47.PANAH HATI (LAGI)

9.2K 471 27
                                        

Logika dan hati itu berbeda, jika salah langkah jangan salahkan salah satunya.
—————————————

Pagi hari yang cerah ini murid SMA prisma kembali bangun dengan wajah muram. Mereka masih kurang tidur setelah semalaman uji nyali. Banyak yang mengalami tragedi aneh katanya. Ada yang bilang bahwa kostum perempuan yang nangis sambil duduk di bawah batu itu terlalu seram. Saat mereka menanyakan kepada beberapa guru ternyata itu tidak ada dalam hantu bohongan mereka. Itu membuat semuanya langsung merinding dan bergidik ngeri.

Pagi ini mereka semua akan memasak secara perkelompok.

Nayya tertawa kecil memperhatikan wajah kesal tata saat memotong bawang dan cewek itu menangis.

"Coba sini," Nayya mengambil alih bawang dan cabai itu. Tangan nya gesit memotong setiap inci permukaan nya membuat tata berdecak kagum. Tentu, dia sering membantu bi inah di dapur ketika bosan.

Nayya mengangkat alis nya. "Keren kan gue?"

Dan rasanya tata menyesal telah mengeluarkan decakan itu dari bibirnya. Cewek itu lantas mendengus pelan.

Bukan lomba atau apapun melainkan untuk dimakan bersama. Sederhana namun penuh makna. Mereka tertawa sambil memakan makanan pagi itu dengan suka cita. Bahkan jika ada yang memiliki kekasih mereka akan saling bersuapan. Oke itu memang lebay, tapi itulah yang dilihat mereka yang single.

Guru-guru pun bahkan langsung melongo melihatnya. Mereka akhirnya tertawa bersama.

Nayya tersenyum kecil. Kepalanya menggeleng kuat ketika memori tadi malam terulang. Matanya menangkap arkan yang tengah memegang sendok dan memasukkan nasi itu kedalam mulut viona. Bagaikan ditampar Sekuat-kuatnya dia melempar pandangan nanar.

Nayya memilih memalingkan wajahnya. Sakit. Cewek itu lantas memegangi dada nya sendiri mengusir rasa sesak yang seakan menghantui tubuhnya.

Sebuah air putih terulur begitu saja ketika Nayya tengah menguatkan diri. Kening nya berkerut. Kepalanya mendongak. Matanya langsung berbinar senang. "Sam!!!"

Samudera terkekeh. Dia duduk lalu mengacak gemas rambut Nayya. "Are you okay honey?"

Nayya terkekeh kecil. Dia mengangguk bak anak kecil dengan senyuman polos. Matanya mengerjap cepat saat botol itu digerakkan lagi oleh samudera. Lantas dia mengambil itu dan menyengir. "Lo pasti kangen gue, hem?"

Nayya memutar bola matanya malas. Dia memilih membuka tutup botol itu lalu meminumnya.

Samudera duduk di samping Nayya yang tengah menegak air itu. Dia mengedarkan pandangan. "Mana temen lo yang bawel itu? Biasanya lo sama dia,"

Nayya mendelik. "Parah! entar gue bilangin ke tata aja lo nuduh gue!"

Samudera tertawa geli. "Gue sih lebih takut lo marah," Ucapnya lagi.

Nayya mengerutkan kening nya. Samudera mendekat lalu berbisik pelan. "Takut nya lo langsung jadi banteng!"

Nayya melotot. Dia memukul lengan cowok itu dengan botol yang masih tersisa setengah itu. "Ayo ulangin tadi lo bilang apa?" Kata nya dengan dagu sedikit terangkat.

Samudera menggeleng polos membuat Nayya akhirnya mendorong tubuh samudera dan memalingkan wajah nya dengan kesal. "Nyebelin!" Gerutu Nayya.

ARKANAYYA [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang