Asael 83

29 6 0
                                        

I'm back everybody 😊🙏🏻
.

Jiwa luccifer sudah membaik 100% dan akal sehatnya sudah jauh lebih berkembang hanya dengan berendam di danau penyucian sekali,ia sudah bisa kembali ke alam atas. Bukan ke alam bawah karna asael memberi pamannya itu hukuman karna telah melakukan sesuatu yang berbahaya untuk dirinya,luccifer menuruti keponakannya sebelum di ancam.

Tapi luccifer meminta keringanan dari asael,ia ingin ikut asael dalam perjalanannya di dunia multik,pencarian benua atlantis. Asael membiarkannya saja asal tidak ikut campur tangan dalam kesenangan asael,kecuali asael meminta bantuannya,dan luccifer menyetujui.

Untuk keputusan berada di dunia multik beberapa saat untuk mencari benua atlantis,tentu asael meminta izin dan pendapat suaminya dahulu. Bagaimanapun ia sekarang sudah memiliki suami,seseorang yang berada di sisinya dan akan selalu menunggunya,mendukungnya,sehingga perlu asael tanamkan hal seperti ini sejak awal.

“Yang,aku akan selalu dukung kamu apapun yang kamu lakukan,asal aku ikut.”

“El tidak keberatan jika kita langsung sibuk setelah menikah,anggap saja pencarian ini sebagai waktu kita membuat kenangan indah dan perjalanan ringan. Terimakasih asa sudah bertanya pada el lebih dulu,el merasa asa menghargai hubungan kita dan el”

Dengan tulus elio berucap,ia tidak pernah keberatan jika asael memimpin,sama sekali tidak. Tapi asael selalu melibatkannya,mendengarkannya lebih dulu,atau menjelaskan padanya jika asael lebih dulu bertindak tanpa berbicara padanya.

“Sayang,aku menikah denganmu memang karna cinta. Tapi aku juga ingin membina hubungan ini agar lebih baik lagi,lebih sehat,dan kamu juga tidak merasa terintimidasi oleh ku hanya karna aku wanita dominant. Kamu kepala keluarganya,kita bisa berbagi banyak hal baik itu yang baik atau buruk sekalipun,tapi aku akan tetap menginginkan pendapatmu apalagi saat ini kita baru menikah dan belum meluangkan waktu berdua”

Asael berbicara perlahan dan tegas,menatap langsung mata kasihnya dalam-dalam.

“Aku butuh pendapat kamu,aku butuh persetujuan kamu,dan aku juga perlu kamu ingatkan jika memang kamu tidak suka dengan hal itu,selagi alasannya masuk akal. Begitupun aku padamu,sayang,kita usahakan komunikasi kita baik ya? Porsi kami sama besarnya,apa yang aku dan kamu putuskan akan mempengaruhi hubungan kita juga kedepannya,jadi kita sama-sama butuh pendapat dari sisi berlawanan.”

Elio terdiam,fikirannya kosong dan hanya ada suara asael yang membicarakan hal tadi. 10 menit ia terdiam dan asael tidak mengintrupsinya,sampai elio bisa kembali menatap mata asaelnya,elio melihat mata hangat itu menatapnya.

“Asa…”

Tangan yang sedang saling menggenggam,elio remas erat-erat.

“A-aku…bahkan aku”

“Bahkan aku sering merasa kalau ini mimpi…aku dan kamu menikah”

“Aku masih tidak menyangka”

Sulit rasanya bagi elio untuk mengatakan sesuatu dengan jelas,ia benar-benar masih merasa berada dalam mimpi jika memikirkan statusnya dengan asaelnya saat ini sudah menjadi suami istri.

Elio masih belum memikirkan akan seperti apa kedepannya,ia hanya berpegangan pada ‘Selagi itu bersama asael,elio bahagia’. Ia berpegangan pada kalimat itu sehingga tidak mampu berfikir seperti sang istri,ia bahkan tidak pernah berfikir menjadi kepala keluarga dimana disana ada asaelnya,tapi asaelnya melibatkannya dalam hal besar ini. Menghargainya sebagai sosok lelaki,suami,dan kepala keluarga dalam rumah tangga yang belum berusia seminggu ini.

“Perlahan sayang,akupun sama masih tidak percaya bahwa akhirnya aku menikah denganmu dengan dasar cinta. Perlahan saja,tidak ada yang memburu kita,dengan begitu kita hanya merasa bahagia dalam membuat kenangan seumur hidup kita.”

AsaelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang