67. Tali Celana Olahraga

200 21 0
                                        

**

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

**

"Astaga!" Aku terkejut tepat setelah menutup pintu gerbang penginapan di belakangku.

Aku mendapati sorot mata yang tajam, lurus dan menukik. Terlihat bagai burung elang yang bersiaga untuk menangkap mangsanya. Begitulah yang Sastra lakukan sekarang.

Kemudian, cowok itu melangkah mendekat. "Udah selesai ngedatenya?"

Aku terperangah. Tidak menyangka jika Sastra akan begini setelah pergulatan kami di dalam mobil tadi siang. "Ngedate apaan sih Kak?"

"Itu tadi kamu dianter pulang sama cowok lain, kalau bukan ngedate, apa namanya?"

Aku berdecak pelan. Agaknya Sastra melihat aku diantar pulang oleh Kevan. Apa dia juga melihat yang Kevan lakukan padaku tadi ya?

"Gue cemburu liat lo sama dia," sahut Sastra lagi dengan suara yang lebih pelan. Ia memalingkan wajahnya, menghindari tatapanku.

"Aku gak sengaja ketemu dia di bar," ucapku memberitahu.

"Lo ke bar?" tanya Sastra.

Aku mengangguk. "Iya. Udah ya Kak, aku capek, ngantuk."

Aku melewatinya. Namun, Sastra langsung memelukku.

Aku memberontak, tidak ingin dipeluk.

"Aku bau rokok Kak, bau alkohol juga nanti baunya nempel," ucapku sambil mendorong dadanya.

Pelukan itu terlepas, aku mendapati sorot mata sedih dari dirinya.

Namun, aku terlalu lelah untuk peduli. Aku ingin segera merebahkan diri.

**

"Lo kemana sih tadi malem?" tanya Dino tepat ketika aku baru keluar kamar.

Aku meregangkan badan dan memainkan ujung rambut yang basah. Aku baru saja selesai mandi dan hendak sarapan di ruang makan penginapan.

"Jalan-jalan." Aku berbohong.

"Kemana?" tanya Dino lagi.

"Di deket-deket sini, emang kenapa?"

Dino menghela napas yang terdengar berlebihan. Cowok itu lantas menarikku ke lorong yang lengang dan bicara dengan suara yang lebih pelan.

"Bang Sastra tadi malem panik nyariin lo. Dia kan udah tidur duluan, tiba-tiba bangun karena mimpi buruk. Mukanya sedih campur panik. Terus Bang Vernon bilang dia ngeliat lo keluar."

Oh, jadi semalam ceritanya begitu. Makanya, Sastra berakhir menungguku di luar apartemen seorang diri.

"Terus sekarang di mana orangnya?" tanyaku.

Tiba-tiba Han lewat, ia melihatku dan Dino sembari menggelengkan kepala.

"Lo abis apaain Sastra tadi malem?" tanya Kak Han tiba-tiba.

Lost You Again! (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang