Gonggongan anjing tetangga, kicauan burung gereja, dan anak-anak komplek yang berlarian kesana-kemari memakai sepatu roda. Minggu sore yang bising oleh beraneka ragam suara dari luar. Seorang wanita berusia 60-an asik menyiram tanaman di pekarangan rumah sembari bercengkrama bersama sang suami yang juga sibuk mencongkel tanah bakal tanaman baru. Siapa lagi mereka kalau bukan Bude Yani dan Om Hendra yang masih romantis tak lekang oleh rambut yang sudah memutih. Keadaan rumah berlantai dua pun tak kalah ramai, suara televisi begitu pelik di dengar. Menampilkan pertandingan sepak bola antar dua club bola internasional. Dua laki-laki sama seriusnya menonton pertandingan ditemani setoples kripik kentang balado.
Di kamarnya, gadis dengan kaos oblong dan celana pendek sepaha masih sibuk dengan tugas-tugasnya. Di hari untuk mengistirahatkan tubuh, Luna justru dibuat sibuk oleh tugas laporan magang yang harus dikumpulkan besok Selasa. Masih ada dua hari, tapi Luna enggan mengerjakan terlalu mepet. Jam sudah menunjukkan pukul empat sore. Tak peduli dengan waktu, tangan Luna tetap menari indah di atas keyboard laptop. Sesekali membolak-balik notes pink miliknya dan mengeja tulisan ceker ayam yang lebih parah dari tulisan dokter.
"Ck, ini bacanya apa lagi? Kebiasaan banget Luna kalau buru-buru tulisannya kayak ceker ayam!" gerutunya pada diri sendiri lantaran kesulitan membaca tulisannya.
Getaran ponsel di sampingnya membuat fokusnya terpecah. Luna mengintip notifikasi pesan yang masuk di ponselnya. Matanya mendadak bersinar, Luna meletakkan bolpoin dan malah sibuk berbalas pesan dengan seseorang.
-
Mas Wisnu😼
| Saya mau kesana
| Mau dibawain apa?
Aluna Sienna
Apa aja terserah |
Mas Wisnu😼
| Oke
| See u, Aluna❤️
-
Ah, pemuda itu selalu berhasil membuat jutaan kupu-kupu berterbangan di perutnya. Hanya Wisnu yang selalu memanggilnya Aluna. Entah kenapa panggilan sederhana ini begitu candu di telinga Luna. Wisnu masih memakai Saya-Kamu dan Luna sama sekali tak pernah keberatan dengan panggilan itu. Menurut Luna, justru terdengar unik dan berbeda. Pemuda berkacamata yang selalu membuat hari-hari Luna semakin berwarna karenanya. Pemuda bermata sipit yang selalu memberinya kehangatan setiap saat.
Sadar telah salah fokus, Luna buru-buru menyelesaikan tugasnya. Hanya tinggal beberapa paragraf lagi sebelum akhirnya gadis itu merenggangkan otot dan berjalan menuju kamar mandi. Tak lupa menyabet handuk dan membawa pakaiannya. Namanya Luna pasti kalau mandi lama, butuh waktu hampir setengah jam untuk dirinya benar-benar menyelesaikan ritual mandinya. Dari luar, terdengar suara gaduh Surya dan Langit yang mengumpat. Sepertinya tim jagoan mereka kebobolan gol hahaha. Bilik Esther masih tertutup. Sejak menyelesaikan kewajiban dua minggu sekali, Esther langsung masuk ke kamar dan tak memunculkan diri lagi. Katanya sih mau nyusun skripsi. Luna khawatir kalau Esther terlalu memforsir dirinya, Luna takut kalau Esther jadi sakit.
"Luuuunnn, ayang lo datang nih!" teriak Langit mengetuk pintu kamar Luna dengan brutal.
"Iya tunggu!" Luna menyahut singkat, lalu melanjutkan memakai skincare yang tadi sempat tertunda. Ketika Luna turun, Wisnu sudah bergabung dengan Langit dan Surya. Di meja makan ada banyak makanan yang Luna tebak dibelikan Wisnu.
Luna duduk di sebelah Wisnu. Laki-laki itu langsung mengusap poni Luna gemas. "Masih mau nonton bola, kan? Aku naik sebentar, mau panggil Esther."
"Yaudah sana."
Luna kembali menaiki anak tangga. Berbelok ke kamar Esther dan mengetuk pintunya pelan. Tak ada jawaban dari biliknya. Tapi Luna mendengar suara shower yang menyala. Oh, mungkin Esther sedang mandi. Kemudian, Luna justru tertarik mendatangi balkon. Sudah lama Luna tidak menjamah tempat ini. Luna melihat aktivitas orang-orang di bawah sana, memandang matahari sore, dan menghirup udara segar. Akhir-akhir ini hujan, jadi udara terasa sedikit lebih lembab. Kursi dan bean bag terlihat kesepian, gitar Langit masih tergeletak mengenaskan disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTA [end]
FanfictionSemesta Persahabatan, Cinta, dan Cita-Cita. Tentang bagaimana semesta mempertemukan empat serangkai yang orang sebut sebagai sahabat. Dan tentang bagaimana bumbu-bumbu cinta yang empat serangkai itu rasakan. Hingga tentang bagaimana cara semesta men...
![SEMESTA [end]](https://img.wattpad.com/cover/285215810-64-k513616.jpg)