8.HE IS TROUBLEMAKER (2)

8K 462 3
                                        

Ketika semuanya menyerah. Hanya aku lah yang tidak akan menyerah.
—————————————

"Nah ini dia yang di tunggu tunggu! Woy kan! Sini lo! Kemana aja lo!?" Teriak Arjuna kesal karna teman nya ini seenak jidat bolos mereka heran kenapa juga arkan bolos.

"Eh bentar bentar baju lo!!?" Pekik mereka berdua. Setelah Arkan mendekat.

"Gue masih pake baju kan?" Sahut nya datar. Mengambil duduk di samping Arjuna. Lalu meminum es teh yang ada di depan nya. Tak perduli punya siapa. Dia ini sedang haus jadi biarkan saja.
Kedua teman nya hanya melongo tak percaya.
Lalu sedetik kemudian Arjun yang pertama sadar segera memekik heboh.

"Hah es gue kan! Es gue!!! Huaaa es teh guee kan jangan diabisin," Pekik Arjuna histeris seraya mendramatis. Menirukan korban yang paling tersakiti. Sambil melambai-lambaikan tangan ke arah es yang sudah habis.

Nando mengerjap kan mata nya. Lalu mengucek mata nya ulang.

"Lo gila ya ka!?" Pekik Nando masih dengan mulut mengaga.

Arkan hanya mengangkat alis nya satu seolah bertanya 'kenapa?'

"Bangsat!" Umpat Nando segera berdiri. Tanpa aba-aba ia memukul rahang arkan dengan dada memburu menahan amarah.

"NGAPAIN LO BALIK KAYAK GINI BANGSAT!?" Teriak Nando dengan wajah memerah.

"APA URUSAN NYA SAMA LO ANJING!?" Tak Terima Arkan balas meninju balik nando.

Arjuna yang berdiam sedari tadi segera sadar dan melerai keduanya agar berhenti berkelahi sebelum area kantin berubah jadi area bertarung.

"UDAH MAN! LO BERDUA COWOK KAN!? SELESAI IN BAIK-BAIK! GAUSAH PAKE TONJOK-TONJOK AN!" Teriak Arjuna murka. Seraya menenangkan kedua nya. Tangan nya ia taruh di belakang punggung kedua teman nya itu.

Mereka semua yang melihat hanya bungkam tidak berani mendekati.

"BILANGIN SAMA TEMEN LO ITU YANG MAEN NONJOK DULUAN!" Sahut Arkan lagi seraya mendecih lalu membuang ludah nya. Sudut bibir nya berdarah.

"YA LO MAU JADI SOK JAGOAN LAGI DENGAN CARA KAYAK GINI? GUE TEMEN LO GUE NGASIH TAU YANG TERBAIK!" Sahut nando tak mau mengalah.

"Oke kalo itu bisa buat gue keliatan brengsek dimata orang." Jawab arkan santai dengan nada melunak. Lalu menarik kursi yang tadi terdorong kebelakang.lalu menduduki nya lagi.

"Sialan lo ka! Kita udah ada perjanjian dulu. Lo lupa?" Kata Nando lagi dengan tatapan tak percaya kepada arkan.

"Disinilah gue! Bisa bikin jati diri gue sendiri. Disini juga gue berubah dan sekarang gue muak pernah berubah. Lo pikir masa remaja tanpa kenakalan itu enak?" Jelas Arkan lebih panjang dari biasanya, hem rekor.

"Sialan!" Umpat Nando lagi.

Arjuna yang sedari tadi diam akhirnya memilih angkat bicara.

"Terus Apa mau lo sekarang?" Kata cowok yang sering disebut tebar pesona. Raut wajahnya terlihat serius menatap Arkan yang sedari tadi menyenderkan punggung nya di kursi kantin.

"Kita balik ke geng!" Putusnya sambil membuka mata nya yang tadi terpejam sejenak. Lalu beralih menatap kedua temannya.

"Oke gue setuju! Kita tunjukin bahwa kita itu si troublemaker nya SMA Prisma!" Seru Arjuna dengan wajah puas namun terselip ragu didalam nya.

ARKANAYYA [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang