Akan ada dua waktu yang berbeda. Sebelum bertemu Langit dan setelah bertemu Langit.
Happy Reading🌻
☁️☁️☁️
Pukul 16.30
Di Kamar Kosan
Di kamar kost nomor 13, musik dengan volume sedang mengalun menenangkan. Tirai kuning berkibar tertiup angin dari jendela yang terbuka sepenuhnya. Bungkus makanan ringan memenuhi tempat sampah disudut ruangan. Sisa-sisa bekas plester dan obat merah dibiarkan begitu saja. Dreamcatcher berwarna biru langit berputar indah di kusen jendela, menari-nari berirama bersama hembusan angin.
Nadhira duduk di depan laptopnya. Menonton Drama Korea yang bercerita tentang Mafia Italia. Siapapun akan tahu drama apa yang Nadhira tonton. Matanya dengan serius menyimak adegan demi adegan. Sesekali tangannya menyomot keripik kentang dari bungkusnya. Ponselnya bergetar, tapi Nadhira menghiraukannya dan melanjutkan nonton drama.
"Ra, lo kalau marah sama gue gak gini caranya. Sekarang lo mau apa?"
Pintunya terbuka lebar. Menampilkan perempuan yang sedikit lebih tua darinya. Masih dengan setelan jas kerjanya. Nadhira menghembuskan nafas malas. Kakaknya selalu begini, menyusulnya di kosan dan membuat penghuni lain penasaran.
"Gantiin album gue lah. Enak aja lo numpahin kopi di album gue sampai basah kuyup semua."
Ya, Nadhira adalah seorang Kpopers. Dan album adalah harta berharga baginya. Kejadian tempo lalu masih membuatnya kesal, sampai-sampai mengabaikan puluhan telepon dan ratusan pesan dari kakaknya.
"Oke gue ganti. Tapi gak usah marah lagi. Bales chat gue. Anjir, kenapa sih lo kuliah disini? Mengganggu perantauan gue aja. Gue jadi kayak ngurusin anak kambing yang suka ngambek tau," cerca kakak Nadhira. Membuat gurat sok sebal tadi berubah menjadi marah sungguhan
"Yeeee, lo juga anak kambing dong kalo gue anak kambing. Udah lo sana pulang! Gue mau pergi," usir Nadhira pada kakaknya.
Kartika, kakak Nadhira mendelik. Tak habis pikir dengan kelakuan adiknya yang semakin tak berakhlak. "Gila lo! Kakaknya dateng bukannya disuguhi kek apa kek. Malah diusir. Mau kemana sih lo?"
"Dih, males banget. Ada deh, gue mau berkeliling dunia mencari pangeran berkuda putih. Sana ah!"
Setelah perdebatan penuh caci maki, akhirnya Kartika pulang ke apartemennya. Kartika adalah seorang pegawai bea cukai di kota ini. Baru bekerja selama dua tahun, tapi sudah merantau disini sejak kuliah. Itu lah kenapa Nadhira pun mengikuti jejak kakaknya berkuliah disini. Karena ingin merasakan merantau itu seperti apa. Awalnya orang tua menyarankan agar Nadhira tinggal bersama Kartika, tapi ditolak mentah-mentah oleh Nadhira.
Nadhira bingung. Dirinya amat sangat bosan. Mau melanjutkan nonton drama pun sudah hilang selera. Akhirnya, tangannya meraih hoodie kuning dan mengambil helmnya. Tujuannya saat ini adalah alun-alun kota. Hanya ingin sekedar jalan-jalan sembari menikmati angin sore yang menenangkan.
☁️☁️☁️
Pukul 19.30
Di Kamar Kosan
Malam menyapa begitu cepat. Semilir angin berubah menjadi angin dingin. Bintang-bintang berkerlip indah, sang bulan tersenyum megah dengan sinarnya. Nadhira memandang langit malam di atasnya, menyapa sunyi yang menyenangkan kali ini. Bibirnya bersenandung merdu. Meraih handuk yang tersampir digagang pintu kamar mandi, kemudian larut dalam buaian busa-busa sabun. Nadhira memutuskan untuk sekalian sholat isya setelah mandi. Mendadak mengingat, kalau tadi dirinya sholat magrib bersama Langit. Senyumnya merekah lagi, apakah ini yang orang bilang cinta pada pandangan pertama?
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTA [end]
FanfictionSemesta Persahabatan, Cinta, dan Cita-Cita. Tentang bagaimana semesta mempertemukan empat serangkai yang orang sebut sebagai sahabat. Dan tentang bagaimana bumbu-bumbu cinta yang empat serangkai itu rasakan. Hingga tentang bagaimana cara semesta men...
![SEMESTA [end]](https://img.wattpad.com/cover/285215810-64-k513616.jpg)