63.KAMU,SENJA DAN HUJAN

7.9K 404 11
                                        

Rasanya aneh, rindu ini perlahan menguap ke udara membentuk kesatuan yang selalu aku ingin hilangkan.
————————————————

Apa filosofi hidup sebenarnya?

Ketika kecil bahagia dengan tanggungan tiada tara?

Ketika remaja bahagia dengan kebebasan?

Ketika dewasa bahagia dengan karir?

Atau ketika kita menemukan cinta yang ada?

Semua itu ada masanya. Hingga di titik dimana kita duduk berdua pada masa tua memandang cucu-cucu kita.

Anehnya, apa itu hanya harapan ku?

Apakah kini itu hanya bayanganmu?

Apakah kini kamu yang ilusi?

Arkan meraih ponselnya yang bergetar. Matanya belum sepenuhnya terbuka, dia baru tidur dua jam yang lalu. Deheman nya menjawab panggilan itu.

"Weits! Baru bangun lo bos?"

Arkan mengernyit lalu menjauhkan ponselnya sebentar, dia mendengus pelan mendengar suara bawahannya yang menyebalkan itu. Deheman lagi-lagi yang dikeluarkannya.

"Gak ada kata laen gitu? Lo mah ham hem ham hem doang, dikira gue apaan? Anak kecil yang mau makan bubur? Gu--"

"Gue matiin!" Potong arkan ketus.

"Eh jangan-jangan, sorry bos, lo masuk gak nih? Kalo enggak sih gapapa, jadwal lo free hari ini kecuali file yang udah gue kirim ke lo itu yak!"

Arkan membuka matanya lalu melirik sekilas jam di nakas. Sepertinya dia malas berangkat hari ini, lagian hanya sehari saja tidak akan ada masalah,semoga. "Oke."

Diseberang dia mendengar laki-laki itu menggerutu sebal.

"Heran! Punya bos kok dingin amat kayak kulkas!"

"Lo ngatain?" Tanya arkan santai.

"Yaiy-- eh enggak! Anjir terakhir kali gue bilang iyya lo mau mecat gue! Yaudah lanjut tidor sana bos!"

Arkan segera mematikan sambungan sepihak. Dalam hati dia bergumam, pasti temannya itu tengah mengumpat kesal. Tapi sayangnya arkan tidak perduli.

Arkan beranjak, dia tersenyum tipis memandang foto nayya yang lagi-lagi sudah menyapanya. Hal rutin yang dilakukan nya adalah memandang fotonya selama satu jam atau bahkan lebih lalu setelah itu baru dia merapihkan diri. Matanya juga menangkap ketiga foto lainnya. Foto abangnya dan dirinnya. Foto dirinya dengan adiknya. Dan terakhir fotonya dengan ayah dan ibunya.

Arkan memilih mengenakan kaos oblong hitam nya dan dia padukan hoodie abunya. Tentu saja dia memakai kacamata hitam nya. Penampilan seorang arkan akan selalu mempesona dalam hal apapun.

Arkan selalu memakai pakaian santai selain kekantornya. Lagipula dia masih pantas memakainya. Tentu saja tidak akan ada yang mengenalinya kecuali yang memang pernah mengenalnya lebih dekat. Seperti sahabat-sahabat nya mungkin?

"Huft..."

"Taman, gak terlalu buruk." Gumamnya.

Arkan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Biasanya jika di Indonesia, ingin keluar pasti dia bisa memakai motor nya saat SMA.

ARKANAYYA [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang