Asael 75

77 11 0
                                        

“Salam dewi suci,asael”

Para dewa dewi yang menjaga di gerbang sebelum jembatan menuju alam atas,menundukkan kepalanya memberi salam pada asael.

Asael memberi anggukkan tipis sekali,matanya berpindah pada seorang lelaki berpakaian merah yang di tutupi jubah hitam,itu adalah iblis kecil pelayan pribadi pamannya.

“Moras? Kenapa?”

“Dewi suci,maaf aku harus membuka undangan pernikahan dewi suci milik tuan. Tuan menyampaikan ungkapan bahagianya untuk pernikahan dewi suci bersama suami,tuan berharap dewi suci akan selalu bahagia setelah pernikahan ini dan memiliki keluarga yang bahagia”

Bukannya senang,asael malah merasa tidak puas.

“Dimana paman?”

“Tuan sedang dalam pengasingan,dewi suci”

Jawab iblis kecil itu dengan matanya tertunduk kebawah,tidak menatap asael secara langsung setelah menjawab pertanyaannya barusan.

“Dimana paman.”

Itu bukan lagi pertanyaan yang bisa di pilih di jawab atau tidak,tapi lebih pertanyaan yang jawabannya harus diterima asael sekarang dengan jelas.

“Tuan dalam pengasingan…dalam gunung berapi abadi,tempat tuan dan dewi suci pernah berkultivasi”

Jawab iblis itu dengan tubuh gemetaran karna tekanan yang tertuju padanya dari asael,jawabannya mengejutkan asael.

“Apa yang terjadi.”

“Dia..telah terbebas. Tuan berhasil membebaskannya dari keterdamparan di neraka”

Hati asael mulai gusar saat iblis ini menyebut dia,dia yang dimaksud adalah perempuan yang dicintai pamannya,perempuan yang telah terdampar ke neraka karna perbuatannya sendiri dan menjadi budak para iblis.

Pamannya yang begitu mencintai perempuan itu,segera mengajukan diri untuk turun ke alam bawah,menjadi raja alam bawah. Menjaga perempuan itu agar tidak menjadi budak para iblis gila itu lagi,sekaligus mencari cara untuk bisa membebaskan perempuan itu dari keterdamparan,karna seseorang yang terdampar di neraka tidak memiliki pikiran dan hanya kosong tanpa kenangan apapun.

“Kapan?”

Si iblis menundukkan kepalanya,belum menjawab pertanyaan asael.

“Kapan.”

Aura asael semakin menguar,tekanan yang diberikan asael dirasakan juga oleh dewa dewi yang ada disana,mereka merasa tercekik dan tidak bisa bergerak.

“I-itu…saat seluruh semesta bergetar dengan kehancuran yang di buat dewi perang. Ada celah yang tercipta dan tuan masuk kedalam celah itu,menarik dia keluar saat itu juga,setelah itu celahnya tertutup begitu tuan dan dia berada di luar”

Jelas iblis itu dengan ketakutan,ia iblis tingkat tinggi di dunia bawah,bisa menghadapi dewa dewi bawahan dan mungkin dewa dewi besar beberapa. Tapi dihadapan asael,hanya dengan sedikit tekanan yang diberikan,sudah membuatnya merasa akan meledak dan tidak bisa berfikir.

“Bagaimana?”

Tanya asael setelah lama terdiam,ia semakin yakin sesuatu terjadi pada paman kesayangannya.

“Dia pergi,kami tidak tau kemana perginya,kami saat itu sedang mengurus tuan yang tubuhnya di masuki begitu banyak kegelapan. Tuan sempat sadar dan menanyakan dia,kami memberitahu bahwa dia pergi,dan sejak saat itu kegelapan memakan seluruh akal tuan”

Dukh!

Iblis itu jatuh dengan lututnya lebih dulu menghantam batu giok yang di pijaknya.

“Mohon ampuni iblis kecil ini dewi suci,tapi tolong selamatkan tuan sebelum tuan benar-benar menjadi iblis tak berperasaan dan berakal”

AsaelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang