"Kak, bocah bocah gini tapi aku bisa bikin dede bayi loh." Leon menyeringai tipis. "Buktinya, itu diperut kakak ada anak aku."
Mei, 2020.
Terdapat 2 Season
Happy Reading Doain semoga aku gak iri sama keuwu-an mereka berdua><
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Leon membuka pintu rumahnya, dia menyuruh agar Zeline masuk terlebih dahulu. "Anggap aja rumah sendiri kak, karena ujung-ujungnya kakak juga tinggal disini."
Zeline tertawa pelan mendengar ucapan Leon, perempuan itu menatap Leon lalu menggeleng. "Mulut lo kok manis gitu? Sering gombalin cewek ya lo?"
"Gak pernah, kak." bantah Leon cepat. "Aku gak pernah godain cewek lain. Cuman kakak doang, kan aku sukanya cuman sama kakak."
Zeline terkekeh kecil, mata perempuan itu melihat seluruh keluarga Leon yang tengah berkumpul diruang keluarga. Laras yang pertama kali melihat keduanya mengernyit. "Zeline, bukannya tadi kamu mau pulang?"
Zeline tersenyum. "Gak jadi, Tante."
"Jangan panggil Tante, kan kamu mau jadi istrinya Leon. Panggil Mama aja kayak Leon sama Sean." ujar Laras, Zeline tersenyum canggung sambil mengangguk. "Kenapa gak jadi pulang?"
Zeline menatap Leon sekilas, Leon yang ditatap mengangguk, dia menyuruh agar Zeline duduk disofa disusul oleh dirinya yang duduk disebelahnya. "Ada masalah, Mah, sama orang tuanya."
"Masalah? Masalah apa? Kalian berantem?" tanya Laras bingung.
"Biasa, Mah. Ayah Zeline selingkuh dibelakang Mama," Laras, Tian dan Sean langsung menatap Zeline dengan pandangan kasihan.
"Sekarang kamu gimana? Gak papa?" tanya Laras khawatir.
Zeline tersenyum tipis mendengar nada khawatir dari Mama Leon, perempuan itu menggeleng. "Gak papa, Mah. Lagian udah dari kecil Zeline gitu, jadi biasa aja."
Entah kenapa, Zeline menjadi sangat terbuka dengan keluarga Leon. Sebelumnya, Zeline tidak pernah seperti ini, bahkan Rina saja tidak tau masalah keluarganya. Lagi pula, Leon sudah melihatnya bertengkar dengan keluarganya, jadi untuk apa Zeline menutupnya.
"Gak ada untungnya Zeline sedih, mereka aja gak pernah peduli sama Zeline." semua orang yang berkumpul diruang keluarga tidak mendengar nada sedih dari ucapan Zeline. Perempuan itu biasa saja saat mengatakannya.
Laras tersenyum dia menepuk pelan sofa disebelahnya. "Sini sayang, sama Mama."
Zeline tersenyum, dia bangkit lalu duduk disebelah Laras. Laras langsung memeluk Zeline erat. "Kamu gak usah sedih lagi, sekarang kamu punya keluarga baru."
"Makasih, Mah." jawab Zeline sambil tersenyum, dia membalas pelukan Laras.
Ketiga laki laki itu tersenyum melihat Laras dan Zeline yang sangat mudah untuk dekat. Laras memang sejak dulu ingin memiliki seorang anak perempuan, namun saat kelahiran Leon, rahim wanita itu harus diangkat karena terdapat masalah. Jadilah, Laras tidak dapat hamil lagi. Impian untuk memiliki anak perempuan harus Laras kubur dalam dalam.