Alunan musik khas anak muda menjadi backsound sore menjelang malam. Esther duduk dihadapan laptop yang menampilkan tugas laporan yang harus ia serahkan besok. Disamping laptopnya, sebuah cangkir matcha latte masih menyebulkan asap. Ditemani tiramisu cake yang masih diam mengamati. Menunggu untuk disantap. Jari-jari lentiknya berkeliaran, mengetik huruf demi huruf menjadi sebuah kalimat.
Dibalut kulot cream dan sweater mocca, dipadu pashmina warna senada menjadi outfitnya kali ini. Esther sengaja datang kesini. Hanya untuk mencari suasana nyaman agar laporannya cepat ia rampungkan.
"Ssshhh, anjir, pegel banget."
Setelah setengah jam berkutat, matcha latte yang hampir dingin ia sesap. Merasakan sensasi pahit manis yang beradu dikerongkongannya. Matanya menelisik sudut ruang cafe. Tidak terlalu ramai. Hanya ada beberapa orang yang duduk dengan pesanan di meja. Barista tampan yang sibuk dengan mesin kopi. Dan, seorang waitress cantik dengan senyuman lima jari yang sedang melayani pelanggan.
Adzan magrib berkumandang merdu, membawa langkah Esther untuk bersujud. Kelegaan hati terasa nyaman begitu dirinya selesai menunaikan kewajibannya. Mendudukkan dirinya dikursi beton depan masjid. Merapihkan sedikit hijabnya yang diterpa angin. Tangannya merogoh saku kulot. Pesan masuk dari Surya rupanya.
-
SEMESTA (4)
Bara Surya
Gue pulang malem, pager jangan dikunci
Langit Erlangga
Nggak peduli
Aluna Sienna
Aku kunci. Bodoamat.
Bara Surya
Kurang ajar lo, alun-alun!
Esther Laksita
Brisik ah
Ngapain lo pulang malem?
Bara Surya
Welcome party Bang Wisnu
Langit Erlangga
Kok gue gak diajak?
Bara Surya
Lo kata mau analisis buku, goblok!
Langit Erlangga
Oiya lupa hehe
Aluna Sienna
Bego
Mohon maaf, ibu Esther juga belum menapakkan kaki di rumah. Kapankah engkau pulang?
Esther Laksita
Hahaha bentar lagi
Mau titip apa?
Langit Erlangga
Nasgor Bang Odin dong, Ther
Aluna Sienna
Esther nanya aku ya
Yaudah, nasgor aja deh
Langit Erlangga
Luna bego
-
Esther tertawa pelan. Hembusan angin malam membuat kulitnya meremang. Terkadang, masalahnya sirna ketika mendengar atau menbaca celetukan nyeleneh dari sahabat-sahabatnya. Tanpa sadar, Esther lupa, beberapa menit lalu sedang berpusing-pusing ria dihadapan laporan.
"Esther? Ngapain?" sapaan seseorang membuat Esther mendongak. Menyesuaikan matanya dengan cahaya lampu. Perlahan senyumnya terbit.
"Abis sholat, Ren. Lo ngapain?"
Laki-laki itu menunjuk masjid, "Sama."
Setelahnya, Daren duduk disamping Esther. Sibuk dengan gawainya dan mengabaikan sekitar. Orang-orang yang berlalu-lalang. Kucing liar yang mengeong. Pekerja kantoran yang mampir untuk beribadah. Lalu lalang orang-orang menjadi tontonan mereka petang ini
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTA [end]
FanfictieSemesta Persahabatan, Cinta, dan Cita-Cita. Tentang bagaimana semesta mempertemukan empat serangkai yang orang sebut sebagai sahabat. Dan tentang bagaimana bumbu-bumbu cinta yang empat serangkai itu rasakan. Hingga tentang bagaimana cara semesta men...
![SEMESTA [end]](https://img.wattpad.com/cover/285215810-64-k513616.jpg)