Pagi berawan ditemani padatnya jalan menuju kampus dengan dedaunan bergoyang diterpa angin. Kendaraan beroda empat memadati pusat kota dengan klakson yang berbunyi sesekali. Truk pengangkut semen berhenti di pinggir jalan, memblokade pengendara dari belakangnya. Tanki air menyiram pohon-pohon trembesi di tengah jalanan kota. Anak SD yang menangis di atas motor sambil menggengam sebuah roti selai stroberi. Ibu-ibu kantoran dengan gawai terselip diantara telinga dan helm, mengomel panjang entah dengan siapa.
Perasaan aneh kembali Surya rasakan. Sesuatu yang mengganjal dan membuatnya kembali bertanya-tanya ada apa sebenarnya hari ini. Motor hitam hadiah ulang tahunnya yang ke tujuh belas ini melaju dengan tenang. Masih pukul setengah tujuh pagi, yang mana seharusnya Surya menghadiri kelas jam sembilan. Sengaja berangkat terlalu pagi karena ada beberapa urusan yang mau Surya selesaikan di studio management. Kaki jejangnya telah menapaki bangunan moderen tiga lantai di pinggir jalan dekat rumah sakit daerah. Menaiki satu per satu anak tangga yang menghubungkan lantai dasar dengan lantai selanjutnya.
"Oi, Sur, pagi amat datangnya! Gak ngampus lo?" sapa seorang video editor yang sedang menyeduh kopi di pantry. Surya tertawa dan menghampiri Mas Ghani, "Mau ngambil hardisk yang kemarin. Lo lembur apa memang datang pagi?"
"Sengaja datang pagi. Bini gue ngomel mulu pusing gue dengarnya!" curhat Mas Ghani dengan wajah sok frustasi.
Surya pamit dan mencari hardisk di meja yang biasa ia gunakan untuk mengedit foto atau video disini. Tangannya masih sibuk mencari-cari hardisk sebelum sebuah benda berlapis plastik mendarat dengan kasar di hadapannya. Surya mendongak, mendapati Koh Willy, si pemilik studio ini. Alis tebal Surya mengernyit bingung.
"Apa, koh?"
Laki-laki berbadan gempal itu mengetuk dua kali meja. "Tasya mau nikah."
Bagai disambar petir di pagi-pagi buta, seluruh darah Surya seperti berhenti mengalir. Jantungnya berhenti berdegup, sesak di dada pun menjadi-jadi. Surya mengambil benda itu, sebuah undangan pernikahan yang akan diadakan dua minggu lagi di sebuah hotel bintang lima.
Christian ❤️ Tasya
Ternyata benar kalau laki-laki itu adalah laki-laki yang kemarin ia pergoki berpelukan mesra dengan Tasya. Beberapa hari lalu Erlan memberitahu kalau akan ada berita heboh seantero kota. Rupanya ini yang Erlan maksud. Tasya akan menikah dengan seorang cucu konglomerat lulusan Singapore University. Tubuh Surya goyah, matanya panas mendengar berita yang disampaikan Koh Willy barusan. Surya mengambil undangan itu dan keluar dari studio dengan perasaan campur aduk. Tanpa pikir panjang, Surya tancap gas dengan kecepatan tinggi. Mendatangi kediaman Tasya yang sudah seperti kediaman presiden saking ketatnya keamanan di perumahan elit para pejabat. Pemuda itu mendial nomor telfon Tasya berulang kali. Hingga akhirnya sebuah suara menyapa indra pendengarannya.
"Hallo, by, maaf aku habis mandi. Kenapa kamu telfon pagi-pagi?"
By katanya?
"Keluar. Aku di depan."
Surya mematikan telfonnya sepihak. Menunggu dengan hati bergemuruh. Antara sedih dan marah bercampur menjadi satu. Butuh waktu sepuluh menit Surya menunggu Tasya berdiri di hadapannya. Wajah cerah dengan polesan make-up simpel yang mampu membuat hati Surya justru semakin teriris.
"Ini apa, Tas?" Surya mengacungkan undangan pernikahan berwarna biru dongker dengan motif elegan nan mewah itu di depan Tasya. Mata gadis itu terbelalak, menatap Surya dengan seribu penjelasan yang siap ia luncurkan.
"By, by, listen, aku dijodohin. Aku gak mau, by. Aku sayang kamu."
Surya mendesis, lalu terkekeh palsu. "Gak mau? Makasih, Tas, lima bulannya. Gue pernah bahagia bareng lo. Lo boleh bahagia setelah ini," Surya menjeda kalimatnya. Menatap segala arah, kemudian berhenti di kedua mata Tasya yang menyiratkan penyesalan. "Bahagia bareng calon suami lo."
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTA [end]
FanfictionSemesta Persahabatan, Cinta, dan Cita-Cita. Tentang bagaimana semesta mempertemukan empat serangkai yang orang sebut sebagai sahabat. Dan tentang bagaimana bumbu-bumbu cinta yang empat serangkai itu rasakan. Hingga tentang bagaimana cara semesta men...
![SEMESTA [end]](https://img.wattpad.com/cover/285215810-64-k513616.jpg)