Now playing•|Maafkan aku, Terlanjur mencinta-Tiara•|
Maaf banget update nya ngaret padahl udh mau ending:v
Jangan lupa vote dulu ya!
******
Pernahkah aku berkata bahwa aku membencimu? Jika kali ini iyya, maka aku sudah jatuh di yang paling dalam.
-----------------
Nayya menatap gemerlap bintang tanpa ekspresi. Dia menunjuk salah satu bintang. "Ma? Apa mama ada disana?" Gumamnya.
Mata gadis yang biasanya selalu menjadi tumpuan orang itu kini membengkak. Rambutnya juga tidak dia rapikan lagi. Bibir nya juga pucat. Wajah yang selalu menampilkan wajah ramah itu kini lenyap. Tidak ada lagi binar kebahagiaan nya, hanya ada tatapan kosong.
Apa seperti ini jalan hidupnya?
Apa seperti ini garis takdir nya?
Kenapa Tuhan memisahkan kita lalu mempertemukan kita kembali?
Mengapa hati ini selalu berkata sebaliknya dengan logika?
"Ma..."
"Nayya lelah... Mama gamau peluk nayya?" Mata nayya memandang sayu hamparan langit malam, udara dingin pun ikut menyapu permukaan wajahnya.
"Ma.. Nayya ikut mama aja ya?" Rasanya menangis saja sudah tidak bisa, nayya merasa air matanya sudah habis.
"Ma.. Dunia ini jahat sama nayya,"
"Nayya selalu dianggap tidak ada, nayya selalu dianggap remeh, nayya selalu dianggap hal percuma, apa nayya gak pantas untuk bahagia?" Bibirnya bergetar membuatnya menggigit kecil.
Perlahan dia hembuskan nafasnya dengan berat. Meski perutnya meronta minta diberi asupan nutrisi tapi nayya tidak memperdulikannya, karna sudah biasa. Biasanya dia sibuk dengan pekerjaan nya sampai melupakan makan. Bahkan kadang hanya satu kali sehari, jadi itu bukan hal sulit.
Walaupun dia seorang dokter yang sering memperingatkan keadaan seseorang, tapi dia tidak pernah mau diatur orang.
Terdengar ketukan di pintu namun nayya masih bergeming. Dia tau itu tata yang sedari tadi memang membawanya kerumah nya yang ada di sini, lebih tepatnya rumahnya dulu.
"Nay?? Makan dulu! Gue khawatir nay! Pokoknya kalo lo gak makan gue gak makan juga ya?"
Nayya mengerjap seketika, sahabatnya itu sudah sibuk dengan pekerjaan nya yang akhir-akhir ini melelahkannya, jika tidak makan pasti akan berdampak buruk bagi kesehatan.
Nayya menggeleng. Sahabatnya tidak perlu merasakannya. Dia segra keluar dan menuruti permintaan tata membuat tata menghela nafas lega.
****
"Arkan? Papa dengar kamu memohon pada seorang wanita?" Suara Adriel langsung terlontar tanpa basa-basi melihat putra nya masuk kedalam rumah dengan keadaan kacau.
Arkan tak membalas bahkan dia berniat untuk melangkah pergi, dia memang salah memilih pulang kerumah.
"Arkan! Papa bicara sama kamu!" Tegas riel melihat putranya itu mengabaikannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARKANAYYA [COMPLETED]
Teen Fiction[BEBERAPA CHAPTER DI PRIVAT FOLLOW DULU SEBELUM BACA] "Arkan aku cinta kamu," Jeda sebentar, "Kamu juga kan?" "Enggak. Lo tau sendiri kita pacaran karna taruhan. Lupa hm?" "Arkan tapi aku sayang beneran sama kamu." "Tapi gue enggak! Pergi! Atau lo b...
![ARKANAYYA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/205703444-64-k663877.jpg)