Asael 82

88 14 2
                                        

'Perhatikan tingkah mu itu. Benda mati.'

'Sampai kau melukai suami ku lagi. Ku pastikan siksaannya akan lebih mengerikan dengan kehilangan roh mu.'

Pedang roh air yang sudah lebih tenang,bergetar ketakutan mendengar suara asael yang begitu tajam.

"Asa"

Elio menatap sang istri dengan kerutan di alisnya,membuat asael mendesah pelan,mengelus rambut sang suami dengan lembut dan mengalah.

"Valer masuk."

"Sayang,masukkan pedang roh air kamu kedalam asio juga,aku akan menarik sesuatu dari dalam bawah gua ini"

"Baik tuan"

Valer langsung menghilang begitu di titah tuannya,elio tanpa berkedip bahkan langsung memasukkan pedang roh air yang masih bergetar,kedalam asio.

"Tetap di dekat ku. Elvric,perhatikan sekitar dan halau semua gangguan yang mendekat di barir penghalang."

"Mengerti tuan" jawab elvric.

Asael melirik sang suami yang berdiri beberapa inci di sisinya agak kebelakang,ia tersenyum kecil pada sang suami yang sedang menatapnya dan senyum itu di balas dengan hangat.

Elio di belakang asael bisa merasakan sebuah sapuan kesadaran milik istrinya di seluruh gua ini,ia merasakan getaran di lantai gua begitu sapuan kesadaran itu melewatinya. Sang istri mengulurkan satu tangannya kedepan bawah,ia tau ada sesuatu yang ditarik sang istri sampai membuat seluruh gua bergetar dan itu semakin bertambah kencang saat tanah di depan mereka seperti mengeluarkan sesuatu.

Gua itu bergetar dengan kuat,tapi tidak ada batu atau remukan dinding gua yang jatuh ke bawah. Jika yang ada di dalam gua saat ini adalah manusia biasa,bisa elio pastikan mereka tidak akan mampu berdiri,hanya duduk dengan panik karna guncangannya semakin kencang. Sampai akhirnya ia melihat sebuah buku besar yang terasa begitu kuno,muncul dengan ledakan aura kuno yang begitu menekan,elio bahkan sampai batuk darah dengan tekanan aura ini.

'Asa'

'Tenang sayang,tenangkan aliran energi alam dan qi di tubuh kamu'

'Asa yang paling dekat dengan kitab raksasa itu,hati-hati'

'Iya sayang'

Walaupun khawatir,elio bisa mengendalikan dirinya,ia bisa menjangkau sang istri segera jika memang terjadi sesuatu.

Asael memperhatikan buku besar itu begitu kuno,sepertinya sudah terkubur begitu lama didalam tanah sehingga ada akar yang tumbuh dari cover buku itu. Ada rune kuno yang sebagian besarnya tidak asael mengerti artinya,tapi ia bisa menebak buku itu dari alam atas,milik seorang dewa atau dewi yang datang ke dunia multik ini untuk mencari sesuatu yang berhubungan dengan sesuatu yang bisa meningkatkan kualitas dantian dewa dewi.

'Auranya terlalu kuat. Akan banyak yang datang karna merasakan aura dari buku kuno ini.'

Buku itu segera di bungkus oleh giok suci berwarna putih,kekuatan giok asael membungkus buku itu dan di bungkus lagi dengan rune sihir agar tidak menarik energi alam dan qi terlalu cepat. Kemudian buku itu segera di masukkan kedalam edittha,kenapa tidak benic? Karna disana terlalu banyak hal langka di seluruh semesta yang sedang di kembang biakkan,akan sangat rugi jika buku ini masuk dan bisa menelan seluruh hal disana.

Bagaimanapun buku itu sudah berada di zaman kuno alam semesta ini,entah pendahulu dewa dewi ke berapa buku ini lahir,tapi yang pasti saat itu kualitas udara di alam atas masih sangat besar dari yang sekarang dan kemampuan para makhluk hidup saat itu jauh lebih unggul dari yang sekarang di alam atas.

AsaelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang