Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
**
"Kak stop!"
Aku mendorong dada Sastra menjauh.
"Udah, aku gak bisa napas."
Aku terengah. Rasanya panas. Ini gila. Sastra sudah gila.
Lalu suara langkah kaki dari luar terdengar. Meski tidak terlalu jelas, aku bisa mendengar namaku dan Sastra dipanggil.
Agaknya bantuan sudah datang.
Lagipula mereka semua tidak bisa langsung pulang begitu saja, sebab aku memegang satu kunci mobil. Aku yang bertugas mengantar mereka ke dorm.
"Akhirnya mereka datang."
Aku menghela napas lega. Kemudian melirik Sastra yang diam saja.
Ternyata cowok itu sedang menatapku.
Mata kami bertemu lalu Sastra tersenyum.
Ia mendekat dan mendaratkan kecupan di bibirku.
"I love you Kala."
"..."
Lidahku kelu.
"Jawab dong, atau mau gue cium lagi?"
Sastra berancang-ancang mendekat. Aku dengan cepat menggeleng dan menahan dadanya.
"Gak. Udah cukup Kak."
"Tapi gue mau lagi," pintanya.
Tiba-tiba suara keras dari arah pintu terdengar.
Tak lama pintu besi peti kemas itu pun terbuka.
Akhirnya aku bebas.
**
Jam di dashboard mobil menunjukkan pukul sebelas malam.
Jalanan terlihat mulai lengang saat aku membelokkan setir ke gang di kanan jalan.
Aku mengurangi kecepatan saat hampir sampai di tujuan.
"Kala, lo mau es krim gak? Biar sekalian aja gue beliin," ujar Dino sesaat aku memberhentikan mobil di tepi jalan.
Aku melirik ke arah minimarket 24 jam yang ada di sisi kiri jalan, sementara dorm ada di sisi kanan mobil.
Aku menggeleng. Menolak.
"Gak usah, aku lagi gak pengen es krim," jawabku.
Dino pun turun dan disusul beberapa member yang lain.
Tak lama, mobil van hitam berhenti tepat di belakang.
Aku lantas turun dan menuju pintu kemudi mobil tersebut.
"Bang," sapaku.
"Oh hei Kala, lo gapapa kan? Gue denger dari member lain lo kekunci di peti kemas."
"Gak papa Bang, aku baik-baik aja." Aku lalu merogoh saku, memberikan kunci mobil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lost You Again! (REVISI)
RomanceLagi revisi ya! Completed! (Fiction about S.Coups) Menjadi korban taruhan memang tidak enak. Aku terpaksa bekerja sebagai manajer grup tujuhbelas demi membuang lintah darat di perusahaan. Namun, aku malah jatuh hati dengan Sastra yang dengan tulus...
