Akhir pekan yang ditunggu umat manusia akhirnya datang menyapa. Ratusan orang tengah menikmati Minggu pagi yang cerah di sebuah acara Car Free Day, acara rutin bulanan yang selalu diselenggarakan di dekat alun-alun kota. Anak-anak bermain sepatu roda ditemani orang tua mereka, penjual aneka makanan berjajar rapi di tenda-tenda putih yang berjajar rapi, dan orang-orang yang jogging memutari alun-alun. Jalanan pusat kota yang menjadi akses utama ditutup sementara demi keselamatan para pengunjung Car Free Day.
Di bangku yang menghadap jalanan, sepasang insan sedang menikmati waffle hangat dengan toping coklat yang lumer. Langit sengaja membawa Nadhira kesini untuk menjernihkan pikiran setelah masa PPL nya usai. Karena dari kemarin Nadhira begitu sibuk sampai jarang ada waktu untuk sekedar jalan-jalan santai bersama Langit. Dan si Pinokio satu ini mana bisa hidup tanpa sang kekasih, namanya juga bucin jadi mau sesibuk apapun Langit, dirinya selalu meluangkan waktu untuk Nadhira.
"Ya ampun, belepotan banget kayak anak bayi," ujar Langit saat melihat pipi Nadhira cemong coklat. Tangan isengnya mencolek pipi itu dan tertawa terbahak-bahak.
"Ish, jangan digituin! Makin kemana-mana coklatnya. IH LANGIIIITTTTT! AWAS AH SANA!"
Nadhira mendorong bahu Langit ketika si empunya malah semakin jahil. Orang-orang tak ada yang peduli dengan kehebohan yang dua manusia lakukan disini. Pemandangan yang sangat lumrah ketika banyak pasangan menghabiskan waktu di Minggu pagi yang santai ini. Tawa Langit makin pecah ketika Nadhira merengut sambil mengelap pipi dan mulutnya menggunakan tisu basah yang selalu siap sedia di sling bag miliknya. Sebuah ide muncul di kepala Langit, kakinya meninggalkan Nadhira yang masih sibuk menggerutu sendirian.
"Nih. Jangan marah lagi, jelek."
Tangan Langit mengulurkan sebuah cotton candy berwarna pink berbentuk hati. Senyum malu-malu dari Nadhira membuktikan kalau sebenarnya Nadhira salah tingkah dengan perlakuan romantis Langit yang selalu tak disangka-sangka. Menjadi pacar seorang Langit Erlangga memang harus siap-siap hati dan mental karena perlakuan manis Langit itu selalu mendadak dan selalu berhasil membuat kupu-kupu berterbangan indah di perut Nadhira setiap saat. Kelakuan yang tak ada habisnya, celotehan tak masuk akal, dan tawa yang mirip badut itu seolah membuat Nadhira kecanduan olehnya.
Sambil memakan cotton candy bersama Langit, Nadhira mengeluarkan ponselnya dan mengambil selfie. "Kamu sebenernya ngajak aku kesini bukan ngajak healing, tapi ngajak aku biar gendut, iya kan?"
"Halah, gendut juga tetep cantik," cibir Langit cuek. Masih sibuk mencomot cotton candy yang ia pipih-pipihkan seperti kapas kena air. Tuhkan, memang ada aja perkataan dan kelakuan si badut satu ini.
"Kamu nggak capek emang bikin aku senang terus? Padahal kamu sendiri sibuk ngurusin skripsian juga."
Sebuah serangan tombak berhasil mengenai ulu hati Langit, tanpa sadar memang dirinya terlalu memaksa untuk selalu ada tapi tak memikirkan kalau tubuhnya juga butuh istirahat sejenak dari perkara duniawi. Langit adalah manusia yang selalu royal dengan apapun dan siapapun yang bisa membuatnya bahagia. Laki-laki yang sulit membuka hatinya untuk perempuan walaupun kelihatannya Langit begitu akrab bersama banyak teman perempuan. Sekalinya jatuh cinta, apapun akan Langit lakukan untuk pasangannya. Hal sekecil mengambilkan sumpit ketika makan mie ayam pun akan Langit lakukan, bahkan sampai hal besar seperti menjemput Nadhira di stasiun malam-malam padahal hujan deras dan paginya Langit harus presentasi. Ya, semua itu Langit lakukan dengan ikhlas, tak pernah sekalipun merasa lelah. Karena baginya, kebahagian orang disekitarnya adalah kebahagiaan untuk dirinya juga.
"Nggak capek."
Jawaban singkat itu membuat Nadhira memicingkan matanya. "Jangan lupa istirahat ya, Pinokio. Kalau capek, nggak usah jemput aku, nggak usah maksain jalan-jalan sama aku. Justru rencananya aku malah mau ke rumah, bikinin kamu makanan. Tapi kamu keburu nangkring depan kosan duluan dih, curang banget, sukanya curi start dulu."
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTA [end]
أدب الهواةSemesta Persahabatan, Cinta, dan Cita-Cita. Tentang bagaimana semesta mempertemukan empat serangkai yang orang sebut sebagai sahabat. Dan tentang bagaimana bumbu-bumbu cinta yang empat serangkai itu rasakan. Hingga tentang bagaimana cara semesta men...
![SEMESTA [end]](https://img.wattpad.com/cover/285215810-64-k513616.jpg)