19. BANGUN TIDUR

48.8K 2.5K 39
                                        

Tok tok tok!

"Kak Billa, kak Pelangi. Salsha boleh ya? Malam ini tidur bareng kalian?." Ucap Salsha seusai mengetuk pintu.

Sedangkan di dalam kamar, Billa dan Pelangi sedang berdebat namun menggunakan suara pelan atau lebih tepatnya bisik-bisik.

"Udah deh Pelangi, kita pura-pura aja tidur. Emang Lo mau bangun tidur, badan lu pegal-pegal?" Tanya Billa dengan bisikan.

"Tapi Bil, kasian Salsha dia pasti pengen banget tidur ama kita. Biarin aja malam ini dia tidur di sini." Ucap Pelangi.

"Tapi pel--." Ucap Billa terpotong karena tiba-tiba di sela oleh Pelangi.

"Udah nggak papa, lagian kasur ini cukup muat kok buat tidur bertiga." Jawab Pelangi. Lalu beranjak dan membuka pintu untuk Salsha.

Ceklek!

"Ish kak Pelangi kok lama sih buka pintunya? Salsha pegel nih berdiri di sini." Kesal Salsha dengan mengerucutkan bibirnya.

"Biasa, ijin dulu ama ibu negara." Jawab Pelangi dan Salsha hanya ber'oh'ria lalu ia melangkah kakinya mendahului Pelangi.
Pelangi menutup pintunya dan berjalan mengikuti Salsha.

Langkah Salsha berhenti ketika melihat Billa yang sedang menggulung Kasur lantai." Iihh kak Billa masak tega nyuruh Salsha buat tidur di kasur itu?" Kesal Salsha.

"Siapa juga yang nyuruh lu buat tidur di sini. Ge-er Lo!" Ucap Billa kembali meneruskan kegiatannya menata kasur.

Salsha menautkan kedua alisnya." Lah terus buat apa dong?" Tanya Salsha lalu merebahkan tubuhnya di kasur.

"Buat jaga-jaga kalo ntar malem gue jatuh, kalo jatuhnya di sini kan nggak sakit." Jawab Billa sembari menepuk-nepuk kasur lantai itu.

"Jadi? Lu nuduh gue, kalo gue pas tidur itu nguasai seluruh kasur? Gitu?" Tanya Salsha dengan melipatkan kedua tangannya di dada.

Billa memutar bola matanya malas." Ini nih kalo orang mudah kesindir. Padahal gue nggak nyindir lu, lu kesindir. Kalo gue lagi nyindir lu, lu pura-pura nggak tau apa-apa." Ucap Billa.

Salsha memutar bola matanya malas." Serah lu lah, gue mah bodo amat." Ujar Salsha lalu tengkurep menyembunyikan wajahnya di bantal.

🌻🌻🌻

Matahari memunculkan sinarnya, tetapi tiga gadis ini belum juga bangun. Dan posisinya mereka sekarang sudah amburadul. Billa tengkurap di atas kasur lantai yang sudah ia siapkan tadi malam. Pelangi, tangannya menyentuh dahi Salsha. Dan kaki Salsha yang berada di tubuh Pelangi.

"Enghh.." lenguh pelangi lalu mengucek matanya menyesuaikan dengan cahaya yang ada. Mata pelangi tertuju ke kaki Salsha lalu ia menyingkirkan kaki itu secara perlahan.

"Sal, bangun udah siang. Apa kamu nggak sekolah?" Pelangi menepuk pelan lengan Salsha.

Salsha menggeliat pelan." Emm... Emang jam berapa sih kak? Salsha masih ngantuk." Ucap Salsha yang sedang mengumpulkan nyawanya.

"Kamu lihat aja sendiri. Kakak mau bangunin kak Billa dulu." Pelangi beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menghampiri Billa yang masih tertidur pulas.

Pelangi menggelengkan kepalanya." Emang dasar kebo nih anak." Batin pelangi, lalu ia berjongkok dan menepuk pelan punggung Billa.

"Bil bangun, Bil bangun elah, kebo amat sih lu." Ucap Pelangi membangunkan Billa tetapi sedikit lebih keras menepuk punggung Billa.

Tidur Billa terusik." Enghh... Selamat pagi dunia." Ucap Billa mendudukkan tubuhnya dan mengumpulkan nyawanya.

Billa berjalan mengambil handuknya yang ia letakkan di balik pintu kamarnya." Bangun tidur ku terus mandi. Habis mandi ku tidur lagi. Bangun lagi di marahin mami. Auto ceramah kayak pak haji."

Salsha yang mendengar nyanyian Billa langsung membuka matanya lebar-lebar." Wih dapet lirik dari mana tuh kak?" Tanya Salsha.

"Dapet dari pengamen yang sering ngamen di rumah kita." Jawab Billa seenaknya dan bodohnya Salsha percaya akan hal itu.

"SALSHA BILLA PELANGI, CEPETAN SIAP-SIAP! INI UDAH JAM SETENGAH TUJUH!" Teriak Sandra dari ruang makan.

Salsha dan Billa membulatkan matanya lalu saling melirik."WHAT! UDAH JAM SETENGAH TUJUH?!" Pekik mereka.

Billa berjalan menuju kamar mandi tetapi keburu di pakai oleh pelangi. Ia menggedor-gedor pintunya." Pel cepetan! Udah telat nih!" Ucap Billa tidak sabar.

Salsha juga ikut-ikutan menggedor-gedor pintunya." Iya kak cepetan! Udah jam setengah tujuh nih!" Ucap Salsha.

"Kenapa kalian nggak pake kamar mandi sebelah aja?!" Teriak Pelangi dari dalam Kamar mandi.

"KAMAR MANDI SEBELAH!" Ucap Salsha dan Billa serentak lalu berlari menuju kamar mandi yang akan di pakai masing-masing.









TBC

See you next part

Pelangi [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang