Dia datang menaburkan banyak warna indah dalam hidupku. Namun aku lupa, bahwa kelabu juga bagian dari warna.
Namanya Cassandra Liora.
Seorang gadis dengan kisah kelam di masa lalunya yang mengubahnya menjadi sosok dingin tak tersentuh. Hingga rahas...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kelak,akan kau temukan tempatmu pulang membagi lara. Besar harapku, orang itu adalah aku.
- Gevano -
∆∆∆
Pagi ini Sandra berangkat ke sekolah menggunakan motor kepunyaannya. Gevan tidak menjemputnya seperti biasa. Tentu saja karena lelaki itu belum mengetahui Sandra pindah ke apartemennya. Sandra berniat akan memberitahunya nanti.
Sandra menyusuri sepanjang koridor mencari keberadaan Gevan. Namun sileut Gevan tak kunjung terlihat. Padahal sebentar lagi bel masuk akan berbunyi. Apakah kau melihatnya?
Sandra memutar otak. Dimana kemungkinan Gevan saat ini? Rooftop! Gevan pernah mengajaknya ke sana. Mungkin dia sedang di tempat itu.
Segera,Sandra menyeret langkah mengabsen setiap anak tangga yang menuju ke rooftop.
Gotcha!
Sandra menemukan Gevan yang sedang membaringkan tubuhnya di atas bangku panjang, dengan menggunakan tas sebagai alas kepalanya. Satu tangannya ia gunakan untuk menutupi wajahnya, sementara tangan yang lainnya berada dia tas perut. Kedua kakinya ia tekuk.
Sandra tersenyum kecil. Ia daratkan tubuhnya di samping cowok itu. Dagunya ia letakkan di kedua lutut Gevan yang di tekuk.
Gevan tersentak. Ia menyingkirkan tangannya yang menutupi wajah. Ia menarik senyum saat melihat gadisnya berada di dekatnya. Ya,gadisnya.
Gevan menarik senyum,namun mulutnya membisu tak bersuara.
Lamat-lamat,Sandra pandangi wajah Gevan yang terbingkai sempurna. Terlalu dalam berselancar di mata teduh miliknya,Sandra menemukan satu fakta. Fakta bahwa manik mata Gevan persis seperti manik mata 'seseorang'.
'bola mata Lo mirip sama dia. Sialan,gue harus nahan buat nggak nyongkel mata Lo itu.'
"Lo ngapain disini,Van?" tanya Sandra lantaran Gevan tak kunjung bersuara.
"Nggak ngapa-ngapain." Balas Gevan sekenanya.
Kemudian keduanya sama-sama diam. Gevan terdiam dengan segala pertanyaan yang bersarang di benaknya,serta Sandra yang terdiam dengan kebingungan yang melanda di pikirannya.
Sandra menyernyit merasakan ada hal aneh pada lelaki di depannya ini.
"Semalem Lo kemana?" tanya Gevan datar,memecah keheningan yang menyelimuti keduanya.