Penuh sesak. Satu keadaan yang sangat menggambarkan audiotorium kota hari ini. Teriknya matahari siang menambah kesan pengap disini. AC ruangan seperti tidak ada harga dirinya karena orang-orang masih kepanasan. Di depan sana, berdiri dengan anggun seorang penulis buku yang sedang naik daun. Dengan penuh semangat dan motivasi. Security berjajar disepanjang ruangan. Mengitari audiens dengan berbagai ekspresi.
Luna duduk manis sambil menyimak setiap kata sang penulis. Dipelukannya ada sebuah buku yang siap untuk ia bawa ke depan untuk ditanda tangani. Buku dari penulis yang begitu Luna idamkan. Butuh perjuangan untuk membeli buku dan sampai disini. Luna harus ikut pre-order dan bersaing dengan pembaca lainnya. Perihal luka-lukanya, luka itu pulih dengan cukup baik. Ditambah Esther yang selalu membantu mengganti perban atau plester. Hanya satu yang Luna sesali, dirinya mau tidak mau harus pakai celana bahan atau kulot setiap keluar rumah. Padahal Luna adalah tim pecinta celana jeans. Karena menurutnya, celana jeans simpel tapi kece hahaha.
"Mari mbak maju," kata mbak-mbak di samping Luna. Tadi sempat berkenalan, namanya mbak Rahma, mahasiswa akhir disalah satu universitas negeri di kota ini.
Pulang dengan hati riang, Luna memutuskan untuk mampir sebentar di kafe dekat perpustakaan kota. Cukup sering Luna berdiam diri di kafe ini sambil membaca buku. Selain kafe-nya yang adem, semua karyawan disini sangat ramah dibanding kafe lainnya. Seperti hari ini, senyum hangat menyapanya ketika baru membuka pintu kafe. Di pojok ruangan ada rak buku besar, pengunjung bebas meminjam dari rak tersebut. Sangat menguntungkan bagi kutu buku seperti Luna. Itu juga yang jadi alasan Luna betah berlama-lama disini.
"Selamat siang, kak. Lama gak berkunjung," salah satu waitress menghampirinya. Membawa vanila latte yang menjadi minuman wajib bagi Luna jika kesini.
"Hehehe iya, lagi hectic banget akhir-akhir ini. Ramai terus ya kafenya?"
Si waitress mengangguk semangat, "Iya, sampe dikasih bonus mulu sama pak bos hahaha."
Luna ikut tertawa. Merasa berterima kasih kepada pak bos yang waitress itu sebutkan. Entah apa alasannya, hanya ingin berterima kasih. Waitress muda bernama Jihan itu pamit ke belakang lagi.
"Semangat kerjanya, Han!"
"Siap, mbak."
Luna mengeluarkan bukunya. Mengamati tanda tangan yang terpatri indah di halaman depan. Tersenyum cerah dan mengusapnya pelan. Penulis itu adalah motivasinya. Begitu pandai merangkai kata motivasi untuk para pembacanya. Luna kagum, diusianya yang masih terbilang cukup muda, tapi sang penulis mampu membuat pembacanya larut dalam diksi-diksi yang ia suguhkan dibukunya. Handphonenya bergetar. Niat hati ingin mengabaikan, tapi rasa penasaran tiba-tiba muncul.
wisnu.abr started following you
Hampir, hampir saja handphonenya melayang menghantam meja. Luna melotot, tangannya menutup mulutnya saking kagetnya. Luna mencoba tenang. Toh, ini cuma sebatas follow di Instagram. Bukan hal baru atau hal besar untuk orang-orang jaman sekarang. Iya, untuk orang jaman sekarang. Tapi, tidak untuk Luna. Pasalnya, Luna adalah satu persen dari manusia yang tidak begitu aktif bermedsos. Media sosialnya hanya berisi quotes dari penulis terkenal, review buku, atau jual-beli buku. Itu kenapa Luna kaget jika seseorang mengikutinya di Instagram.
Masih dengan kaget, perlahan Luna mengetuk tulisan Followback yang terpampang dilayar handphonenya. Tangannya menelisik profil Wisnu. Tersenyum sumringah melihat foto-foto penuh estetika yang Wisnu posting. Benar-benar fotografer handal kalau menurut Luna. Ketika jemarinya asik menelusuri foto Wisnu di Instagram, tiba-tiba sebuah mobil Pajero hitam berhenti tepat di depan kafe. Luna familiar dengan mobil itu, pernah lihat tapi lupa dimana. Seorang pemuda turun dari sisi kemudi, menenteng tas ransel yang terlihat berat. Luna masih mengamati dari dalam kafe.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTA [end]
FanfictionSemesta Persahabatan, Cinta, dan Cita-Cita. Tentang bagaimana semesta mempertemukan empat serangkai yang orang sebut sebagai sahabat. Dan tentang bagaimana bumbu-bumbu cinta yang empat serangkai itu rasakan. Hingga tentang bagaimana cara semesta men...
![SEMESTA [end]](https://img.wattpad.com/cover/285215810-64-k513616.jpg)