Dia datang menaburkan banyak warna indah dalam hidupku. Namun aku lupa, bahwa kelabu juga bagian dari warna.
Namanya Cassandra Liora.
Seorang gadis dengan kisah kelam di masa lalunya yang mengubahnya menjadi sosok dingin tak tersentuh. Hingga rahas...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Memakai topeng di hadapan semua orang itu sulit. Harus berusaha terlihat tegar, namun nyatanya rapuh.
- Cassandra -
∆∆∆
Lain halnya dengan Sandra dan Gevan yang sedang berada di rooftop. Kedua insan itu tengah menjalin kebersamaan di temani oleh semilir angin yang berhembus.
Gevan yang menyenderkan kepalanya di paha milik Sandra. Tangan Sandra yang tanpa di aba-aba, bergerak mengelus rambut Gevan.
Cowok tampan itu memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut Sandra di kepalanya.
"Ra,Lo udah ada rasa ke gue nggak?" Pertanyaan itu tiba-tiba keluar dari mulut Gevan.
Sandra terdiam bersamaan dengan tangannya yang berhenti memainkan rambut Gevan.
"Ng-nggak." Sandra menjawab ragu
Gevan tertawa kecil berusaha mencairkan suasana. "Bukan nggak,Ra. Tapi belom."
Gevan mendudukkan dirinya di sebelah Sandra. "Sini,Ra." Titah nya menarik lembut kepala Sandra agar bersandar di pundaknya.
Sandra bersandar di pundak Gevan, melipat kedua tangannya di depan dada,sembari memejamkan mata membiarkan angin bergerak di wajahnya.
"Gue trauma sama cinta,Van." Ucap Sandra pelan masih dengan memejamkan mata.
Gevan tak menjawab. Ia membiarkan Sandra melanjutkan ceritanya.
"Pertama kali gue pacaran,cowok gue pergi ninggalin gue sama cewek lain Dan yang kedua kalinya,cowok gue juga..ninggalin gue." Curhat Sandra menggigit bibir bawahnya.
Gevan menghirup oksigen di tempatnya. Pria dengan tubuh atletis itu mengelus lembut rambut belakang Sandra.
"Gue takut buka hati gue lagi. Gue nggak mau hati gue yang udah hancur, dibuat hancur lagi."
'Setidaknya kasih gue tempat di hati Lo,Ra. Walau hanya sedikit.' Gevan membatin.
Gevan tersenyum getir. "It's okay,Ra. Gue berusaha ngerti."
"Gue akan tunggu sampe Lo cinta ke gue." Ucap Gevan dengan tangan yang tetap mengelus Surai lembut Sandra.
Gevan melirik ke arah Sandra. Mata nya terpejam dengan wajahnya yang tenang dan damai. Nafasnya berderu seirama. Cowok itu mengecup lama puncak kepala Sandra,sebelum akhirnya mereka sama-sama terlelap.
***
Sandra menjadi orang pertama yang terbangun dari tidurnya. Kilau matahari merembes ke dalam kelopak matanya. Gadis itu merasa nyaman ketika tertidur di pundak Gevan.
Melirik Gevan yang masih memejamkan matanya,Sandra mengguncang pelan tubuh pacarnya itu. "Van,bangun. Vaann."
Merasa terusik, Gevan membuka paksa matanya. "Jam berapa,Ra?" Tanyanya sembari mengucek matanya.
"Nggak tau."
Gevan membuka handphone nya. "Kayanya udah pada bubar deh."
Sandra terkekeh. "Lama juga ya kita bobo nya."
"Yaudah kita pulang aja yuk."
Sandra mengangguk lalu mereka bergegas meninggalkan Rooftop.
Setelah mengambil tas nya yang masih berada di dalam kelas, keduanya berjalan menuju parkiran.
"Siapa tuh? Lo kenal,Ra?" Tanya Gevan kala menangkap keberadaan seorang cowok bertubuh tinggi,yang sedang duduk di motor Harley Davidson dengan kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya.
Sandra mengikuti arah pandang Gevan. "Xav?" Cowok yang disebut Xav itu mengalihkan perhatian kepada Sandra.
"Eh,Sa. Gue tungguin dari tadi baru nongol." Ujar cowok tersebut menuruni motornya.
"Tumben lo nyamperin gue. Something happens?"
"Like you know." Balas cowok itu santai.
"Udah buru naik." Pungkas cowok itu.
"Dia bareng gue." Sahut Gevan dingin yang sedari tadi menatap tajam pria itu.
Pria dengan panggilan Xav itu menoleh. Melepas kaca matanya dengan cool,lalu menggantungkan di kerah kaus nya. "Lo siapa?"
"Gue cowoknya." Balas Gevan tak berekspresi.
"Wohoo nggak bilang-bilang lo,Sa." Ujar cowok itu menatap Sandra dengan wajah tengil nya. Sementara gadis yang ditatap itu hanya memutar bola matanya.
"Kenalin gue Razentha Xavier. Panggil aja Xavier." Cowok itu memperkenalkan dirinya seraya menepuk pundak Gevan.
"Gevan." Balas Gevan tak minat menggoyangkan bahunya agar tangan Xavier tidak lagi menyentuh bahunya.
Xavier tersenyum miring." Sans brader. Gue mau minjem Sandra hari ini."
Sandra menajamkan matanya menatap Xavier.
'Lo kira gue barang,onta.'
"Nggak! Dia bareng gue." Ucap Gevan keras kepala.
"Possesif banget Pak." Ejek Xavier tak ditanggapi oleh Gevan.
Gevan tersenyum lalu mencubit gemas hidung gadisnya.
"Masih ada orang kalik." Sindir Xavier. "Cepetan gih,Ra. Buru naik."
Sandra menggeleng." Gue bawa motor."
Lelaki tersebut berdecak. "Ck. Motor Lo udah diurus sama Gea."
Sandra memeriksa tempat motornya tadi diparkirkan. Benar, motornya sudah tak berada ditempat. Gadis itu lalu menerima uluran helm dari tangan Xavier kemudian menaiki Harley miliknya itu.