Asael 67

73 15 2
                                        

“Ving ada apa?? Apakah tuan menyampaikan sesuatu?”

“Kenapa kau tidak menghubungi kami saja lewat telepati?”

“Ya benar,jangan tinggalkan tuan sendirian”

Ving menatap saudara-saudaranya dengan datar,tapi ia menahan senyumnya karna ternyata ini berhasil.

“Ving,katakan” ucap elio.

“Tuan pendamping,fuyumi,elvric,gras,tuan tiba-tiba menghilang”

“Apa maksudmu?!”

Jantung elio tiba-tiba saja seperti berhenti,membuatnya pusing sejenak,ia menatap ving untuk mencari kebohongan,kekasihnya tidak mungkin menghilang begitu saja.

“Ving,kenapa? Apa yang terjadi? Apakah asael menggumamkan sesuatu sebelum menghilang?”

“Tuan pendamping,tuan tidak mungkin menghilang begitu saja. Tuan pasti masih ada disana” ucap gras.

“Gras,tuan benar-benar menghilang dari kehampaan tempat kami berada. Saat itu tuan tidur dan tersenyum,tidak mengatakan apapun,hanya tersenyum semakin cerah dan tuan menghilang. Aku sudah mencari kemana-mana,kalian juga tau aku adalah hewan pencari dan pendeteksi tuan selain gras”

Penjelasan itu malah semakin membuat mereka ketakutan,bahkan elio sudah terduduk di punggung cillin yang dengan sigap menahan tuannya.

“Tidak…asael tidak mungkin…”

Fuyumi dan elvric melihat bagaimana tuan pendamping begitu terkejut mendengar kabar ini,melihat air mata tuan pendamping yang jatuh tanpa sang empu rasakan dan sadari.

“Tentu tidak mungkin,sayang”

Suara itu membawa sengatan menyenangkan pada mereka yang mengenalnya dengan baik,bahkan elio yang kehilangan segala kekuatan dalam tubuhnya,langsung menoleh ke asal suara.

Disana,di depan peti tidur kekasihnya,sang kekasih berdiri menatapnya langsung,sambil melangkah ke batu-batu giok jembatan.

“Sayang!!”

Elio terbang terlalu cepat,ia sampai melupakan fakta bahwa hanya lewat batu-batu giok jembatan itu baru bisa selamat mencapai pulau kecil tempat kekasihnya tertidur.

“Hati-hati!”

Asael melangkah sekali dan langsung menangkap tubuh kekasihnya sebelum jatuh ke danau air suci itu,jantung asael hampir saja melompat keluar,takut kekasihnya menghilang begitu saja karna energi dari danau suci itu.

“Jangan gegabah.”

Asael memeluk tubuh kekasihnya yang bergetar dengan erat,jantungnya masih bertalu dengan sangat keras,merasakan kehangatan dari orang dalam pelukannya masih belum bisa menenangkan jantungnya.

“Asa…”

“Berhati-hatilah. Jangan gegabah seperti tadi. Ku mohon…”

Asael memohon di akhir kalimatnya dengan begitu dalam,ia menghirup harum kekasihnya dari leher sang kekasih,mengecup kulit hangat di leher itu untuk memastikan kekasihnya masih ada dalam dekapannya.

Elio merasakan perasaan takut sang kekasih,perasaan terkejut,takut,membuat elio merasa bersalah pada kekasihnya. Ia membalas pelukan asael tak kalah erat,mengelus punggung yang begitu ia rindukan itu dengan lembut.

Srak

Tiba-tiba saja sayap asael muncul,langsung melingkupi tubuh keduanya yang sedang berpelukan,menyisakan kepala keduanya yang saling menyilang,sayap itu melindungi elio seolah elio bisa saja hilang kapan saja.

AsaelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang