Sahabat itu sama artinya dengan saudara, satu terluka pasti yang lainnya ikut terlibat.
------------------
"WOY WOY WOY KETOS BERANTEM SAMA PANGLIMA SEKOLAH! BURUAN BURUAN!"
Nayya menoleh mendengar teriakan itu. Dia setengah tidak dengar tapi yang pasti dia hanya mendengar kata berantem. Keningnya berkerut dalam. Apa arkan yang berantem? Batinnya.
Nayya menatap penasaran pada teman sekelas nya itu. "Siapa?" Tanyanya.
Cowok itu menoleh lalu menunjuk kearah luar masih dengan nafas yang memburu. "Arkan! Cowo-- eh maksud gue arkan sama samudera yang berantem!"
Mata nayya membulat seketika. Dia langsung berlari tanpa ragu. Selama berlari dia memikirkan hal itu. Kenapa samudera berkelahi? Apa dua orang itu punya masalah? Pikiran nya sudah tidak tentu sekarang yang ia inginkan hanyalah cepat sampai disana. Kakinya melangkah turun dengan cepat saat di tangga. Hampir mencapai akhir tangga kakinya meleset. Dia jatuh.
"Awsh!" Dia meringis memegangi kepala nya yang terbentur tembok. Pandangan nya seperti berkunang. Dia menggelengkan kepalanya pelan. Dia merutuki diri sendiri yang ceroboh disaat tidak tepat. Pelan, dia berlari kembali setelah meminimalisir rasa nyeri di kening nya.
Di lapangan semua sudah berkerumun membentuk lingkaran. "Kenapa gak dipisahin," Desisnya setelah menyeruak masuk. Sekarang tepat dihadapan nya kedua cowok itu saling baku hantam tanpa ampun.
"STOP!!" Teriak nayya. Arkan yang ingin membalas pukulan samudera terhenti. Cowok itu mendengus lalu mengusap kasar sudut bibir nya yang berdarah.
Nayya menatap mereka sendu. Dia mengalihkan pandangan nya pada samudera. "Sam," Panggilnya.
"Kenapa kalian berantem?" Ujar nayya hampir seperti bisikan.
Arkan menoleh. Cowok itu memandang nayya dengan pandangan yang sulit diartikan. "Tanya sama dia! Gue gak cari masalah," Ketus cowok itu sambil menunjuk samudera.
Samudera tersenyum miring. "Lo bego," Desisnya.
"Lo bakal nyesel kehilangan harta yang paling berharga suatu saat nanti! Gue pastiin!" Samudera berujar tajam tepat di muka arkan seolah-olah itu akan terjadi nanti.
Arkan mengalihkan pandangan nya. Dia merangkul bahu viona yang baru menghampiri nya. Dia tersenyum menenangkan pada viona.
Samudera semakin mengepalkan tangan nya. "Bodoh," Gumamnya. Dia menarik lengan nayya yang hanya melihat keduanya dengan getir.
Samudera dan nayya langsung ke UKS. "Kening lo kenapa?" Tanya samudera memiringkan kepalanya.
Nayya menggeleng. Akhirnya satu air mata lolos dari mata indahnya. "Kamu kenapa pake berantem sih sam!" Isaknya. Cewek itu memukul mukul dada bidang samudera. "Kenapa!? Hah kenapa!?"
Samudera tidak menjawab. Cowok itu bergeming sebentar. "Karena gue gak mau liat lo terus-terusan disakitin,dia emang pantes dapet itu."
Nayya mendongak. "Aku gak butuh belas kasihan orang! Kamu gak perlu kayak gitu! Emang apa sih yang kamu lihat?"
Samudera menatap sendu nayya. Gadis itu ingin selalu terlihat baik-baik saja walau tau sedang rapuh. Pelan, dia mendekap tubuh bergetar nya. "Maaf," Gumamnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARKANAYYA [COMPLETED]
Ficção Adolescente[BEBERAPA CHAPTER DI PRIVAT FOLLOW DULU SEBELUM BACA] "Arkan aku cinta kamu," Jeda sebentar, "Kamu juga kan?" "Enggak. Lo tau sendiri kita pacaran karna taruhan. Lupa hm?" "Arkan tapi aku sayang beneran sama kamu." "Tapi gue enggak! Pergi! Atau lo b...
![ARKANAYYA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/205703444-64-k663877.jpg)