"Aduh, cepetan napa kelen! Adzan magrib udah lewat nih oi!" Aleena berseru. "Aisha, jan laju-laju!"
"LAH, tadi suruh cepet!!" Aisha menggerutu, "lagian, kapan sampainya kalau ngendarain sepeda kek odong odong gitu?"
Abyaaz tertawa ngakak. "Auk, lagian, Al, kamu yang paling belakang loh."
"Jir, diem lu pada!"
Akhirnya mereka semua mengendarai sepeda bersejajar.
Langit sudah semakin gelap. Lampu lampu jalan dinyalakan. Jalan raya tetap penuh seperti biasa. Mereka mengendarai sepeda di trotoar, karena jalanan yang cukup ramai.
"Cerah banget ya, malam ini," ucap Aleena pelan. "Liat noh, banyak bet bintang."
Hening. Menyisakan suara derum dan klakson motor dan mobil.
"Seneng bet aku, punya sodara kek kelen. Meski muka spek malaikat, tapi kelakuan kek setan sih. Apalagi punya adek seimut Aisha," kata Aleena. Dia tersenyum lebar. "Inget gak? Waktu kita semua ulang tahun, si Aisha niat mau buat suprise, tapi malah gak sengaja kasih tahu Abyaaz."
"Awowkwk, kocak bet yang itu," Amaar tertawa kencang. "Tapi, btw, kenapa tiba tiba mellow, euy? Kok jadi serasa nge-sad ya."
Aleena terkekeh. "Ntah."
Alfarezi melirik Aleena, "ada yang mengganggu pikiranmu?"
"Tidak, santai aja elah."
Hening lagi.
"Yah, kalau aku sudah enggak ada lagi, kalean jan rindu ye, soalnya saye nak tenang di atas. Kalau mau join, tapi yang halal ajah," lirih Aleena. "Terus, makasih sudah jadi saudara yang baik banget. Makasih sudah jadi saudara kembar yang kocak, baik, perhatian, meski kek setan. Makasih sudah jadi adek Kakak yang imut, baik hati, sholehah."
"Oi, lu napa dah? Kok perasaan gua jadi gak enak," Asheer panik. "Kepalamu kejedot kah?"
Aleena hanya menyengir lebar.
Aisha menoleh, "Kakak, Kak, Adek mau bilang sesuatu."
"Apa tuh?"
"Itu... um..." Aisha menunduk, memandang kakinya yang terus mengayuh sepeda. "Anu..."
"Aduh, jadi penasaran."
"Sebenarnya..."
"Apa?" abang-abangnya ikut penasaran.
"Adek mau berak."
PTAK!!!
"BOCIL! Sana luh!"
*****
"Aduh, Dek, cepetan napa?" Aleena mengetok pintu WC.
Yap, mereka mampir di Indomaret karena Aisha yang mau meledakkan WC, eh, kebelet berak maksudnya. Aleena men unggu di depan pintu WC, sedangkan yang lain membeli jajan.
CTAR!!
"ASTAGFIRULLAH!! Ya Allah, kaget hamba," Aleena tersentak. "Bejir, petir nya keras banget. Keknya mau nyambar orang yang berak di WC."
"KAAKAAAKK!!"
Aleena tertawa ngakak. "Iya, Dek. Canda." Dia melirik arloji, sambil bergumam, "perasaan tadi cerah, sekarang mendung. Memang ya, cuaca sekarang udah kek kehidupan dunia aja, kadang cerah, kadang mendung. Kalau dunia, kadang di bawah, kadang di bawah banget." Dia terdiam sebentar, keknya salah deh.
Cklek. Pintu WC terbuka. Aisha melangkah keluar sambil ngusap tengkuk, lalu cengengesan. "Lama gak, Kak?"
"Gak kok, Dek, sebentar," Aleena berkata sarkas. Melirik Aisha dongkol. "Lagian, lama banget di WC, ngapain aja?"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Annoying Brothers
Novela JuvenilEmpat kakak laki-laki tampan, menyebalkan bin gregetan ini selalu membuat adik perempuannya kerepotan karena ke-posesif-an mereka. Sifatnya yang berbeda-beda, sulit ditebak. Pertengkaran selalu menjadi rutinitas wajib mereka. Pokoknya cerita ini bi...
