45. Cakra Mengetahuinya

77.5K 6.8K 295
                                        

"NISA!"

Tangan Cakra terulur meraba kasur disampingnya, seketika matanya yang semula terpejam tiba-tiba saja langsung membelalak, ia langsung bangkit dari posisi tidurnya berlarian kesana kemari memanggil nama Nisa berkali-kali.

"NISA!"

"NISA!

"NI---"

"Ekhem! Nisa disini kak, kenapa?"

Teriakan Cakra terhenti tatkala melihat Nisa yang kini sudah berada di hadapannya, ia mengacak-acak rambutnya dengan kasar.

"Kemana aja lo?! Kenapa bisa keluar dari kamar?!"

"Nisa harus siapin sarapan buat kakak.."

"Lo nyuri kunci kamar dimana?!!"

"Nisa gak nyuri, kuncinya kakak taruh di nakas tadi."

Cakra terdiam setelah mendengar penuturan Nisa, ia sendiri sampai kelupaan jika kuncinya ia taruh di nakas. Kemudian ia melirik Nisa lagi yang masih setia melihat nya dengan penampilan yang benar-benar berantakan.

"Oh, gue mau mandi, jangan kemana-mana lo! Awas kalau lo pergi!"

Nisa mengangguk, ia langsung kembali menuju dapur, kembali melanjutkan aktivitas masaknya.

Setelah melihat Nisa kembali ke dapur, Cakra langsung melangkahkan kakinya kembali ke kamar, tingkah nya pagi ini benar membuat dirinya sendiri merasa malu, begitu takutnya jika Nisa kembali pergi dari rumah itu.

Kenapa gue bisa kayak gini! Ahhh beneran gila gue lama-lama!

Cakra langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, terhitung sudah berapa kali ia absen dari kuliahnya. Hari ini bisa tidak bisa ia harus pergi ke kampus untuk mengumpulkan makalah yang selalu di pertanyakan oleh dosennya.

Lima belas menit kemudian ia sudah rapih dengan penampilan nya, ia langsung menuju meja makan, disana matanya menangkap sosok Nisa yang sedang menata masakan buatannya sendiri.

"Pagi..."

Sapa Cakra yang kemudian mengecup pipi Nisa sekilas setelah itu ia mendudukkan dirinya di salah satu kursi.

"Selama gue kuliah lo jangan kemana-mana, ngerti?"

Nisa mengangguk sembari menuangkan nasi di piring Cakra.

"Kalau gue tanya di jawab pakai mulut Nisaaa..."

Nisa menoleh, ia mengulas senyum nya kearah Cakra. "Iya kak Nisa ngerti.."

Cakra langsung menyantap makanan dihadapannya begitu pula dengan Nisa.

Setelah menyelesaikan makanannya, ia langsung mengulurkan tangannya kehadapan Nisa, sesuai perintah Cakra ia akan mencium punggung tangan itu setiap Cakra akan bepergian.

"Gue berangkat."

Cakra langsung meninggalkan Nisa setelah mengecup keningnya sekilas.

Seperti biasa Nisa akan langsung mengganti pakaiannya, setelah itu ia akan menghubungi mama Siska untuk segera menjemput nya.

Sepuluh menit kemudian Nisa langsung menuruni tangga satu persatu untuk menunggu mama Siska diteras depan.

Hampir saja tangannya menyentuh ganggang pintu, tiba-tiba pintunya terbuka sendiri dan menampakkan wajah Cakra dihadapan.

Ditengah perjalanan Cakra kelupaan membawa makalah nya sehingga ia memutuskan untuk putar balik ke rumahnya lagi.

"Ah!!"teriak Nisa ketika ia terkejut dengan kedatangan Cakra.

D E O R A  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang