70. Pacaran Online

153 16 0
                                        

**

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

**

Aku menghela napas pelan sebelum mengetuk pintu ruangan CEO agensi. Di tanganku, ada lembaran dokumen berisi surat peringatan hukuman untuk Arga. Dia akan mendapat hukuman scorsing selama tiga bulan, mengingat skill yang dia punya cukup mumpuni.

Di dalam ruangan sudah ada CEO dan Arga. Arga duduk dengan kepala tertunduk di ujung sofa. Aku menyerahkan lembar dokumen itu dan CEO pun menandatanganinya.

Setelah satu dua patah kata, aku kembali ke ruanganku dengan perasaan cemas. Kepalaku penuh dengan kemungkinan apa sebenarnya niat Naya.

Sebab, Arga bilang kalau dirinya berpacaran dengan gadis itu. Arga mengira, Naya adalah pemilik kafe di seberang jalan yang kesepian, ia bertemu dengan gadis itu sekitar satu minggu yang lalu.

Entah karena Arga terlalu naif jadi mudah diperdaya atau karena ada alasan lain, mereka lantas menjadi dekat.

Aku sudah memberitahu soal ini pada Seb, cowok itu akan segera datang dan menyelesaikan masalah yang dibuat tunangannya.

Kalau bukan karena Seb, gadis itu sudah mendekam di penjara karena kelakuannya tersebut. Namun, mempertimbangkan Seb yang merupakan salah satu investor, gadis itu masih bisa berleha-leha.

Aku menghela napas beberapa kali, kemudian duduk di kursi kerjaku dan menggesernya ke arah dinding kaca. Kursiku mudah berpindah tempat karena ada roda di bagian bawahnya.

Aku termenung melihat keramaian di bawah sana. Mobil, bus hijau dan biru tampak lancar berkendara di jalanan. Cukup lama aku berada di posisi itu hingga ponselku berdering. Ada chat masuk dari Sastra.

From Kak Sastra :
Hai sayang, lagi sibuk ga? Boleh vc?

Sudut bibirku berkedut. Aku tidak punya pekerjaan lain selain mengurus masalah Arga dan tunangannya Seb. Jadi, bisa dibilang aku tidak sesibuk itu.

Aku lantas mengklik gambar video di sebelah nama kontak Sastra. Terdengar nada sambung beberapa saat, sebelum wajah Sastra memenuhi layar.

Sastra tampak mengenakan beanie merah yang menutup kepalanya. Cowok itu tersenyum lebar, menampilkan dua ceruk dalam di pipinya.

"Hai sayang," sapanya lalu tertawa malu.

Aku tahu ia salting sendiri lalu mengalihkan kamera video call ke kamera belakang, memperlihatkan pemandangan apik di luar jendela. Aku rasa ia sedang berada di lokasi baru untuk konser selanjutnya.

"Cantikkan pemandangannya?"

Aku mengangguk. "Iya cantik."

"Kayak lo," tawa Sastra kembali terdengar.

Berada jauh dariku, cowok itu jadi pandai menggombal.

Aku tertawa kecil menanggapinya. "Udah dong liat pemandangannya, aku mau liat pacar aku, kangen tau."

Aku lalu menaruh ponsel di bingkai dinding kaca, lalu menopang dagu dengan siku yang bertumpu pada pegangan kursi kerja.

Di layar ponsel, wajah Sastra kembali muncul. Senyum cowok itu masih terlihat jelas. Matanya mengerjap lucu lalu berujar lagi.

"Lo cantik banget, gue kangen." Suaranya terdengar lebih serak dari tadi.

"Aku juga kangen Kakak."

"Mau peluk gak?"

"Mau."

Sastra kemudian menjauhkan ponsel lalu menggerakkan tangannya membentuk setengah lingkaran di depan tubuhnya. Aku refleks terkekeh, merasa apa yang Sastra lakukan barusan menggemaskan.

Jariku terulur menyentuh layar ponsel. Seakan bisa merasakan hangatnya kulit Sastra di balik layar.

Seolah mengerti, Sastra mendekatkan wajahnya, hingga seluruh wajahnya memenuhi layar. Aku lagi-lagi tertawa. Tingkah Sastra benar-benar menggemaskan seperti anak kecil kendati umurnya lebih tua empat tahun dariku.

"Kakak lucu banget," gumamku tanpa sadar.

"Apa? Gak kedengeran?"

Sastra menjauhkan wajahnya dari ponsel, cowok itu tampak sedang bicara dengan seseorang, kemudian wajah Dino muncul di layar. Ada Wanza juga di sana.

Akhirnya, sesi pacaranku dengan Sastra berakhir begitu saja ketika Dino merebut ponsel Sastra dan mengoceh tentang acara jalan-jalannya dengan Wanza tadi.

**

**

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Date : 1 September 2023

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Date : 1 September 2023

Lost You Again! (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang