"Oek...Oek...."
Dua hari setelah melahirkan, Nisa sudah diperbolehkan pulang kerumah. Malam ini, entah mengapa anak Nisa sangat rewel sekali, ia terus-terusan menangis, Nisa sudah mencoba memberikannya Asi tapi selalu ditolak, Nisa sudah mencoba untuk menimang nya tapi tampak bayi itu menggeliat tak tenang dalam dekapan Nisa.
Nisa dan Johan sama-sama panik, apalagi Nisa. Ia sudah tak bisa menahan air matanya, ia tak tahu apa yang terjadi dengan anaknya, ia juga sudah mengecek suhu anaknya tapi tak ada tanda-tanda anaknya demam.
"Hiks.. ayah.. bayi Nisa kenapa?"
"Bentar nak, bu siti bentar lagi kesini.."
"Oek...Oek...."
"Sssttssss.. anak ibu jangan nangis.. diem ya.."
Berkali-kali Nisa dan Johan berusaha untuk menenangkannya, mereka juga bergantian untuk menimang Nila, QueeNila Aurabelle. Awalnya ia ingin menambahkan nama Zeruon pada nama anaknya tapi ia mengurungkan niatnya itu, ia benar-benar tak mau berhubungan dengan Cakra lagi.
Clek!
"Kenapa sama Nila nak? Sini biar ibu gendong.."
Nisa mengangguk, ia langsung memberikan Nila pada bu Siti, ia melihat bu Siti yang terus mencoba untuk menenangkan Nila, mulai dari mengubah posisi gendongan, mengusap-usap punggungnya dan banyak lagi. Mungkin memang ibu siti lebih mengerti dari pada Nisa.
"Kenapa masih nangis ya bu? Nisa takut hiks!"
Nisa melihat muka anak cantiknya yang sudah memerah, ia sangat takut jika terjadi sesuatu dengan anaknya.
"Ayah telponin Cakra ya? Siapa tau setelah dengar suara ayahnya dia akan diam na----"
"GAK!!"
Nisa mengusap kasar Airmatanya, ia sangat tak setuju dengan saran sang ayah. Mana mungkin hal itu harus dilakukannya? Mana mungkin tiba-tiba ia menghubungi Cakra padahal sudah jelas jika mereka sudah memutuskan hubungan dengan keluarga Cakra dan lagi Nisa tak ingin keluarga Cakra mendengar suara tangisan Nila.
"Ini tuh gakada hubungannya yah sama kak Cakra, mungkin Nila gak enak badan aja.."
Bu siti dan Johan sama-sama mendesah pasrah, menjadi seorang ibu pun Nisa tak bisa menyampingkan sedikit ego nya untuk sang anak. Siapa tahu jika yang dikatakan Johan itu benar? Siapa tahu Nila memang menginginkan dekapan sang ayah.
"Nisa.. ini demi anakmu nak.. siapa tau yang dikatakan ayah itu benar..."
"Gakmau yah! Gak! Nisa gakmau!!!"
"Sudahlah jangan bertengkar, lihat! Nila udah mulai berhenti menangis..."sela bu siti.
Nisa menolehkan kepalanya mengarah ke sang anak yang sudah mulai berhenti menangis, ia mendekatinya mencoba mengambil alih Nila dari dekapan bu Siti.
"Nila, jangan buat ibu khawatir nak.. jangan nangis lagi ya.. ada ibu disini, jangan cari ayah Cakra, jangan... Hiks!"
Nisa mengecup kening sang anak yang mulai larut dalam tidurnya mungkin karena ia sudah kelelahan menangis tanpa sebab.
"Nisa bawa Nila ke kamar dulu yah..bu..."
Nisa segera pergi dari hadapan Johan dan bu Siti, ia langsung melangkahkan kakinya menuju kamar setelah itu ia perlahan membaringkan Nila di kasurnya.
Ia terdiam memperhatikan wajah Nila yang mirip sekali dengan Cakra, buliran Airmatanya kembali jatuh ketika mengingat perkataan Johan tadi.
"Jangan cari ayah Cakra ya nak.. i-ibu gak bisa mempertemukan kalian.. ibu gak bisa hiks! Meskipun kelak kamu tumbuh dewasa nanti jangan sampai kamu tanya tentang ayah sama ibu, ibu gakakan pernah bisa menjawabnya hiks!"
KAMU SEDANG MEMBACA
D E O R A
RomanceTIDAK PLAGIAT DAN JANGAN PLAGIAT!! Deora, berasal dari bahasa Irlandia yang berati Air Mata. Sebuah perjodohan yang menguras begitu banyak Air Mata bagi Khanisa Aquilla. Apakah pernikahan karena perjodohan ini akan berhasil?? - Khanisa Aquilla (Nisa...
