Dia datang menaburkan banyak warna indah dalam hidupku. Namun aku lupa, bahwa kelabu juga bagian dari warna.
Namanya Cassandra Liora.
Seorang gadis dengan kisah kelam di masa lalunya yang mengubahnya menjadi sosok dingin tak tersentuh. Hingga rahas...
"Gue nyium bau-bau modus nih" ucap Erland bermaksud menggoda Gevan.
"Bacot lo Samuel." Maki Gevan dengan menyebut nama papa dari Erland.
"Lo kok bawa-bawa bokap gue sih Januar." Balas Erland menyebut nama papa Gevan tidak mau kalah. "Sandra mau pulang bareng kakak nggak?" Tawar Satria kepada Sandra,yang di jawab gelengan kepala oleh Sandra.
Satria sudah tak lagi memanggil Sandra dengan nama 'Lio' sesuai dengan permintaan gadis itu.
"Yaudah Sandra hati-hati ya" Ucap satria lembut.
Sandra hanya mengangguk sekali.
"Yaudah kita cabut duluan. Bhay zheyenk ummach." Pamit Cakra lebay memberikan kiss bye kepada Gevan.
Gevan bergidik ngeri melihat spesies di hadapannya,yang sialnya merupakan sahabat Gevan.
"Dadah Sandra abwang pergi dulu. Jangan kangen yaa" ucap Erland sok imut kepada Sandra yang langsung dipelototi oleh Gevan.
Sementara Erland hanya cengengesan sembari mengangkat dua jarinya ke udara.
"Cabut lah kita kita. Duluan Van,Ra" ucap Cakra sembari merangkul Erland kemudian menatap Gevan dan Sandra.
Kemudia mereka bertiga berjalan hendak pulang. Satria menoleh sekilas ke belakang kemudian beralih menatap Gevan.
"Jagain dia" ujarnya lantas pergi meninggalkan Gevan dan Sandra.
'Sebenarnya apa hubungan antara Sandra dan Satria?' batin Gevan penasaran.
"Yaudah kita berangkat" ajak Gevan hendak menggenggam tangan Sandra,namun Sandra sudah lebih dulu pergi meninggalkan Gevan menuju parkiran.
Gevan lantas berjalan di belakang sandra.
'Lah? Apa-apaanpaan. Kok kesannya gue kayak pembantu dia?' batin Gevan kemudian mensejajarkan langkahnya dengan Sandra hingga mereka berjalan seiring.
"Ra,Lo mau jalan bentar nggak? " Tanya Gevan sembari menaiki motor nya.
Sandra menimang-nimang. Boleh juga. Lagian apa yang akan dilakukannya di rumah? Berdiam diri? Boring!