Siang yang cerah, awan-awan bergerombol layaknya domba-domba di padang rumput. Udara sesak penuh polusi tak henti-hentinya bertiup ke segala penjuru kota. Studio foto hari ini terlihat sedikit lebih hidup dibanding beberapa hari lalu. Selain berisi talent-talent, beberapa orang dibalik layar juga ada disini. Lighting yang begitu silau, make-up yang entahlah rupanya, dan jepretan demi jepretan dari kamera-kamera. Orang-orang sibuk berlalu lalang. Di tengah riuhnya suara kendaraan diluar gedung, seorang selebgram sedang berpose anggun. Bersolek dengan balutan gaun indahnya.
Surya mengamati hasil fotonya. Menggigit kukunya dengan serius. Talent dari management tempatnya bekerja sebagai fotografer memuji hasilnya. Satu hembusan nafas menjadi bukti betapa leganya Surya ketika mendapat respon baik dari orang-orang. Bibirnya tak pernah berhenti tersenyum.
"Kata mama gue, kerja itu harus ikhlas," begitu kata Surya.
Memilih untuk menepi dari orang-orang, Surya memutuskan duduk disalah satu sofa kosong tanpa peminat. Menyedot ice americano dan melihat jam dipergelangan tangannya. Sudah pukul 3 sore. Artinya, sudah cukup lama Surya melakukan sesi foto disini. Tadi, setelah pulang dari kampus, Surya belum makan apapun dan pukul 12 siang sudah harus stand by di studio untuk foto kali ini. Perutnya sedikit perih, tapi bukan Surya kalau tidak kuat menahan. Surya selalu begini. Terlalu bekerja keras sampai melupakan dirinya sendiri.
"Oi, Sur, gimana temen lo? Gue butuh banget ini MC-nya."
Surya menoleh, mendapati bos sekaligus manager dari talent disini.
"Aman, koh. Udah deal kok."
"Emang deh, lo paling bisa gue andelin!" ucap si bos sambil menepuk pelan pundak Surya.
"Cek saldo, bonus buat lo," lanjutnya.
"Anjirrrr, biasaan ah, koh. Duit gue masih, tenang aja," ujar Surya dengan santai. Tapi tangannya mengeluarkan handphonenya, mencoba mengecek saldo dari aplikasi bank.
"Halah, buat jajan lah. Perbaikan gizi mahasiswa hahaha," tawa menggelegar dari sudut ruangan. Keduanya lantas mengobrol. Mulai dari masalah kampus sampai masalah management. Surya adalah sosok yang humble. Memang first imperssion untuk Surya kebanyakan buruk, tapi setelah mengenal siapa Surya, mereka akan paham bagaimana seorang Surya sangat mampu membuat orang lain betah ngobrol bersama. Bisa dibilang, Surya itu fleksibel, ngobrol apa aja pasti nyambung. Kecuali sama Luna.
"Gue cabut dulu, ya? Tugas gue numpuk nih," pamit Surya yang diangguki oleh si bos yang sering dipanggil 'Kokoh' oleh orang-orang disini.
Surya melangkah keluar, menyapa beberapa orang yang ia kenal. Melipir sebentar di meja editor, cuma haha hihi. Surya menatap sekitarnya malas, matahari begitu terik. Dengan gerakan yang terkesan ogah-ogahan, Surya melaju membelah panasnya bumi. Bergelung menjadi satu bersama polusi-polusi. Umpatan demi umpatan mengalir deras ketika mendapati angkot-angkot berhenti seenaknya. Berdecak keras ketika lampu merah berjalan begitu lambat. Surya menurunkan kaca helmnya, asap bis kota menyembur tepat di depannya. Dengan satu tarikan pedal, motor Surya sudah bertengger manis di Studio Horor. Beberapa motor parkir tak beraturan, hanya ada satu mobil hari ini.
"Lah, kok sepi?" adalah kalimat pertama yang Surya lontarkan setelah melepas sepatunya.
"Yang lain mana, bang? Perasaan depan banyak motor. Eh, enggak deng, empat doang sama punya gue."
Laki-laki itu mengalihkan fokusnya, "Beli makan."
"Anjir, beli makan aja barengan. Pakai mobil siapa? Erlan apa Bang Jo?" Surya menghempaskan ranselnya. Mendudukkan diri di karpet bulu didepan laki-laki tadi.
"Erlan. Bang Jo gak kesini," jawabannya memang selalu singkat.
"Bang Nu, lo gak juling apa baca mulu? Bosen gue lihat lo baca buku," tutur Surya yang membuat sang empunya melirik malas. Wisnu menutup bukunya, ikut rebahan bersama Surya dikarpet bulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTA [end]
FanfictionSemesta Persahabatan, Cinta, dan Cita-Cita. Tentang bagaimana semesta mempertemukan empat serangkai yang orang sebut sebagai sahabat. Dan tentang bagaimana bumbu-bumbu cinta yang empat serangkai itu rasakan. Hingga tentang bagaimana cara semesta men...
![SEMESTA [end]](https://img.wattpad.com/cover/285215810-64-k513616.jpg)