Bab 77

23 10 0
                                        

Test. Satu dua tiga. Vote browh.

Yap, di bab ini, akan full flashback. Ehe. Dan mungkin ada hal yang tidak kalian sangka-sangka mwehehehw.

UwU.

****

5 tahun yang lalu.

Gadis berusia 10 itu berlari-lari ke arah pintu, menyambut kedatangan ayahnya yang baru pulang kerja.

"PAPAAAAA~~!" Dia berseru dengan senyuman ceria. "Papa udah pulang! Yeeyyy!!"

"Eh, gadisnya papa yang bucuk, bau acem, belum mandi. Elek banget sih," Papa, Zakiel Aldebaran, tersenyum, merentangkan tangannya. 

Aisha merengut. "Orang Adek udah mandi. Nih, wangi. Pake parfum baru~" Tapi dia  melompat ke pelukan Papanya.

(Iiih co cwiiitt, aku kan jadi maooo! Sayangnya gak deket ama bapak mwehehe)

"WOIII!! ALEENAA!! ITU BUKU GUA!!" terdengar seruan kencang Asheer.

Aleena, kakak Aisha juga saudara kembar Asheer, Abyaaz, Amaar, dan Alfarezi, berlari dengan kecepatan tinggi dengan buku di tangan. Tertawa terbahak-bahak. Kadang dia kalau ketawa udah kayak kodok kejepit.

"YAHAHAHAHA!! Buku GUAAA!!"

BRUGH!! Aleena tersandung, dan dahinya langsung dicium lantai dengan MESRA. "YA ALLAH!!"

Asheer yang tadi lagi mengejar Aleena, balik tertawa kencang. "Ang ang ang, jatuh, Siss??" Dia menyambar buku di tangan Aleena.

Aleena yang masih tepar di lantai, hanya ber-hmmm panjang. Dia beranjak duduk, memandang Papa yang sedang geleng-geleng kepala memandang kelakuan anak-anaknya, Papa mendudukkan Aisha ke sofa. Lalu berkata, "Papa mandi dulu. Nanti kita makan malam bareng."

Sepasang tangan tiba-tiba terarah ke tubuh Aisha.

"CILUK BAAAA~~!!" 

Aisha menjerit. Lalu tanpa ampun langsung menggaplok wajah orang yang mengagetkannya. "ISH BANG AMAAR!!"

"Kok abang ditampar?"

Abyaaz tertawa terbahak-bahak. "Yahahaha mampus ditampol Adek!!"

"Lagian sih Bang Amaar ngagetin. Yah, Adek tampol lah!" Aisha  menyengir tak berdosa. "Mau lagi? Gratis loh."

Mama geleng-geleng kepala. Dia memakan rotinya yang dibaluri es krim campur terasi. Emang agak aneh emak satu ini. 

(Btw, nasi goreng campur es teh diaduk-aduk enak juga :) Ad yang pernah coba?)

Aisha melompat turun dari sofa. Dia sempat-sempatnya menggigit bahu Amaar yang tadi lagi berlutut di sebelah sofa. Lalu Aisha cepat-cepat berlari kencang sambil tertawa-tawa, dia menaiki tangga dengan cepat. Tapi tak sengaja menabrak seseorang.

Nyaris saja dia jatuh terjungkal ke belakang, kalau saja orang yang ditabraknya tidak segera menahannya.

Aisha cengengesan melihat orang yang ditabraknya. Alfarezi.

"Hehehehe, halo, Bang." Lalu melompat memeluk abangnya. 

Alfarezi menggendong Aisha, tersenyum tipis. Dia menuruni tangga dengan Aisha di gendongannya. "Nih, mangsa kalian."

Aleena menyengir, menarik Aisha dari gendongan saudara kembarnya. Lalu menggelitik perut Aisha.

"WAKAKAKAKAKAK!! GELI, KAKAKH!!" Aisha tertawa dengan suara yang amat kencang dan bisa menggetarkan satu dunia. Lalu GRAUKKH!! Menggigit jari yang menggelitik perutnya.

Aleena langsung menjauh. Berakting seolah dirinya orang paling tersakiti.

Mama tersenyum, memandang anak-anaknya yang memang kadang random begini kelakuannya. Tapi keluarga ini bahagia.

My Annoying BrothersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang