Pelangi melangkahkan kakinya menuju halte. Ia memang sudah menyuruh supir untuk menjemputnya.
Pelangi memasang earphone untuk menghilangkan rasa jenuhnya.
Tepukan di pundaknya membuat dia menoleh lalu melepaskan earphone nya. Pelangi tidak bisa terus-terus menatap orang itu, jadi dia mengalihkan pandangannya
"Belum pulang?" Tanya Galaxi basa-basi lali duduk di samping Pelangi.
"Bisa lihat sendiri kan?" Jawab Pelangi agak sinis.
Galaxi tersenyum kecut." Mau gue anterin pulang?" Tawar Galaxi yang membuat pelangi menoleh ke arahnya.
"Nggak usah." Jawab Pelangi lalu mengalihkan kembali pandangannya.
"Pliss kali ini aja. Gue cuma mau anterin Lo pulang." Ujar Galaxi.
"Jangan buat gue susah untuk move on dari lo, Galaxi." Batin Pelangi.
"Gue udah ada yang jemput, jadi Lo nggak perlu nganterin gue." Tolak Pelangi.
Galaxi mengangguk mengerti." Nanti malem Lo ada waktu nggak? Gue cuma mau ajak Lo jalan-jalan." Tanya Galaxi.
"Gue nggak bisa Ga, maaf." Jawab Pelangi yang mati-matian menahan air mata yang akan segera meluncur.
Galaxi tersenyum kecut kemudian mengangguk." Kalo gitu gue pamit." Pamit galaxi lalu menaiki motornya dan pergi meninggalkan Pelangi.
Pelangi menatap nanar kepergian Galaxi." Maafin gue Ga, gue nggak maksud buat hati Lo hancur. Tapi gue juga enggak mau luka lama yang udah gue kubur dalam-dalam, kembali hadir." Batin Pelangi.
🌻🌻🌻
Pelangi menatap selembar foto itu penuh arti. Banyak kebahagiaan yang tersimpan di dalamnya. Walaupun itu hanya kenangan saja:)
Flashback on
Anak gadis sedang mencari benda yang sedari tadi belum ia temukan. Sampai-sampai semua barang berserakan di lantai.
"BUNDA... BANDO PELANGI YANG WARNA BIRU KEMANA? DARI TADI PELANGI CARIIN NGGAK ADA." Teriak pelangi yang membuat Bunda menghampirinya.
"Aduh sayang... Kamar kamu kok berantakan? Kamu sedang cari apa?" Melati, bunda pelangi geleng-geleng kepala melihat kamar putrinya yang seperti kapal pecah.
"Dari tadi Pelangi cari bando pelangi yang warna biru tapi nggak ada Bun." Jawab Pelangi dengan muka di tekuk.
Melati mengedarkan pandangannya, dia menghela nafas. Lalu mendekati sofa dan mengambil sesuatu." Ini apa hemm?" Melati menunjukkan bando pelangi yang sedang di cari.
"Loh kok ada di situ sih Bunda? Padahal dari tadi Pelangi udah cari tapi nggak ada. Kok bisa ada ya?" Tanya pelangi kebingungan sendiri.
"Kamu kurang teliti nyarinya." Melati memasangkan Bandi di kepala pelangi setelah itu mencolek hidung pelangi.
"SAYANG... TOLONG PASANGIN DASI AKU. AKU BURU-BURU." Teriak pria yang di yakini adalah ayahnya pelangi.
"Pelangi cepet siap-siap. Bunda urusin ayah dulu." Melati sedikit mempercepat jalannya karena ia tau jika pasti suaminya ini lupa kalo ada meeting.
Melati melihat suaminya yang sedang memasang jam di tangan. Melati menghampirinya lalu memasangkan dasinya dengan telaten.
"Kamu pasti lupa kan kalo ada meeting hari ini." Tebak melati yang masih fokus memasangkan dasi.
"Tau aja kamu." Ucap Bima cengengesan.
"Dah siap." Ucap melati yang selesai memasangkan dasi.
"Pelangi ayok berangkat." Ujar Bima menarik tangan pelangi.
"Kita berangkat ya sayang, kamu baik-baik di rumah." Ucap Bima. Melati mencium punggung tangan suaminya dan Bima mencium kening melati.
"Pelangi jangan nakal ya di sekolah. Inget harus nurut sama Bu guru. Nggak boleh nakal, ngerti?"
Pelangi mengangguk." Ngerti bunda."
Flashback off
Pelangi tersenyum kecil mengingat kejadian itu. Tanpa sadar jika ada yang memperhatikannya.
"Enak ya? Pulang sekolah bukannya bantu ngebersihin rumah malah sibuk ngehalu." Sindir Maya yang membuat pelangi mendudukkan tubuhnya.
"Saya sudah pernah bilang kan? Saya tidak mau jika ada foto ini di rumah saya." Ujar Maya mengambil foto itu dari tangan pelangi.
" Hellow rumah saya? Nggak nyadar ya kalo ini rumah milik bokap gue." Batin Pelangi.
"Kembalikan foto itu!" Ucap Pelangi dengan wajah yang dingin.
"Mau saya kembalikan foto ini? Jangan harap." Maya merobek foto itu disertai dengan senyum iblis nya.
Mata pelangi membulat sempurna."APA YANG UDAH LO LAKUIN HAH!" Bentak Pelangi yang membuat orang di luar berdatangan ke kamarnya.
"Ada apa ini?" Tanya Bima yang di ikuti oleh Maura di belakangnya.
"Hiks mama cuma nyuruh kamu makan hiks kenapa kamu bentak mama." Ujar Maya pura-pura menangis.
"Pelangi apaan kamu ini hah! Kamu bisa nggak sih bersikap lebih sopan sedikit dengan mama kamu!" Tegur Bima.
"Nggak bisa!" Jawab Pelangi dingin dan datar.
"Sekarang juga kamu minta maaf sama kamu!" Tegas Bima dengan telunjuk yang mengarah ke Maya.
"Pelangi nggak salah jadi pelangi nggak bakal minta maaf." Jawab Pelangi tanpa melirik ke arah ayahnya.
"Pelangi, kenapa kamu selalu menganggap diri mu sendiri benar, cuma minta maaf apa susahnya?!" Geram Bima.
"Terus apa beda sama ayah, ayah menganggap diri ayah sendiri benar padahal ayah nggak tau kejadian yang sebenarnya!" Balas Pelangi lalu melenggang pergi keluar kamar atau mungkin rumah.
Bima menarik rambutnya frustasi, sedangkan Maura dia kembali ke kamarnya karena menurutnya kurang asik. Maya diam-diam tersenyum miring.
Maya menatap foto yang ia robek tadi."keluarga ini akan segera hancur sama kayak foto itu." Batin Maya.
TBC
VOTE AND COMENT NYA
FOLLOW AKUN INI
DAN AKU IG AKU @riskvia_okta
KAMU SEDANG MEMBACA
Pelangi [COMPLETED]
Ficção Adolescente[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!!!] Cerita pertama jadi masih banyak kesalahan! (Udah tamat! Tapi males nge revisi! Wajar kalo masih banyak typo) Samudra Arkana, seorang badboy plus playboy SMA Angkasa. Yang banyak di kagumi kaum hawa karena ketampanan...
![Pelangi [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/214164373-64-k825853.jpg)