Happy Reading
❤
"Gak usah pegang pegang!" Zeline menyentak saat Leon memegang tangannya.
"Kakak kenapa sih? Dari kemarin aneh banget." Leon menatap Zeline tidak mengerti. "Aku udah tanya kakak baik baik, tapi kakak gak jawab apapun. Kakak ini kenapa?"
Langkah Zeline terhenti, niatnya hari ini saat dia ke sekolah dia akan mengucapkan selamat tinggal pada teman temannya. Zeline berbalik, dia sudah tidak memperdulikan tatapan murid sekolahnya yang menatap keduanya dengan tatapan penuh tanya.
"Aku tanya, sebenarnya kamu suka gak sama aku?" pertanyaa Zeline membuat Leon mengernyit.
"Maksud kakak? Bukannya kakak tau jawabannya." Leon menatap Zeline, perempuan itu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku hoodie.
"Beneran?" tanya Zeline memastikan, dia mendapatkan anggukan dari Leon. "Posesif, licik lagi."
"Mak--"
"Kamu boleh ngelakuin apapun, tapi jangan sekolahku." Zeline memotong, dia menatap Leon dengan mata yang berkaca kaca. "Aku gak peduli kalo sifatnya Zaron keluar, aku gak peduli kalo kamu posesif."
"Kak--"
"Aku udah coba mertahanin sekolahku, Leon. Aku bahkan gak peduli sama ucapan ucapan mereka tentang aku." Zeline merasakan hatinya begitu sesak. "Aku..aku udah gak peduli apapun, tapi aku cuman mau sekolah sampe selesai. Gak papa gak kuliah karena ngurus anak anak, yang penting, aku bisa lulus SMA."
"Kak, aku bisa jelasin." Leon menatap Zeline dengan tatapan khawatir. Dia juga bingung kenapa Zeline bisa tau kalau dia yang melakukan semuanya sejak awal, minus menyebarkan foto itu ke seluruh sekolah.
"Jelasin apa? Kamu mau jelasin kalo kita udah nikah, bahkan mau punya anak? Kamu pengen aku tetep di rumah aja?" tanya Zeline, lapangan tempat mereka berdiri semakin banyak yang menonton.
"Kak--"
"Dulu kamu pengen ngelanjutin hubungannya Zaron sama Lily kan? Ayo lanjutin." Zeline berucap, dia mengangkat tangannya, melepas ikatan rambutnya. Dia merapikan rambutnya agar mirip dengan milik Lily.
"Kak, aku.." Leon mendadak bungkam saat melihat Zeline tersenyum, senyum yang sama seperti milik Lily. Senyum terakhir yang Lily perlihatkan sebelum gadis itu tertabrak mobil.
Zeline mengerjap cepat, dia mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Matanya berkaca kaca, mencoba menahan agar cairan bening itu tidak keluar. Gagal, Zeline tidak bisa mencegah air matanya agar tidak keluar. "Kamu sama Zaron sama aja, sama sama egois. Karena keegoisan kalian, aku ataupun Lily putus sekolah."
"Kak!" Leon panik saat Zeline jatuh terduduk di atas lapangan. Untuk pertama kalinya, Leon melihat Zeline menangis. Leon berjongkok di depan Zeline, menyentuh pundak Zeline yang bergetar. "Kak, jangan nangis."
Zeline menatap kedua mata Leon yang benar benar menatapnya dengan khawatir dan bersalah. Perempuan itu melepas kedua tangan Leon yang ada di pundaknya. "Apa alasannya?"
Leon menatap kedua mata Zeline, dia menggeleng, tidak tau harus menjawab apa. "Aku..aku.." Leon benar benar tidak tau harus menjawab apa.
"Sekarang, mau kamu apa? Aku tetep di rumah?" tanya Zeline, dia menghapus air matanya kasar. "Aku nurut sama kamu."
Perlahan, Zeline bangkit dari duduknya, dia menatap ke seluruh lapangan. Semua murid benar benar memperhatikannya. Entah apa isi pikiran mereka, Zeline tidak peduli. "Kalian udah denger sendiri kan?"
Zeline menyugar rambutnya ke belakang, perempuan itu meencoba untuk tersenyum. "Gue mau bilang, foto itu bener. Gue bener bener hamil anaknya Leon, gak ada kebohongan disini. Maaf karena gue masih berani masuk sekolah, gue sekali lagi minta maaf."
KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESSIVE JUNIOR (✔)
Novela Juvenil"Kak, bocah bocah gini tapi aku bisa bikin dede bayi loh." Leon menyeringai tipis. "Buktinya, itu diperut kakak ada anak aku." Mei, 2020. Terdapat 2 Season
