50. BULLY?

43.2K 2.3K 95
                                        

Pelangi melangkahkan kakinya menuju ruang kelasnya, namun bisikan-bisikan yang membuat langkahnya berhenti.

"Eh kasian banget ya jadi Pelangi, cuma di jadiin barang taruhan."

"Iya ih, malang banget nasibnya hahaha."

"Kalo gue sih ogah!"

"Jadi selama ini mereka deket karena cuma sebuah permainan."

"Iya ih kasian banget hahaha."

Pelangi yang mendengar itu, menghela nafas. Sudah biasa ia mendapat perkataan pedas dari orang ataupun keluarga nya sendiri. Pelangi kembali melanjutkan langkahnya.

Dari kejauhan ada seseorang yang melihat kejadian itu. Orang itu menatap sendu ke arah Pelangi." Maafin gue, pelangi." Batinnya lalu berjalan pergi.

🌻🌻🌻

Pelangi berjalan ingin ke toilet, ia ingin membasuh mukanya karena sedari tadi ia mengantuk di kelas. Untung saja guru tidak menyadari jika Pelangi sudah tidur walaupun sebentar.

Pelangi tak sengaja mendengar suara orang bertengkar di dalam toilet, masak hantu bisa bertengkar di toilet? Pikir Pelangi. Pelangi berjalan mengendap-endap. Matanya membulat sempurna ketika melihat Maura yang sedang di jambak oleh Nadine, mantan samudra.

"WOY!" Teriak pelangi yang membuat semuanya menoleh ke arah Pelangi. Pelangi berjalan ke arah Maura, lalu menghempaskan tangan Nadine dari rambut Maura.

Nadine tersulut emosi." Nggak usah ikut campur Lo! Ini urusan gue sama nih cewek! Mending Lo pergi!" Bentak Nadine.

Pelangi menatap tajam ke arah Nadine." Urusan Maura juga urusan gue, karna dia adalah kakak gue." Ucap Pelangi.

Maura membelalakkan matanya mendengar perkataan Pelangi." Setelah apa yang gue lakuin ke Lo, Lo masih nganggep gue kakak." Batin Maura.

Nadine tertawa licik." Kakak? Lo masih nganggep dia kakak? Setelah dia udah ambil semuanya dari Lo." Ucap Nadine.

Maura menundukkan kepalanya. Sedangkan Pelangi melipatkan kedua tangannya di dada." Terus kenapa? Kalo dia ambil semuanya dari gue, itu urusan gue sama dia. Lo nggak berhak ikut campur! Dan sekarang Lo pergi atau Lo nyesel." Ancam Pelangi.

Nadine tersenyum miring." Gue nggak takut ancaman Lo! Bisa Lo cuma ngancem!" Tantang Nadine.

Pelangi tersenyum miring." Oh ya?" Tanya Pelangi. Pelangi mengepalkan tangannya lalu menonjok perut Nadine.

Bugh!

Nadine tersungkur dan meringis memegangi perutnya. Pelangi tersenyum miring." Lo lupa kalo gue punya sabuk hitam." Ucap Pelangi.

Nadine bangkit yang masih memegangi perutnya." Urusan kita belum selesai, Pelangi!" Ucap Nadine lalu pergi meninggalkan Maura dan Pelangi.

Pelangi melirik Maura sejenak lalu berjalan keluar namun suara Maura memberhentikan langkahnya." Makasih." Ucap Maura, pelangi mengangguk lalu kembali melanjutkan langkahnya.

🌻🌻🌻

Kringg kringg kringg

Bel pulang berbunyi, tetapi pelangi masih belum bangun. Dia tidur karena tadi kebetulan jam kosong. Billa melirik ke Pelangi.

Billa menarik nafasnya panjang-panjang." PELANGI! BANGUN! MAKAN SAHUR CEPETAN!!" Teriak Billa.

Pelangi terhenyak dari tidurnya." Emang ini bulan ramadhan ya?" Tanya pelangi sembari mengucek matanya.

"Nggak ini bulan Corona!" Jawab Billa asal.

Pelangi menatap kesal ke arah Billa." Udah lah sono Lo pulang!" Usir Pelangi dengan mendorong-dorong lengan Billa.

Billa mengerucutkan bibirnya." Tega Lo ama temen ndiri, ya udah deh gue pulang duluan! Dadah rainbow cake muachh." Ucap Billa lalu berjalan keluar kelas.

Pelangi memutarkan bola matanya malas lalu mengambil tasnya dan memakainya. Pelangi berjalan keluar kelas. Langkah pelangi berhenti karena di hadang oleh samudra.

Pelangi memundurkan langkahnya sedikit agar tidak terlalu dekat dengan samudra. Pelangi menatap datar ke arah Samudra." Mau apa?" Ketus Pelangi.

"Kalo Lo ada masalah sama gue, selesain sama gue bukan dengan cara Lo bully maura. Maura nggak ada hubungannya." Ucap Samudra.

Pelangi mengerutkan keningnya." Maksud Lo?" Tanya Pelangi.

"Gue nggak suka dengan sikap Lo yang sekarang, Lo berubah. Gue tau Lo yang bully Maura di toilet kan." Jawab Samudra.

Pelangi tersenyum kecut." Gue nggak nyangka Lo selicik itu Maura, setelah gue nolongin Lo. Lo malah nuduh gue. Seharusnya gue nggak nolongin Lo tadi." Batin Pelangi.

"Dengan sikap Lo yang kayak gini, bisa membuat Lo di keluarin dari sekolah." Samudra melanjutkan kalimatnya.

"Bagus dong. Malahan gue seneng, jadi gue nggak perlu repot-repot keluar sendiri. Gue juga udah males sekolah di sini. Murid di sini biasanya cuman fitnah dan menuduh orang tanpa melihat kebenaran." Ucap Pelangi.

"Dan untuk Lo! Sebelum Lo bertindak lebih baik Lo nyari dulu kebenarannya. Dan untuk pacar kesayangan Lo itu! Jangan suka memutar balikkan fakta." Sambungnya lalu pergi meninggalkan samudra.

Samudra mengernyitkan dahinya." Maksudnya apa?" Batin Samudra bertanya-tanya.










TBC

jangan lupa vote and coment nya
See you next part

Pelangi [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang