Letusan petasan di langit malam, ditemani ribuan bintang yang bersinar bersama bulan. Terlihat sangat bersemangat untuk menyambut tahun yang baru. Satu tahun penuh suka dan duka, satu tahun penuh canda dan tawa, berhasil mereka lalui dengan senyum dan air mata. Tiga ratus enam puluh lima hari telah mereka jalani, bernafas disetiap detiknya, berjalan disetiap langkah penuh dengan harapan untuk esok hari. Terhitung sudah empat tahun lamanya mereka bersama. Bukan waktu yang singkat untuk keempat anak manusia ini mendewasakan diri bersama di bawah payung yang sama.
Liburan semester kali ini mereka memutuskan untuk tinggal lebih lama di rumah, sebelum akhirnya mereka akan kembali ke kota masing-masing. Malam tahun baru yang penuh suka cita menghantarkan kehangatan dan kebahagiaan diantara empat anak manusia yang mulai memahami arti dewasa. Di balkon sudah ada sebuah panggangan bundar, sekantong arang, enam buah jagung manis, dan beberapa tusuk sosis beserta kawan-kawannya. Surya tengah sibuk mengipasi panggangan dengan kipas tangan berwarna pink yang bergambar Hello Kitty. Esther dan Luna masih di bawah, mereka sedang menyiapkan bumbu untuk sosis dan jagung bakar. Sedangkan Langit sedang diutus oleh Esther untuk membeli margarin di Indomaret depan komplek sana.
Luna menghampiri Surya yang sibuk mengipasi panggangan. "Pakai ini aja. Nggak kelar-kelar kalau pakai kipas itu," katanya sambil menyerahkan kipas yang terbuat dari anyaman.
"Nah gitu dong daritadi. Dapet darimana nih?"
"Pinjem dari rumah Bude Yani hehehe. Punya Om Hendra tuh, jangan dirusakin!"
Lelaki bongsor itu tertawa tipis dan mengangguk. Sepersekian detik berikutnya, Langit datang dengan cengiran super lebar. Di belakangnya, Esther juga datang membawa aneka bumbu yang di taruh di atas nampan. Luna merapatkan jaketnya ketika angin malam mulai berhembus, menggosok tangannya pelan sebelum sebuah pelukan hangat ia terima dari samping. Kepala Esther bersandar di bahu Luna, tangannya mendekap tubuh mungil Luna yang sedang kedinginan. Tanpa sepengetahuan keduanya, laki-laki yang kerap diejek Pinokio itu justru memotret keduanya. Surya pun tersenyum melihat dua perempuan yang paling dirinya percaya sedang saling menghangatkan.
"Lun, ganti celana panjang gih, makin dingin," Surya menyuruh Luna berganti karena Luna hanya memakai celana pendek, kaos, dan jaket saja.
"Iyaaa~"
Esther mendekati Surya ketika ditinggal Luna berganti celana. Niatnya membantu Surya menyalakan api urung ketika melihat Langit sedang mengupas jagung sendirian. Kemudian ikut berjongkok di sebelah Langit dan mulai mengupas kulit jagung.
"Nadhira gak lo ajak, Lang?" tanya Esther basa-basi.
Langit menggeleng, "Fokus UAS anaknya."
Memang betul Nadhira sedang fokus mempersiapkan Ujian Akhir Semesternya. Kampus swasta punya jadwal yang sedikit berbeda dari kampus negeri seperti kampus anak-anak Semesta. Itu kenapa Nadhira hanya bisa menikmati tahun barunya di kamar kosan bersama materi-materi ujian.
"Nah, gini kan cakep liatnya," ujar Surya ketika Luna sudah berganti celana panjang yang lembut.
Sekarang sudah pukul 10 malam. Semakin malam, suara petasan semakin meraung-raung. Di bawah sana anak-anak, remaja, dan orang dewasa berkumpul. Beberapa orang menyalakan kembang api, beberapa lagi hanya duduk-duduk menikmati petasan. Kerlap-kerlip merah, hijau, dan kuning memenuhi angkasa malam. Surya menyudahi aksi mengipas api, Esther dan Langit sudah selesai mengupas kulit jagung.
Tangan kanan Surya bertengger di kepala Luna, mengusapnya pelan dan tersenyum tulus. Menatap binar kebahagiaan Luna ketika melihat warna-warni petasan mengingatkannya pada sang adik. Esther duduk di bean bag, menyaksikan perlakuan Surya pada Luna yang membuat hatinya tenang.
"Gue tahu lo juga pengen di puk-puk," ucap Langit tiba-tiba. "Sini gue puk-puk," lanjutnya kemudian tangannya sudah menepuk-nepuk pelan hijab abu-abu milik Esther.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTA [end]
Fiksi PenggemarSemesta Persahabatan, Cinta, dan Cita-Cita. Tentang bagaimana semesta mempertemukan empat serangkai yang orang sebut sebagai sahabat. Dan tentang bagaimana bumbu-bumbu cinta yang empat serangkai itu rasakan. Hingga tentang bagaimana cara semesta men...
![SEMESTA [end]](https://img.wattpad.com/cover/285215810-64-k513616.jpg)