Now playing|•Sampai tua nanti•|
°°°°°
Jangan terlalu percaya diri, apa kamu melupakan yang sudah berlalu hingga seyakin itu?
———————————————
Arkan menghela nafasnya pelan. Dia sedang duduk di kursi biasanya. Pikirannya berkelana. Seulas senyum pahit akhirnya terukir. "Biarin dia bahagia," Gumam nya.
"Lalu? Gue harus bahagia juga? Apa bisa? Tanpa dia?"
"Kan!" Panggil suara itu. Tatapan datar nando akhirnya terlihat dari balik pintu. Cowok itu masuk lalu bersidekap dengan wajah yang lebih santai. "Kalo lo sayang ya perjuangin, tapi kalo udah ada yang milikin ya ikhlasin."
"Simple! Lo aja yang dibikin ribet!"
Omongan itu semakin pedas saja membuat arkan mendengus. "Bicara lo bisa gak nyantai dikit kalo lagi sama gue?"
Nando tertawa kecil. "Lo juga kan yang dulu nyuruh dia pergi terus? Wajar dia sekali pergi terus gamau balik lagi ke lo," Dia berusaha menyadarkan nya, bukan bukan dia tidak mendukung nya, tapi jika memang wanita yang sudah dimilikin orang memang tidak pantas diperjuangkan.
Arkan bergumam kecil. Rongga dadanya terasa sesak. Apa ini yang Nayya rasakan dulu? "Apa gue emang udah gabisa dapetin dia lagi?"
Nando menghela nafasnya, dia tau rasa sakitnya. "Gue gak minta lo langsung ikhlasin, pelan-pelan! Hal pertamanya yaitu minta maaf terus bilang ke dia semoga bahagia,"
"Kayak mau kemana aja," Celetuk arkan.
Nando makin geram, "bisa gak sih jangan kek Arjun dulu?"
Arkan tersenyum tipis. "Yo."
Nando mengelus dadanya. "Sabar-sabar,"
"Oke lanjut, jadi semua tergantung lo! Daripada nyakitin hati lo semakin dalam? Kalo ada usaha pasti bakal ada hasil kan, gue yakin lo nemuin lagi entar."
Arkan termenung. Bisakah? Jadi... Gue harus ngelepas dia?
****
Nayya mengusap keringat yang ada dipelipisnya. Saat ini dia sedang berjalan di supermarket. Kebetulan dia lupa membawa kunciran nya sedangkan hari ini matahari bersinar sangat terik.
"Em coklat kayaknya enak, udah lama gak makan," Gumam nanya dengan mata berbinar saat melihat coklat di rak.
Langkah nanya terhenti saat melihat tempat biasa menyimpan es krim. Astaga! Kebiasaan ngelamun mulu!
Nayya membalikkan badan nya lalu tersentak kaget ketika ada orang di belakang nya. "Astaga, e-eh maaf,"
Wanita yang hampir ditabrak nya itu membulatkan matanya begitupun nayya yang kini mendongak.
Mereka saling berpandangan beberapa detik.
"Nayya!?"
"Alitha?"
Kedua wanita itu segera berpelukan.
"Yaampun nay! Kamu kemana aja!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
ARKANAYYA [COMPLETED]
Teen Fiction[BEBERAPA CHAPTER DI PRIVAT FOLLOW DULU SEBELUM BACA] "Arkan aku cinta kamu," Jeda sebentar, "Kamu juga kan?" "Enggak. Lo tau sendiri kita pacaran karna taruhan. Lupa hm?" "Arkan tapi aku sayang beneran sama kamu." "Tapi gue enggak! Pergi! Atau lo b...
![ARKANAYYA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/205703444-64-k663877.jpg)