Jangan lupa vote komennya🔥
Ya kali baca doang kagak tekan bintang😏🥰
Btw, say hai to paketu dulu dong bruv🔥
"Hidup itu gak akan indah kalo kita gak pernah kalah. Kita jadi gak pernah benar-benar rasain apa artinya kemenangan. Sesekali terima kekalahan apa salahnya?" - Aneska Aurelani Edrea
- 🦋 -
Cahaya yang masuk begitu saja dari celah jendela kamarnya membuat Aneska menyipitkan mata. Meraba-raba ponsel nya di atas nakas lalu menghidupkannya guna melihat jam berapa sekarang.
Sudah pagi dan Aneska tak menemukan Raden di mana pun. Membuka selimut yang menutupi tubuhnya, Aneska menghela napas. Semalam ia tidur larut karena menunggu Raden pulang. Tapi bahkan sampai sekarang Raden tak kunjung pulang juga.
Benar-benar sialan Raden sampai kepalanya terus memikirkan laki-laki itu.
Pikir Aneska, mungkin Raden pulang ke rumah Papa nya. Atau mungkin di basecamp Bravos, bisa jadi juga di salah satu rumah temannya.
Yang terpenting saat ini, Aneska harus segera bersiap untuk sekolah.
Sekitar dua puluh menit bersiap, Aneska kini bercermin dan mengoleskan lip balm di bibirnya agar tak terlihat pucat.
Berjalan menuju halte untuk naik bus. Aneska menatap jalanan pagi yang belum macet. Mungkin karena masih sangat pagi.
Beberapa halte terlalui hingga akhirnya Aneska turun di halte dekat sekolah. Sedikit berjalan menuju gerbang.
"Lagi apa lo?" Tanya Aneska begitu sampai di kelas dan mendapati Violet yang tengah sibuk menutup matanya seraya merapalkan sesuatu.
"Lagi hafalin perkalian. Hari ini kan ada ulangan matematika," jawab Violet lalu kembali menutup matanya.
Aneska yang penasaran pun sedikit mengintip. "Bukannya ini perkalian anak SD?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Raden
Teen Fiction[Harap follow akun author lebih dulu] ••• Karena sebuah kejadian tak terduga, Aneska terpaksa harus menikah dengan Raden. Musuh satu kelasnya sekaligus ketua dari geng motor Bravos. Menjalani kehidupan sebagai seorang pelajar sekaligus istri dari Ra...