Latihan ya?

167 41 42
                                        

Siang itu, dapur besar keluarga Gemelard sudah dipenuhi aroma masakan yang menggugah selera. Hanna berdiri di depan meja dapur sambil menyiapkan makan siang. Bahan makanan tertata rapi di atas meja, satu panci kecil mengepul di atas kompor. Suasana sebenarnya tenang. Setidaknya... sebelum Yasha datang.

"MIH!.... Mamihhhh!!!"

Suara itu melengking dari lorong, di susul batuk yang begitu Hanna hafal dua hari terakhir ini.

Hanna bahkan belum sempat menoleh, tapi langkah kaki cepat terdengar mendekat.

"Adek, jangan lari!"

"Iyaaa!"

Jawabannya terdengar sangat patuh, tapi langkahnya tak melambat sedetik pun. Tak lama, Yasha muncul di ambang pintu dapur. Rambutnya sedikit berantakan, wajahnya berseri-seri cerah, seolah matahari pagi tinggal di wajahnya.

Hanna langsung menunjuk kursi. "Duduk dulu, sini."

Yasha berhenti mendadak. "Hah?"

"Duduk dulu sebelum kamu muter-muter kaya lebah."

"Tapi Yasha kesini mau bantu mamih."

"Kamu kalau bantu, dapur Mamih malah makin berantakan Dek. Mendingan tidur siang aja dulu, nanti udah selesai masak mamih panggil."

Yasha langsung cemberut tersinggung. "Enggak ngantuk, Yasha kesini mau bantuin Mamih. Semalam Yasha lihat tutorialnya di HP."

Hanna menatapnya lekat. Yasha balas menatap, tak mau kalah. Dua detik hening.

"Tadi malam siapa yang bikin puding?" tanya Hanna.

"Yasha."

"Terus siapa yang masukkan dua sendok garam ke dalamnya?"

Yasha terdiam sesaat. "...Itu eksperimen. Yasha lihat di konten orang-orang, katanya enak."

"Eksperimen rasa air laut?"

"Itu puding rasa baru!"

Hanna tertawa kecil. Yasha ikut tertawa lepas, lalu menarik kursi dan duduk. Tapi baru lima detik, ia sudah bergeser gelisah.

"Kayaknya Mamih harus batasin kamu main HP deh, Semakin sini makin aneh-aneh aja yang kamu tonton."

"Jangan dong mih, nanti Yasha gak ada hiburan lain." ucap nya penuh permohonan, posisinya lalu berubah saat ingat sesuatu.

"Eh, mih."

"Hm, kenapa?"

"Kak Gerdylan beneran pulang cepat ya, malam ini?"

Hanna diam beberapa saat sambil mengaduk sup. "Enggak tau. Memangnya Ka Gege bilang begitu sama adek?"

"Iya. Tadi pas udah sholat Subuh, ka Gege buru-buru ke kamar Yasha, kasih coklat dua bungkus, katanya suruh bagi sama Kak Yoda. Terus janji mau pulang cepat." jelasnya panjang lebar.

"Oh, mungkin lagi enggak banyak kerjaan. Makanya bisa janji sama kamu. Eh, Dek... coklatnya jangan dimakan dulu ya. Mamih belum tanya sama Dokter Kim, boleh enggak kamu makan coklat."

"Kok gitu sih, Mih..."

"Iya, Mamih cuma takut aja ngaruh sama jantungmu, Nak."

Yasha menghela napas. "Ya udah, kalau gitu coklatnya Kak Yoda juga enggak bakalan Yasha kasih dulu."

"Kenapa begitu?"

"Ya iyalah! Masa enak aja dia makan coklat, Yasha enggak!"

Hanna hanya bisa tertawa mendengarnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 5 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Gema Yasha GemelardCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang