Sampai kapan semuanya berjalan? Sesuai takdir yang merestui kah? Atau semesta yang menyanggupi?
——————————————————
Butiran air turun di muka bumi. Membuat banyak genangan terkumpul melewati senja yang ingin menampakkan dirinya. Berada di sosok yang telah semesta tentukan. Kini Arkan dan Nayya diam dengan ekspresi yang berbeda. Mereka tengah berteduh di halte. Bersamaan dengan yang lain nya yang tengah menatap ke arah mereka.
Nayya memperbaiki kunciran rambutnya. Ia melakukan secepat kilat sebelum ada yang melihat nya lebih lama. Akhir-akhir ini hujan lebih sering turun. Nayya tersenyum tipis. Hujan membuat nya lebih nyaman.
Tak ada yang bisa menggambarkan betapa senang nya Nayya saat ini. Terjebak di kala senja dalam hujan. Dan dengan dingin nya angin yang membawa daun-daun berhamburan. Hanya saja ia merasa lebih kedinginan saat ini. Kalau dipikir-pikir apa semesta tengah merestui nya saat ini? Selalu seperti ini ketika ia bersama arkan. Selalu ada yang membuat nya terjebak lebih lama bersama nya.
Nayya menoleh. Mata nya berusaha mencari celah titik kesempurnaan ciptaan Tuhan ini. Sudut bibir nya terangkat membentuk senyuman paling manis yang pernah ada. Kapan? Kapan aku bisa memiliki mu seutuhnya?
Tersadar akan sesuatu. Arkan mengangkat pandangan nya dari handphone nya lalu menoleh. Disana Nayya sedang mengamati muka nya. Dahi Arkan berkerut tak mengerti. Ia menaikan satu alis nya.
Nayya mengerjapkan mata nya. Pipi nya terasa lebih panas padahal tadi dingin. "Eh-em- itu tadi ada nyamuk di pipi kamu," Alibi nya. Arkan bergeleng pelan. "Pipi lo tuh yang ada!"
Nayya membulatkan mata nya. Ia memegangi pipi nya sendiri. Arkan tersenyum geli. Bodoh, gumamnya.
Nayya cemberut kesal ketika sadar arkan hanya mengerjai nya saja. Ia memalingkan wajah dengan kesal. "Ih! Galucu tau!" Rajuknya.
Arkan tersenyum geli. "Dasar bego." Katanya seraya menepuk puncak kepala nayya.
Nayya masih memanyunkan bibir nya. "Hem hujan nya masih lama ya kayaknya," Gumamnya.
Ia menoleh ke arkan. Lalu menepuk jidat nya. "Oh iyya lupa! Jaket kamu!" Kata nya tiba-tiba.
Arkan berdecak. "Dasar pikun," Cibirnya. Nayya cemberut kesal. "Maaf ya, besok deh aku bawa."
Arkan mengangguk santai. Ia melihat Nayya tengah menggigit bibir bawah nya menggigil. Cewek ini, batinnya.
Arkan melepaskan jaketnya lalu menyampaikan ke pundak gadis itu. Ia tidak mungkin setega itu membiarkan pacarnya sendiri menggigil di tengah jalan, apalagi saat ini banyak yang tengah memperhatikan nya. Mata mereka beradu. Arkan mengunci pandangan Nayya. Seolah menelusup ke dalam bola mata hitam Nayya. Tak ditemukan kebahagian hanya raut sendu yang tersimpan di dalam nya. Ia mengerjap lalu mengalihkan padangan nya. Begitupun Nayya. Arkan bergeleng pelan. Untuk apa ia memikirkan itu. Toh yang dia lihat gadis ini selalu tersenyum ceria.
Nayya tersenyum lebar. "Makasih ar, tapi apa kamu gak kedinginan?" Tanyanya.
Arkan bergeleng singkat. "Pake dan diem." Titah nya.
Sontak banyak yang menatap Nayya dengan pandangan iri. Ketika arkan melepaskan jaket nya dan memberikan padanya. Ia baru sadar banyak bisik-bisik disekitar nya, tidak lebih tepat nya pekikan kagum serta iri.
Nayya memutar bola mata nya jengah. Tidak jelas kalau arkan ini miliknya apa.
Dia menoleh ke arkan lagi. Dia mendekatkan dirinya. "Aku seneng," Bisiknya. Arkan mengangkat kedua alis nya. "Gue nggak." Balasnya singkat. Iyya dia memang benar tidak suka hujan seperti ini terlebih nanti ia akan tauran. Ia sedang menghubungi teman nya untuk menunda. Lagipula sekarang matahari sudah hampir tenggelam.
Arkan menghembuskan nafas nya. Ia menoleh. Terlihat disana gadis itu tengah tersenyum sendiri. Arkan bergidik ngeri lalu mendorong kepala nayya menjauh. "Gila," Gumamnya.
Nayya cemberut kesal ia menghentakan kakinya dengan kesal. "Padahal kalo dingin dingin gini enaknya dipeluk," Katanya memberikan kode seraya menyengir.
Arkan hanya diam. Lalu ia menggenggam tangan nayya. Nayya tersentak. Ia menatap jari nya yang bertautan dengan jari arkan. Sudut bibir nya mengembang seperti biasa. Kamu itu apa si? Selalu gak pernah ketebak oleh hati yang terus berharap.
"Kita pulang sekarang,"
Entah itu pertanyaan atau pernyataan tetapi yang pasti sekarang arkan tengah menaikan jaket arkan yang dipakai nayya ke atas untuk menutupi kepalanya. Nayya mengerutkan dahi nya. "Kenapa?"
Arkan memutar bola matanya jengah. "Lo mau disini sampe besok?" Tanya arkan datar.
Nayya mengerjap. Ia melirik ke atas untuk memikir. "Eh iyya juga si, yaudah ayo pulang,"
Arkan menggelengkan kepala nya melihat ekspresi polos gadis didepan nya ini. Tanpa sadar sudut bibir nya terangkat membuat seulas senyum tipis. Ia segera menetralkan ekspresi nya kembali. Lalu menarik nayya yang sedari tadi menatap hujan dengan mata berbinar senang.
Arkan segera melajukan motor nya dengan kecepatan lebih. Refleks nayya melingkarkan kedua tangan nya didepan.
Arkan berusaha fokus mengendarai dengan memandang kedepan. Shit! Gue kenapa.
"HUJAN TERIMAKASIH!" arkan menoleh kaget kebelakang. Hampir saja motor nya oleng. Dibelakang nayya tengah berdiri dan menikmati hujan yang menyapu setiap wajah nya. Arkan menggelengkan kepalanya pelan.
Motornya ia pelankan, bukan apa-apa nanti cewek itu jatuh malah terjadi kecelakaan. "Duduk diem!" Perintah arkan dengan suara serak.
Nayya menyengir lebar. "Ayo kamu teriak dulu pasti rasanya lega deh,"
Arkan menggeleng. "Gak."
Nayya menarik seragam arkan dengan kesal. "Ayo dong!"
Karna kesal akhirnya cowok itu berteriak juga. "HUJAN BAWA KEBAHAGIAAN!"
Arkan tidak tau kalau akan ada rasa lega setelahnya. Senyumnya terukir. Di belakang nayya tersenyum lebar.
Sore itu, di senja yang sama mereka tidak tau bahwa akan ada banyak hal yang berubah nantinya, kapan dimana dan dengan siapanya akan berubah suatu saat nanti.
Takdir memilih berdiam diri menatap senja seorang diri, takdir tidak ada yang tidak adil hanya beberapa saat kamu mengetahui kedepan nanti maka kamu akan menyadari.
****
Tbc
17-03-20.
salam,
nay.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARKANAYYA [COMPLETED]
Ficção Adolescente[BEBERAPA CHAPTER DI PRIVAT FOLLOW DULU SEBELUM BACA] "Arkan aku cinta kamu," Jeda sebentar, "Kamu juga kan?" "Enggak. Lo tau sendiri kita pacaran karna taruhan. Lupa hm?" "Arkan tapi aku sayang beneran sama kamu." "Tapi gue enggak! Pergi! Atau lo b...
![ARKANAYYA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/205703444-64-k663877.jpg)