"Gue suka sama lo Kak."
Ungkapan cinta yang di ungkapkan oleh remaja labil begitu duduk di kelas satu SMA tentu bukanlah perkataan yang bisa dianggap serius. Karena cinta monyet kerap hadir mengisi masa remaja yang menyenangkan.
Sudah cukup sepuluh...
Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.
Jatuh Suku By Tulus
Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.
Kamu & Kenangan
"Siang." Hanna membuka ruangan divisi mereka sehingga hawa dingin yang berasal dari air conditioner langsung menerpa tubuhnya yang setengah hari ini berada di luar ruangan.
"Siang juga," sahut Bica dari balik meja kerjanya.
"Baru pulang konstruksi?" Irna yang menenteng tumbler minuman menyapa Hanna yang masih berdiri di area pintu masuk.
"Hmm. Capek banget gue," keluhan Hanna hanya di balas tatapan penuh prihatin dari mereka.
"Kamu bukan orang pertama yang ngeluh Hanna," kata Buk Eva, perempuan yang umurnya sudah memasuki seperempat abad itu tampak keluar dari ruangan nya dengan menenteng beberapa map yang berisi berkas.
"Siapa aja yang ngeluh hari ini?"
Buk Eva melemparkan tatapannya pada manusia dengan jenis kelamin perempuan yang berada satu ruangan dengan nya.
"Emang lagi memasuki era orang-orang lagi pada resek aja Han," ujar Irna.
"Maklumi aja Na biasa, udah pertengahan bulan dompet lagi krisisnya dan diskon di mana-mana," lontar Fifi santai sambil memutar kursi meja nya menghadap ke arah Hanna.
"Lo grasak-grusuk dari tadi lagi kerjain apa sih?" tanya Hanna saat melihat Bica yang tampak heboh dengan monitor nya.
"Lagi pantengin akun gosip kantor pasti tuh," kata Fifi yang sudah berpindah pada sofa di pojok ruangan.
"Akun gosip kantor? Emangnya lagi pada bahas apa?"
"Si mimin lagi kasih pertanyaan kalau semisalnya ada yang kedapatan pacaran satu kantor bakal gimana? Apa bakal merusak kinerja mereka? Ya semacam gitu lah."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.