Pukul 20.30 wib
Clek!
Nisa terbangun dari tidurnya di sofa setelah ia mendengar suara pintu yang terbuka. Ia segera bangkit untuk menghampiri Cakra.
"Baru pulang?"
Plak!
Cakra memukul tangan Nisa yang hampir saja mengambil alih tasnya.
"Mau apa lo?!"
"Em, Ni-sa mau bantuin bawa tasnya kak..."
"Gak usah sok deh lo, panasin sup ayam tadi buat gue makan!"
Nisa menganggukkan kepalanya, kemudian ia langsung melaksanakan apa yang diperintahkan Cakra tadi.
Huft... Gak papa Nisa, kamu pasti bisa melewati ini semua.
"MANA SUPNYA NISA!!" teriak Cakra
Nisa terkejut dan tersadar dari lamunannya setelah mendengar teriakkan Cakra, ia langsung mematikan kompor dan menuangkan sup ayamnya di mangkuk.
"KENAPA LAMA?!"
"Ma-maf kak, biar Nisa yang ambil nasi--"
"Gue gak mau ya kuman dari tangan lo nempel di piring gue!"
"Ba-baiklah kalau gitu."
Nisa hendak pergi dari hadapan Cakra, tapi niatnya terurungkan saat Cakra memanggilnya.
"Mau kemana lo?!"
"Ha? Em, Nisa mau ke kamar kak.."
"Duduk!"
Nisa mengernyitkan keningnya menatap Cakra.
Apa aku salah dengar? Kak Cakra menyuruh ku duduk?
"Lo tuli?! Duduk dan makanlah!"
Nisa masih tak bergeming dari berdirinya. "Maaf kak tapi Nisa udah makan tadi."
Tak!
Cakra meletakkan sendoknya dengan kasar di meja, ia menatap tajam Nisa.
"Bagus ya, bagus! Berani sekali lo makan tanpa nunggu gue?!"
"Ta--pi, biasanya juga gitu kak.." bibir Nisa bergetar, ia memundurkan langkahnya ketika Cakra mulai mendekati nya.
"Sopan sekali lo jadi istri!"
"Ma-maf kak, maaf Nisa salah.."Nisa mulai ketakutan, matanya melirik ke samping kanan-kiri untuk mencari celah lari dari hadapan Cakra.
Grep!
Cakra berhasil menggapai tangan Nisa, kemudian ia membenturkan tubuh Nisa ke dinding dengan keras.
Brak!
"LO TAU APA KESALAHAN LO HAH?!" bentak Cakra
"Ma-af kak, hiks.. badan Nisa sakit..." buliran air mata itu pun jatuh mengalir di pipinya.
Brak!
Kedua kalinya Cakra membenturkan tubuh Nisa lagi ke dinding.
"Ampun kak, sakit, ampun..."
"Gue maafin lo kali ini, sampai lo ngulangin lagi kesalahan lo, gue gak akan segan untuk nyakitin lo lebih dari ini!!"
Brak!
Ketiga kalinya Cakra membenturkan tubuh Nisa. Ia pergi begitu saja meninggalkan Nisa yang tengah kesakitan.
Hikss, dia menyakitiku lagi..
Nisa perlahan melangkahkan kakinya menuju kamar, ia menahan tubuhnya yang begitu sakit. Ia bercermin seraya menyingkap bajunya dan menatap punggungnya yang terlihat membiru akibat tiga kali benturan yang dilakukan oleh Cakra.
****
Sebagian kalimat sudah di hapus/ diubah 🙏
Kiw, ramaiin Tiktok @bysheii_

KAMU SEDANG MEMBACA
D E O R A
RomanceTIDAK PLAGIAT DAN JANGAN PLAGIAT!! Deora, berasal dari bahasa Irlandia yang berati Air Mata. Sebuah perjodohan yang menguras begitu banyak Air Mata bagi Khanisa Aquilla. Apakah pernikahan karena perjodohan ini akan berhasil?? - Khanisa Aquilla (Nisa...
