepaskan rengkuhan nya di pinggang Nayya. Dengan tubuh jangkung yang dibalut jaket hitam lalu rambutnya yang berantakan justru menambah kesan badboy menguar.
"Eh!" untung saja Nayya sigap agar tak jatuh. "Astaga bilang bilang dulu dong," ucapnya dengan bibir yang dimajukan.
Sementara cowok itu masih memandang Nayya dengan dingin, sedatar datar nya tanpa ekspresi sama sekali.
Kedua cowok lain dari belakanh menatap keduanya bingung.
"Ngapa Ar?" tanya salah satunya kalem.
"Woy sape nih? Doi?" celetuk salah satunya sembari memainkan permen karet nya menjadi balon.
"Gak," balas Arkan kemudian hendak pergi.
"Eh jangan pergi dulu dong, kenalan boleh kan? Arkan kan? Sebelas ipa dua? Aku Nayya Sheila kelas sebelas ipa satu, harusnya kelas nya nggak jauh ya? Tapi karna ipa dua di lantai atas gak pernah pas pas an deh, Hehe baru pertama kali liat kamu secara langsung, bener ya kata orang kamu gantengnya kelewatan," ujar Nayya blak-blakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARKANAYYA [COMPLETED]
Roman pour Adolescents[BEBERAPA CHAPTER DI PRIVAT FOLLOW DULU SEBELUM BACA] "Arkan aku cinta kamu," Jeda sebentar, "Kamu juga kan?" "Enggak. Lo tau sendiri kita pacaran karna taruhan. Lupa hm?" "Arkan tapi aku sayang beneran sama kamu." "Tapi gue enggak! Pergi! Atau lo b...
![ARKANAYYA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/205703444-64-k663877.jpg)