Sore yang indah bersama semburat jingga di cakrawala. Jalanan padat nan bising selalu menjadi pemandangan membosankan di ibukota. Manusia-manusia korporat berhamburan keluar dari gedung pencakar langit dengan tas jinjing, jas yang berantakan dan sepatu berhak yang beradu bersama jalanan paving. Kepulan asap hitam dari metromini butut berwarna biru, bis trans merah yang ikut berdesakan bersama kendaraan pribadi, tak boleh ketinggalan puluhan ojek online berjaket hijau dan kuning yang tersumpal-sumpal membawa penumpang.
Di sebuah Sekolah Menengah Pertama Negeri, para siswa pun tak kalah memadati halaman sekolah. Mereka adalah siswa yang mengikuti kegiatan Pramuka Inti sedang melakukan latihan rutin setiap hari Kamis sore. Langit duduk di atas motor NMax hitamnya, bersama satu cup pop es taro dengan toping meses dan susu. Dirinya sedang menunggu Nadhira yang katanya masih mengantri untuk absen pulang. Sudah seminggu pacar Langit itu menjadi guru PPL di salah satu SMP negeri yang lumayan terkenal dengan persaingan ketatnya. Dan hampir setiap hari, kalau tidak ada halangan, Langit akan senang hati menjemput Nadhira di sekolah. Beberapa kali Nadhira menolak untuk dijemput karena Langit sendiri pasti lelah kalau harus bolak-balik kampus-rumah-Suara Merdeka. Langit sedang menjalankan program magang di tempat yang sama dengan Luna, hanya saja berbeda devisi. Padahal Langit lebih cocok magang di salah satu stasiun televisi sebagai jurnalis, cuma Langit kurang percaya diri karena katanya disana juga banyak anak magang dari jurusan Ilmu Komunikasi kampusnya.
"Hai, maaf lama," sapa Nadhira ceria seperti biasanya.
Langit menggeleng dan menyodorkan pop es taro yang sisa setengah. Nadhira menyesapnya dan mengunyah meses yang ikut tersedot ke mulutnya.
"Nad, duluan!" teriak salah satu laki-laki yang keluar dari gerbang sekolah bersama motor gedenya. Nadhira hanya mengangguk dan melambaikan tangannya.
Pinokio satu ini mengamati tatapan si laki-laki yang terhalang helm full face, mengernyit heran karena Nadhira begitu ramah dengannya. Langit membuang sementara pikiran negatifnya dan memberikan helm kepada Nadhira. Setelah itu, mereka berdua berhambur menjadi satu bersama lautan manusia di jalanan kota. Menikmati sore di atas motor adalah hal sederhana yang selalu membuat Nadhira bahagia. Dagu Nadhira bertumpu pada bahu kiri Langit. Tangannya sengaja ia lingkarkan di perut Langit, sesekali Langit mengelus telapak tangan gadisnya dengan penuh sayang. Senyuman keduanya tak pernah sirna.
"Tadi siapa?"
"Hm? Siapa?"
"Yang tadi pakai motor CBR merah," jelas Langit.
Hanya sebuah O panjang yang keluar dari mulut Nadhira sebagai jawaban. Membuat Langit berdecak malas lantaran Nadhira selalu bercanda seperti ini ketika Langit berbicara serius. Nadhira tertawa, paham betul kalau Langit sedang cemburu saat ini. Seorang Langit badut Erlangga juga laki-laki normal yang bisa cemburu rupanya. Padahal dirinya sendiri punya banyak teman perempuan yang setiap hari berkomunikasi dengannya. Tapi Langit selalu berkata jika mereka cuma ikan teri yang tidak ada apa-apanya dibanding putri duyung seperti Nadhira. Entahlah apa korelasinya, tapi itu yang selalu Langit katakan.
"Ish, itu teman aku. Ngajar matematika. Cemburu ya, Lang? Gemes banget sih pacar aku kalau lagi cemburu gini utututututu," Nadhira mencubit pipi Langit ke kanan dan ke kiri. Tapi Langit hanya diam tanpa melakukan perlawanan. Ya gimana mau melawan, kan Langit masih nyetir motor. Untung sekarang ada di lampu merah, jadi aksi Nadhira barusan tidak menimbulkan sesuatu yang berbahaya.
"Ck, nggak cemburu. Dia suka kamu nggak?" pertanyaan Langit barusan malah semakin membuat Nadhira tertawa terbahak-bahak sampai bapak-bapak di sampingnya menoleh kaget. Beberapa pengendara pun melirik ke arah mereka berdua dengan tatapan heran. Kalau lagi bucin, dunia serasa milik berdua.
Nadhira mengusap ujung matanya yang berair. Memukul pelan pundak Langit, kemudian mengelusnya lembut. "Nggak lah. Dion udah punya pacar juga. Malahan pacarnya itu satu kost sama aku. Kamu kenapa sih? Kok jadi cemburuan gini siapa yang ngajarin?"
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTA [end]
FanfictionSemesta Persahabatan, Cinta, dan Cita-Cita. Tentang bagaimana semesta mempertemukan empat serangkai yang orang sebut sebagai sahabat. Dan tentang bagaimana bumbu-bumbu cinta yang empat serangkai itu rasakan. Hingga tentang bagaimana cara semesta men...
![SEMESTA [end]](https://img.wattpad.com/cover/285215810-64-k513616.jpg)