[38] Patah

559 82 17
                                    

🥂 🥂 🥂

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🥂 🥂 🥂

• • •

Yuna bahagia sedangkan ia merana.

Dalam tiga hari ini hueningkai beralih menjadi stalker. Dirinya akan membuka akun media sosial yuna setiap sedang memegang ponsel. Awalnya tidak ada update apa pun, lalu hari berikutnya muncul satu postingan, postingan berupa gambar foto makanan manis yang berjajar di meja. Setiap hari foto yang muncul semakin banyak. Mulai dari foto Yuna yang sedang sendirian, dengan teman perempuannya hingga... Dua laki-laki itu. Di setiap fotonya yuna terlihat bahagia dengan senyum lebar dan cerahnya. Tidak seperti seorang gadis yang baru ditolak cintanya.

Dan sudah tiga hari ini ia juga tidak bisa bertemu dan bertatap muka dengan yuna. Awalnya ia tidak ambil pusing, namun lama-kelamaan ia menjadi galau berkepanjangan seorang diri. Ia merindukan wajah gadis itu, ia merindukan senyum manis yuna yang hanya ditujukan untuk dirinya, ia merindukan tingkah menggemaskan yuna, ia merindukan—semua tentang yuna.

Benarkan, yuna bahagia sedangkan ia merana.

"Hueningkai?"

Seorang perempuan berdiri didepannya dan memanggil namanya, membuat ia kembali ke dunia nyata. Hueningkai mengerutkan keningnya dalam-dalam tuk coba mengenali siapa perempuan itu.

"Iya... Siapa ya?"

Perempuan itu menggeleng,"Maaf." Dan berlari kebelakang.

Hueningkai masih dengan keterherananya mengikuti gerakan perempuan itu. Perempuan itu menghampiri seorang pria dan menggandengnya. Sayup-sayup dari tempatnya ia juga mendengar perbincangan mereka.

"Itu hueningkai?" Tanya si pria itu.

Si perempuan mengangguk,"Iya dia hueningkai, dia..."

"MBAK PESANAN SAYA MANA YA? KOK LAMA BANGET!?"

"ADUH, JANGAN DORONG-DORONG DONG MAS."

"Maaf ya,kak. Mohon ditunggu dulu."

Dalam hati hueningkai memaki, tak bisa mendengar lebih jelas perkataan perempuan itu dengan benar sebab tertelan oleh suara-suara protesan orang-orang.

Keesokan harinya hueningkai kembali melihat yuna dari kejauhan, sepertinya yuna akan berangkat bimbel. Hueningkai ingin sekali menyapa gadis itu, dan saat gadis itu melewatinya bibirnya terasa kelu hanya untuk terbuka. Maka ia memutuskan untuk melihat ponselnya berusaha sibuk, walah kadang ia melirik yuna yang melintas melalui ekor matanya.

Pintu mobil terbuka, mami lisa menyeret tangannya dengan tergesa-gesa. Kepala hueningkai penuh tanda tanya sekarang, melihat bangunan besar bewarna putih dengan bau obat yang tercium di setiap sudutnya, dan saat tiba di depan ruangan entah milik siapa hueningkai kembali bertanya-tanya saat melihat perempuan asing yang menyapanya kemarin dan salah satu teman yuna.

PANCARONA; txtzyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang