"Kak, bocah bocah gini tapi aku bisa bikin dede bayi loh." Leon menyeringai tipis. "Buktinya, itu diperut kakak ada anak aku."
Mei, 2020.
Terdapat 2 Season
Isi part hanyalah iseng semata. Tidak ada hubungannya dengan yang lain.
Alur waktu tidak ada sangkut pautnya dengan PJ di awal cerita.
Ada narasi yang buat gak enak mungkin. Jadi harap bersiap karena ini collab sama Devan-Hanabi. Yang pengen baca versi mereka, bisa langsung ke Married with Psychopath.
( • • )
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Gue udah ada pacar." Leon menyentak tangan Gladys. Terlihat kesal pada murid baru di kelasnya.
"Bodo amat. Baru pacar, gue gak peduli. Yang gue peduliin, lo jadi milik gue." jawab Gladys, dia mencoba menggapai tangan Leon kembali.
Leon memaki, semakin kesal dengan Gladys. Kenapa Tuhan bisa ciptain manusia semenyebalkan Gladys? Tapi Leon tidak bisa menyalahkan Tuhan. Yang harus dia salahkan adalah Gladys.
Seharusnya, tadi Leon menyebut Zeline sebagai istrinya saja--karena memang fakta, kalau dia tau Gladys orangnya nekat dan tidak pedulian. Menyebalkan. Mirip cabe-cabean.
"Gue kasih tau sekali lagi. Jangan pernah gangguin gue atau lo dapet hal yang gak pernah lo pikirin."
Leon menatapnya, datar dan menusuk. Suaranya datar dan dingin. Penuh dengan ancaman. Leon kembali menegakkan tubuhnya, dia berbalik. Tidak memperdulikan teriakan kesal Gladys.
Kedua tatapan mata Leon melirik ke arah seorang laki-laki yang sejak tadi memperhatikan mereka. Tidak. Tepatnya menatap ke arah Gladys. Leon menatap bahunya acuh, tidak peduli.
Di dalam hati, Leon berharap. Semoga Gladys tidak mengganggunya lagi.
Leon berjalan menuju parkiran. Saat memakai helmnya, dia mendengar teriakan. Karena sekolah sudah sepi, Leon bisa mendengarnya dengan jelas. Tapi sekali lagi, Leon tidak peduli. Dia memilih pulang.
Lebih baik bertemu dengan kak Zelinenya. Memeluknya erat.
Sebuah suara terdengar di kepalanya. Leon mengernyit. Jelas ini suaranya Zaron. Tapi, apa yang ia ucapkan? Tidak biasanya Zaron berbicara tidak jelas.
"Sudahlah. Ayo pulang dan cuddle bareng kak Zeline. Gegara Pak Botak, gue jadi telat pulang."
( • • )
Leon melempar tasnya asal ke sofa. Sedikit melompat ke atas tempat tidur. Menubruk tubuh Zeline yang sedang berbaring. Tangannya langsung memeluk perut Zeline penuh posesif.
"Gimana tadi ketemu Pak Farhan?" Tanya Zeline, dia mematikan ponselnya.
"Gak gimana. Cuman di tanya kenapa nilai matematikaku anjlok."
Zeline terkekeh mendengarnya. Dia mengusak rambut Leon gemas. "Lagian lo di suruh belajar matematika gak mau." ucap Zeline.
Leon menyamankan wajahnya di dada Zeline. Mendengar detak jantung kekasih hidupnya yang terdengar cepat namun menangkan.