Kringg kringg kringg
Bel istirahat berbunyi. Inilah surganya bagi semua murid karena dapat beristirahat sejenak dari pelajaran yang dapat mematikan.
"Pelangi gue nggak bisa ke kantin bareng lu deh. Soalnya gue harus ngumpulin tugas ini dulu ke Pak Iwan." Ujar Billa menunjukkan setumpuk buku yang ia pegang
"Iya nggak papa. Lagian gue juga nggak mau ke kantin." Jawab Pelangi beranjak dari kursinya.
Billa mengernyitkan keningnya." Emang Lo mau kemana?" Tanya Billa.
"Ke perpus." Jawab Pelangi.
"Kebetulan banget. Gue minta tolong ya. Tolong ambilin buku gue yang kemarin gue titipin di Bu Diana." Ucap Billa.
"Okee." Pelangi berjalan keluar kelas.
Koridor arah ke perpustakaan agak lumayan sepi. Karena pastinya murid pergi ke kantin.
Tapi untunglah, pelangi memang tidak suka keramaian.
"Hai pelangi." Sapa seseorang yang berdiri di samping Pelangi.
Pelangi menolehkan kepalanya." Eh hai Raf." Balas Pelangi kepada Rafa. Rafa adalah seorang ketos di sini.
Rafa tersenyum." Tumben nggak sama Billa?" Ujar Rafa.
"Bila lagi ada urusan." Jawab Pelangi dan Rafa manggut-manggut mengerti.
"Nggak ke kantin?" Tanya Rafa.
"Lagi males ke kantin." Ujar Pelangi tersenyum.
"Air panas air panas, numpang lewat." Ujar seseorang yang lewat di tengah-tengah mereka. Itu membuat mereka mundur beberapa langkah. Siapa lagi kalo bukan Samudra.
" Dasar pengganggu." Batin Pelangi menatap kesal ke arah Samudra.
"Gue duluan ya pel." Pamit Rafa yang di beri anggukan kepala oleh Pelangi.
Sedangkan Samudra tersenyum senang melihat Rafa pergi.
Pelangi menatap kesal ke arah Samudra." Dasar pengganggu Lo. Nggak bisa apa biarin gue tenang dikit?!" Kesal Pelangi.
"Bisa sih tapi ada syaratnya. Lo harus jadi pacar gue." Ucap Samudra.
"Dih! Ogah gue jadi pacar Lo. Yang ada tiap hari makan hati." Ujar Pelangi membuang mukanya.
"Jangan makan hati dong, nggak enak. Mending makan nasi aja biar kenyang." Kata Samudra.
"Hihh nyebelin banget sih Lo!" Ujar Pelangi greget.
"Iya iya gue tau kok, kalo gue itu ngangenin nggak usah di ingetin juga kali." Ujar Samudra terkekeh.
"Au ah sebel gue ngomong sama lo. Byee."
🌻🌻🌻
"Pel gue duluan ya." Pamit Billa yang di beri anggukan oleh Pelangi.
Pelangi berjalan keluar kelas. Dia melihat sekeliling koridor yang nampak sepi. Pelangi menghela nafas berat." Harus pulang ya? Tapi gue males. Huftt turutin alur aja." Gumam Pelangi.
Pelangi menunggu di halte sambil memainkan ponselnya. Ia menunggu Taksi online yang dia pesan.
"Ah lama gue kensel aja deh." Gumam Pelangi. Lalu berjalan kaki menyusuri jalan.
"Udah lama gue nggak jalan kaki. Ternyata lebih enak jalan kaki ketimbang naik transportasi." Ujar Pelangi melanjutkan langkahnya
Langkah pelangi terhenti.Pelangi membelalakkan matanya melihat segerombolan orang yang sedang sedang menatap tajam. Dan ada beberapa yang membawa senjata.
"Tawuran?" Gumam Pelangi menatap intens ke arah mereka lalu berlari kecil bersembunyi di balik pohon.
"Wow baru kali ini gue lihat orang tawuran secara live. Ternyata seru juga ya." Gumam Pelangi terkekeh.
Pelangi masih menatap mereka yang saling bakuhantam sesekali pelangi gregetan sendiri, ingin ikut menghajar.
Pelangi mengucek matanya." Lah itu bukannya Samudra, Doni sama Alfa. Kok mereka ikut tawuran?" Tanya pelangi pada dirinya sendiri.
🌻🌻🌻
"Mereka emang nggak ada kapok kapoknya ya sama kita? Udah berapa kali kita habisin mereka. Tapi tetep aja mereka masih nggak mau ngaku kalah. Sshh" Kesal Alfa sambil mengobati lukanya.
"Tau tuh. Udah muka gue kena bogem lagi sama Rojali. Pengen gue cabik cabik tuh mukanya yang sok kegantengan." Timpal Doni.
"Lah lu mending cuma si Rojali yang badannya kayak ikan tenggiri lah gue si nano-nano milk yang badannya kayak gentong. Sekali dia dorong, gue udah ada di puncak Monas." Gerutu Alfa.
"Gue nggak ngebayangin gimana muka Lo saat ngelawan dia, pasti Lo kayak Nobita lagi lawan Giant." Ledek Doni.
"Samudra..." Panggil seorang gadis yang membuat mereka melirik ke arah sumber suara, yaitu Pelangi.
"Pelangi... Ngapain Lo kesini?" Tanya Samudra bingung, pasalnya pelangi tidak pernah menemuinya di warkop ini.
"Gue mau bicara sama Lo. Bisa?" Ijin Pelangi.
Samudra mengangguk lalu menarik tangan Pelangi ke tempat yang agak deket dari warkop. Samudra duduk dan di ikuti pelangi.
"Mau ngomong apa?" Tanya Samudra yang menatap lurus ke depan.
"Lo ikut tawuran?" Tanya Pelangi hati-hati. Samudra menoleh kemudian mengangguk.
"Kenapa?" Tanya Pelangi.
"Mereka dulu yang nantangin." Jawab Samudra.
"Terus Lo ladenin?" Tanya Pelangi.
Samudra mengangguk." Kalo kita nggak ikut tawuran itu. SMA kita bakal di ganggu terus sama mereka." Ujar Samudra.
"Apa nggak ada cara lain selain tawuran? Lo tau nggak itu bisa membuat diri lo sendiri celaka." Khawatir Pelangi yang di campuri dengan nada kesal.
Samudra tersenyum."Lo khawatir sama gue?" Tanya samudra.
"Ya jelas lah." Ucap Pelangi tanpa sadar lalu ia membekap mulutnya sadar dengan ucapannya.
"Eh maksud gue enggak. Gue cuma kasian aja sama yang di gebukin tadi. Jangan ge-er ya." Ucap Pelangi yang awalnya gugup sekarang ngegas.
Samudra terkekeh. Lalu beralih ke rambut Pelangi lalu mengacak-acak." Lo lucu kalo lagi saling." Ucap Samudra.
Pelangi malah tambah salah tingkah. Lalu mengambil sebuah kotak, agar samudra tidak melihat kalau dia sedang talking.
"Mau ngapain?" Tanya Samudra melirik ke arah kotak yang di pegang oleh pelangi.
"Ya mau obatin luka Lo lah. Masak iya gue mau makan." Kesal pelangi mengambil sebuah kapas yang sudah di ruang obat merah.
Pelangi dengan telaten mengobati luka lebam Samudra." Makanya kalo nggak bisa tawuran tuh. Nggak usah ikut. Kena bogem kan Lo. Muka Lo udah jelek tambah jelek lagi kan." Omel Pelangi yang malah membuat Samudra tersenyum.
"Sshh... Pelan-pelan ngapa pel. Kasar banget jadi cewek." Ucap Samudra.
"Ini udah pelan begoo!" Ucap tanpa sadar ia sudah menekan luka Samudra dengan kapas yang di pegang.
"Shhh." Samudra meringis ketika pelangi menekan lukanya.
"Eh sorry sorry Sam gue nggak sengaja. Ada yang sakit nggak? Mana yang sakit? ini?" Tanya Pelangi beruntun lalu menunjuk luka Samudra.
Samudra mengambil tangan pelangi lalu meletakkannya di dada." Bukan. Tapi di sini." Goda Samudra terkekeh.
Pelangi menarik tangannya." Ish gue serius!" Kesal Pelangi yang malah membuat Samudra tertawa.
TBC
Vote and coment nya ya
Dan follow akun ini!
See you
KAMU SEDANG MEMBACA
Pelangi [COMPLETED]
Teen Fiction[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!!!] Cerita pertama jadi masih banyak kesalahan! (Udah tamat! Tapi males nge revisi! Wajar kalo masih banyak typo) Samudra Arkana, seorang badboy plus playboy SMA Angkasa. Yang banyak di kagumi kaum hawa karena ketampanan...
![Pelangi [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/214164373-64-k825853.jpg)