Ekstra Part--lagi

5.4K 276 5
                                        

Ya biasa, kelakuan') Tapi ini gak terlalu pendek. Keju banget, receh, ya apapun sebutan buat Leon.

( • • )

"Mama, cukup. Aku gak mau les lagi."

"Kamu les juga buat masa depan kamu."

"Masa depan apa?" tanya Zeline, "Aku les tiap hari. Ikut les hampir semua mata pelaaran. Belum lagi les piano, skate, biola, nyanyi. Ma, ini aku yang hidup. Hidup ini aku yang milikin, lalu kenapa Mama yang ngatur?"

"Jangan kurang ajar, Zeline!"

"Lalu aku harus apa, Ma?! Aku capek gini terus. Aku capek pura-pura gak capek. Aku juga pengen main buat cuman liatin buku." ucap Zeline, nadanya cukup tinggi. "Tiap malem aku mimisan, Ma. Aku capek, ini udah lebih dari batas maksimalku."

"Zeline, Mama--"

"Ini bukan yang terbaik buatku, Ma. Mama ngelakuin ini karena Mama iri sama anak temen Mama dan pengen aku jadi yang tertinggi!" Zeline memotong. Kedua matanya berkaca-kaca, "Cukup sampai sini aja, Ma. Aku gak peduli lagi."

"Zeline--"

"Dan aku akan menikah."

"Apa?" Mamanya menatap Zeline tidak percaya. "Kamu ngomong apa tadi?"

"Aku mau nikah." Zeline menegaskan, dia mengambil sesuatu dari saku rok seragamnya. Itu tespack. "Aku tidak peduli bagaimana respon, Mama. Tapi aku sudah lelah dengan semua ini. Aku--"

Plak!

"Sejak kapan Mama ngajarin kamu jadi pelacur, hah?!"

Hati Zeline berdenyut sakit mendengarnya. Ini baru pertama kalinya dia di teriaki dengan kata-kata serendah itu. Bahkan oleh Mamanya sendiri. Wanita yang sudah melahirkannya.

"Kenapa kamu mau saja hamil anak orang gak jelas sih?!" tanya sang Mama, wajahnya memerah marah. "Gugurin. Mama gak mau tau, kamu harus gugurin anak itu."

Zeline menggeleng, "Gak mau. Aku gak mau, Ma. Aku gak mau gugurin anakku sendiri."

"Zeline!" Mamanya berteriak keras. "Reputasi Mama sama Papa bisa jelek gara-gara kamu. Gugurin atau Mama paksa?"

"Enggak--"

"Maaf Tante atau calon Mama mertua?" Leon memegang bahu Zeline lalu menariknya menjauh. "Anak yang kak Zeline kandung, adalah anak saya. Yang berhak nentuin buat di gugurin atau di pertahankan adalah saya. Dan saya memilih untuk mempertahankan bayinya."

"Kamu?!" Wanita itu menatap Leon tajam. "Kamu apakan anak saya? Kamu sudah membuat masa depannya hancur gara-gara kamu!"

"Saya akan memastikan masa depan kak Zeline gak hancur." Leon menjawab. "Saya janji. Saya akan biarin kak Zeline ngegapai mimpinya. Mimpi kak Zeline sendiri, bukan mimpi orang tuanya."

Leon tersenyum. "Bayi yang kak Zeline kandung begitu juga dengan kak Zeline, mulai sekarang milik saja. Mama mertua tidak bisa berbuat apa-apa lagi."

"Kau?!" Telunjuk Ibu Zeline menunjuk Leon, lalu mengerat. "Terserah. Aku tidak peduli. Tapi Zeline, kalau kau menyesal, saya tidak akan membantu."

"Saya tidak akan membiarkan kak Zeline menyesal, Mama mertua."

Setelah mengtakan hal itu, Leon menarik Zeline menjauh. Dia memakaikan jaketnya ke tubuh Zeline. Menarik resletingnya sampai mentok. Leon tersenyum, dia naik ke atas motornya.

"Ayo, kak."

Zeline menatap Leon, lalu menatap rumahnya. Helaan napas pelan terdengar sebelum Zeline naik ke atas motor Leon. Duduk tepat di belakangnya.

POSSESSIVE JUNIOR (✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang