Happy Reading
Ketemu lagi sama Leon😸
Belum bosen?
***
"Jujur sama Mama, kamu apain dia?" tanya sang Mama saat mereka semua sudah berkumpul diruang keluarga, bahkan sang Papa juga ada.
"Gak Leon apa apain, Mah. Mama gak percaya? Cuman Leon tusuk doang, terus tiba tiba jadi." jawab Leon polos. Walaupun Leon pandai membuat anak, namun tetap saja dia masih berumur 16 tahun dan selalu diajarkan ke jalan yang lurus oleh keluarganya.
Wajah Zeline memerah padam, perempuan itu tidak menyangka dengan jawaban polos Leon. Kenapa laki laki yang akan berstatus sebagai suami brondongnya itu begitu polos?
"Heh, lo belajar dari mana kata kata kek gitu?" tanya Sean panik, dia merasa tidak pernah mengajarkan Leon hal hal seperti itu.
"Oh, dari temen, kak. Waktu itu, Revin ngajak--"
"Tunggu! Tunggu! Jangan bilang lo pernah ke club?" tebak Sean membuat Leon yang mendengarnya langsung tersenyum.
"Tepat sekali. Gue ke club mau nyusulin kak Zeline," wajah Zeline semakin merah padam. Jika Leon mengatakan hal seperti itu, keluarga laki laki itu pasti akan mengira kalau dirinya lah yang membuat Leon seperti ini.
"Wah..gak bener ini." Sean menggeleng, dia menatap adiknya yang sudah tidak polos lagi. "Sama keluarga aja manis banget, polos banget. Udah keluar rumah, lo bangsat juga ya."
"Gak gitu juga, kak. Gue--"
"Bisa hentikan?!" ucapan bernada dingin itu keluar dari sang Papa.
Mereka bertiga langsung menundukkan wajah mereka, takut akan aura yang dikeluarkan oleh Tian--Papa Leon dan Sean--yang terasa sangat menakutkan. Sedangkan sang istri, Laras, memijat keningnya dengan pelan. Bingung dengan anak bungsu nya yang berubah drastis sejak masuk SMA.
"Leon, kamu mau tanggung jawab?" tanya Tian, Leon mengangkat wajahnya, laki laki itu mengangguk yakin.
"Mau, Pah. Leon gak akan biarin kak Zeline sendirian." Leon berucap yakin.
"Kamu siap nafkahi istri dan anak kamu diumur kamu yang masih segini?" tanya Tian yang kembali mendapat anggukan dari Leon.
"Leon akan berusaha, Pah. Leon berani berbuat, Leon juga harus berani bertanggung jawab. Gak papa Leon mulai dari bawah, asalkan Leon bisa kasih makan Zeline dan anak anak nanti." jawab dari Leon membuat semua yang ada diruang keluarga itu tercengang.
Zeline menatap Leon dari samping, perempuan itu mengepalkan tangannya erat. Rasanya, Zeline ingin menangis saja sekarang. Kenapa ada orang seperti Leon?
Tian tersenyum lalu mengangguk, dia bangga dengan anak bungsunya. "Ya sudah, nanti Papa sama Mama yang akan urus pernikahan kalian. Lagian Papa juga seneng mau dapet cucu."
Leon tersenyum lebar karena senang dengan ucapan sang Papa. Sedangkan Zeline sudah entah bagaimana. Jantungnya berpacu cepat dengan wajah yang memerah. Zeline masih menunggu respon dari Mama Leon. Zeline takut, Mama Leon tidak menyukainya.
"Iya, nanti Mama yang urus. Walaupun kecepetan, tapi Mama seneng kok kalo mau punya cucu." ujar Laras sambil tersenyum hangat.
Tanpa sadar, Zeline menghembuskan nafasnya lega. Perempuan itu senang karena kedua orang tua Leon tidak memarahi dirinya ataupun Leon. Mereka baik.
KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESSIVE JUNIOR (✔)
Dla nastolatków"Kak, bocah bocah gini tapi aku bisa bikin dede bayi loh." Leon menyeringai tipis. "Buktinya, itu diperut kakak ada anak aku." Mei, 2020. Terdapat 2 Season
