Malam itu, rumah keluarga Gemelard akhirnya benar-benar sunyi. Sisa kehebohan di ruang tengah si bontot dan si sulung main Ps.
Di dalam kamarnya, Yoda masih terjaga. Lampu meja menyala redup, menerangi beberapa lembar kertas yang sejak sore sudah Yoda angkut ke dalam kamarnya. Belum sempat dia rapihkan, Pensil masih tergeletak di samping penggaris, sementara potongan karton dari miniatur rumahnya tersusun dalam kotak kecil.
Namun sejak tadi, Yoda tidak benar-benar mengerjakan apa pun. Pikirannya kembali pada kejadian siang tadi.
Yoda kembali teringat bagaimana darah di jari Yasha sempat tidak langsung berhenti.
Memang lukanya kecil. Hanna juga sudah bilang tidak apa-apa. Bahkan Yasha sendiri sempat tertawa dan mengatakan bahwa jarinya baik-baik saja. Anak itu malah sempat heboh memperlihatkan plester Doraemon yang menempel di jarinya sambil bilang kalau lukanya jadi terlihat lucu.
Padahal saat awal di tangani Hanna dia sendiri yang buat panik, sampai bertanya takut jarinya belah dua katanya.
Berapa kali coba di alihkan entah kenapa, pikiran Yoda masih saja kembali ke sana. Lalu, di tengah lamunannya, ia teringat percakapan mereka setelah itu.
"Ka, nanti berarti bisa dong, bikinin rumah buat Yasha?"
Yoda mengembuskan napas panjang.
"Dasar Anak aneh!" Sudut bibirnya terangkat tipis.
Ia mengambil pensil, lalu tanpa sadar menggambar sebuah garis panjang di kertas.
Rumah.
Kalimat Yasha tadi terus muncul di kepalanya. Rumah dengan taman luas, jendela besar, kamar yang banyak, dan tempat semua orang bisa berkumpul.
Yoda menatap gambar itu cukup lama.
"Ya udah..." gumamnya pelan. "Tunggu gue sukses, nanti gue bikinin. Yang paling bagus buat lo." Ia akhirnya mematikan lampu meja.
Ketika Malam semakin larut, Yoda menarik selimut sampai ke dada, memejamkan mata, lalu mencoba tidur. Beberapa menit berlalu napasnya perlahan menjadi teratur, pikirannya yang sejak tadi berisik mulai menghilang. Tanpa sadar, Yoda akhirnya tertidur.
"Ka Yoda!"
Suara itu terdengar begitu jelas, Yoda membuka matanya, dan menyipit ketika cahaya matahari langsung menyambut wajahnya.
Ia lalu mengerjapkan matanya beberapa kali. Aneh, Kamarnya sudah tidak ada.
Yoda kebingungan karena tiba-tiba berdiri di sebuah halaman yang luas. Rumput hijau terbentang sampai ke depan, sementara sebuah rumah besar berdiri di hadapannya.
Rumah itu terasa asing, Tapi juga... entah kenapa terasa sangat familiar.
"Ka Yoda!"
Yoda menoleh, mendengar suara adiknya, dari arah teras Yasha berlari menghampiri nya. Rambutnya sedikit berantakan, Wajahnya cerah dan senyumnya lebar seperti biasanya.
"Kakak ngapain bengong?"
Yoda hanya menatapnya. "Yash?" dia memanggil dengan bingung.
"Iya." Yasha terkekeh. "Kakak kenapa? Kok Kayak lihat hantu."
Yoda menggeleng pelan. "Enggak." Ia melihat sekeliling.
Rumah itu persis seperti sesuatu yang pernah mereka bicarakan. Ada taman luas jendela-jendela besar dan beberapa kamar yang pintunya terbuka.
Yoda perlahan tersenyum. "Ini rumah siapa?"
Yasha langsung menunjuk dirinya sendiri dengan bangga. "Rumah Yasha lah."
Yoda mengerutkan kening nya. "Serius?"
"Iya." ucap Yasha penuh semangat.
"Siapa yang bikin?" tanya Yoda untuk memastikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gema Yasha Gemelard
FanfictionHanya berisi keseharian Yasha yang manja, jahil dan di sayang keluarga. Lanjutan dari book Yasha sebelumnya.
