Happy Reading
✌
Part 8. Kesal (2)
"Leon, liat aku!"
Perlahan, kepala Leon mendongak, dia menatap wajah cantik Zeline. Leon berkedip satu kali.
Zeline melihat tatapan takut di kedua mata Leon. Zeline tersenyum menenangkan, dia menangkup wajah Leon menggunakan kedua tangannya. "Jangan takut. Bukannya dulu kamu yang selalu bantu aku bisa gak di kuasi sama Lily?"
Leon menjauhkan tangan Zeline dari wajahnya, cowok itu langsung menenggelamkan wajahnya di dada Zeline. Mendorongnya sampai keduanya jatuh terbaring di atas tempat tidur.
"Zaron bego, aku gak mau dia--"
"Ya udah, makanya jauh jauh dari Gladys. Dia emang bawa petaka." Zeline memotong, dia memeluk tubuh yang lebih besar darinya itu dengan erat.
"Lagian dia ngeselin banget, minta di santet ramai ramai kayaknya." Leon rasanya geram sendiri, dia memeluk perut Zeline dengan erat. "Udah lah gak usah mikirin dia, gak guna."
"Siapa juga yang nyuruh mikirin dia?" tanya Zeline, "Sekarang kamu gak papa?"
Leon menggeleng pelan, "Gak papa."
"Berdiri bentar," suruh Zeline.
Leon bangkit, dia menatap Zeline yang beralih duduk dengan punggung yang menyender di kepala ranjang. Zeline menepuk perutnya membuat Leon langsung menjatuhkan tubuhnya di sana.
Leon memeluk pinggang Zeline dengan kedua tangannya, sisi wajah bagian kirinya menyentuh perut Zeline. "Capek juga kalo Zaron sering keluar."
Zeline terkekeh, dia mengambil ponselnya, membukanya menggunakan tangan kiri. Sedangkan tangan kanannya mengelus kepala Leon dengan lembut. "Gak papa, nanti juga terbiasa."
Tangan kiri Zeline memainkan ponselnya, berselancar di dunia maya karena dia yakin sebentar lagi Leon akan masuk kedalam dunia mimpinya.
"Le, kalo aku hamil kamu seneng gak sih?" tanya Zeline, dia melirik kearah Leon.
"Ya seneng lah, di genapin kak. Dua cowok, dua cewek." jawab Leon cepat.
"Anak sama Papa sama saja."
"Ya gak papa. Lagian dia anak aku, kak."
"Anak aku juga."
"Iya anak kita."
Leon semakin mempererat pelukannya, "Nyaman banget."
Zeline terkekeh pelan, dia menunduk, mencium puncak kepala Leon. "Tidur aja."
"Gak mau." Leon menggeleng.
"Kenapa?"
"Gak pengen. Pengen ngobrol sama kakak."
"Ya udah ngobrol aja."
"Tapi gak tau mau ngobrol apa."
Zeline tertawa, dia menunjukkan layar ponselnya kearah Leon. "Mau beli ini."
Leon menatap video yang di tunjukan oleh Zeline, dia mengerjap pelan. "Mau anak anjing?"
Zeline mengangguk, "Iya. Tapi anjingnya jangan gede gede, segitu terus aja."
"Mana bisa kak," gemas Leon. "Nanti ke toko hewan aja. Tapi, emang anak anak mau?"
"Ya gak tau sih." jawab Zeline, dia kembali mengangkat ponselnya. "Punya peliharaan enak kayaknya, tapi kamu yang rawat. Aku yang aja main."
KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESSIVE JUNIOR (✔)
Novela Juvenil"Kak, bocah bocah gini tapi aku bisa bikin dede bayi loh." Leon menyeringai tipis. "Buktinya, itu diperut kakak ada anak aku." Mei, 2020. Terdapat 2 Season
